Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Transparansi Pendidikan DPR Disorot, Data BPS Sebut Banyak Lulusan SMA

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 13:27 WIB4 Mins Read
Gedung DPR RI
Gedung DPR RI. Foto: Ditjen SDPPPI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kinerja DPR RI kembali menjadi bahan perbincangan publik, terutama setelah aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025. Kini, perhatian masyarakat beralih pada latar belakang pendidikan anggota DPR periode 2024–2029.

Berdasarkan laporan Statistik Politik 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dari data KPU, terdapat 580 anggota DPR RI. Dari jumlah tersebut, 451 orang (77,76%) laki-laki dan 129 orang (22,24%) perempuan.

Namun yang paling banyak memicu diskusi adalah data pendidikan terakhir mereka:

  • S1: 155 orang
  • S2: 119 orang
  • S3: 29 orang
  • D3: 3 orang
  • SMA: 63 orang

Tidak mencantumkan pendidikan: 211 orang (36,38%)

Tingginya angka anggota DPR yang tidak mencantumkan pendidikan terakhir menimbulkan tanda tanya publik. Mayoritas anggota DPR juga berusia antara 51–60 tahun (212 orang), disusul kelompok usia 41–50 tahun (156 orang).

Di media sosial, akun @dataindonesia_id ramai dibanjiri komentar warganet. Ada yang menilai hal ini mengganggu transparansi.

“Yang tidak nyebut ada masalah apa si,” tulis akun @eddythawan.

Netizen lain menegaskan standar pendidikan minimal untuk wakil rakyat. “Minimal D3/S1 tingkat pendidikannya untuk menjadi anggota DPR dan DPRD,” kata akun @7315dimas.

Baca Juga:  Ramai Tes Kehamilan Siswi SMA, Alissa Wahid: Diskriminasi pada Perempuan

Komentar lebih keras juga muncul: “Yg tidak mau menyebutkan itu knp? Woy lu jd wakil rakyat harus transparan napa sih, gk jelas amat,” protes @akang.ubed_.

Bahkan ada yang menduga hal lebih serius. “Tidak menyebutkan ada masalah berarti atau gak sekolah?” sindir akun @dede.nmaulana12.

Sorotan ini menegaskan kembali tuntutan masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas pendidikan bagi anggota legislatif, mengingat mereka mewakili kepentingan rakyat.

Melly Goeslaw Jadi Contoh Kasus

Isu pendidikan DPR kian relevan setelah nama musisi sekaligus anggota DPR RI, Melly Goeslaw, ikut menjadi bahan perdebatan publik. Bukan karena prestasi musiknya, melainkan kritik dari psikolog Lita Gading.

Kritik itu muncul setelah Melly mengungkap di media sosial bahwa dirinya merasa dijauhi teman-teman artis sejak masuk DPR. Namun, alih-alih simpati, Lita menilai hal tersebut wajar.

“Ya iyalah, siapa yang mau ambil risiko temen-temennya. Temen-temennya itu ya artis, di bidang seni, dan sudah tidak masuk lagi dalam hubungannya politik karena bahasa politik itu sangat berbeda dengan bahasa-bahasa keartisan, apalagi pencipta lagu,” kata Lita dalam video di akun TikTok-nya, @litagading5 (15/9/2025).

Baca Juga:  DPR Perpanjang Jabatan Kades Jadi 8 Tahun, Warganet: Lalucu Ah..

Lebih jauh, Lita menyinggung latar belakang pendidikan Melly yang hanya SMA, namun kini duduk di Komisi X DPR RI—komisi yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, hingga teknologi.

“Karena menurut saya, Anda ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. Dari informasi yang saya dapat, Anda adalah lulusan SMA, sama seperti Mulan Jameela,” ujar Lita.

Penempatan Melly pun disebut janggal. “Dia ditempatkan di komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, teknologi dan gak ada seni-seninya di sini, nyambung gak?” lanjutnya.

Kritik ke DPR Lebih Luas

Tak hanya menyoroti Melly, Lita juga mempertanyakan sistem pembagian komisi di DPR.

“Saya juga masih bingung dan masih mengkritisi nih bagaimana penempatan rekrutmen, komisi-komisi di DPR itu dalam menempatkan orang-orang dalam komisi tersebut. Gak nyambung tahu gak,” tegasnya.

Baca Juga:  Tegas! Prabowo Minta Parpol dan DPR Jaga Ucapan

Ia bahkan meragukan kemampuan Melly dalam menjalankan fungsi legislasi. “Terus gimana mau mewakili rakyat kalau yang dilakukan oleh dia sendiri tidak benar, tidak becus dan tidak paham. Duh apalagi sekelas SMA, mohon maaf ya,” tambahnya.

Menurut Lita, anggota DPR sebaiknya tidak mengeluh di media sosial, melainkan fokus bekerja. “Jadi, tidak usah kamu curhat di media sosial. Fokus pada kinerja kamu. Gak usah curhat di media, basi. Daripada curhat, mending benerin kinerja kamu dan visi misi kamu,” pungkasnya.

Pendidikan Jadi Isu Serius

Fenomena pendidikan anggota DPR RI yang beragam—bahkan masih ada yang lulusan SMA atau tidak mencantumkan sama sekali—menambah panjang daftar kritik publik. Kasus Melly Goeslaw semakin mempertegas perdebatan mengenai standar pendidikan wakil rakyat.

Masyarakat menilai, tanpa latar belakang pendidikan yang jelas dan relevan, sulit bagi anggota DPR untuk menjalankan fungsi legislatif dengan baik, apalagi jika ditempatkan di komisi yang berkaitan langsung dengan bidang akademik, sains, dan teknologi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data BPS dpr komisi DPR Melly Goeslaw SMA standar pendidikan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.