Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begal

Viral Bandung Disebut Tak Aman, Jalan-Jalan Gelap Bakal Dipasang Lampu Baru hingga Akhir 2026

Senin, 20 Juli 2026 21:08 WIB

Balsa Sekulic Makin Nyetel di Persib, Siap Buktikan Kualitas di Hadapan Bobotoh

Senin, 20 Juli 2026 20:49 WIB

Betah di Persib, Balsa Sekulic Nikmati Suasana Kota Bandung dan Dukungan Tim

Senin, 20 Juli 2026 20:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Bandung Disebut Tak Aman, Jalan-Jalan Gelap Bakal Dipasang Lampu Baru hingga Akhir 2026
  • Balsa Sekulic Makin Nyetel di Persib, Siap Buktikan Kualitas di Hadapan Bobotoh
  • Betah di Persib, Balsa Sekulic Nikmati Suasana Kota Bandung dan Dukungan Tim
  • Belum Tahu Masuk DTKS atau Tidak? Ini Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Online
  • Mau Makan Sehat di Bandung? 4 Tempat Salad Ini Punya Menu Segar dan Bikin Nagih
  • Rooney dan Joe Hart Kompak Semprot Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
  • Waspada Modus Penipuan Baru Lewat FaceTime, Pengguna iPhone Jangan Pernah Lakukan Ini!
  • Update Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juli 2026: Klaim Pemain OVR 115 Gratis!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 20 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Upaya Penurunan Stunting di Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono Sebut 5 Pilar Strategis

By SusanaJumat, 28 Juni 2024 20:25 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perlu diketahui, setiap tahunnya, terjadi penurunan stunting di Kota Bandung. Tahun 2022 tercatat 19,4 persen (6.614 bayi). Tahun 2023, 16,3 persen (6.142 bayi), dan tahun 2024 ditargetkan 14,0 persen.

Untuk memenuhi target penurunan angka stunting tersebut, Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan 5 pilar strategis.

5 pilar strategis penurunan stunting tersebut diantaranya, pertama, peningkatan komitmen dan visi. Kedua, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, peningkatan ketahanan pangan dan gizi keluarga. Keempat, penguatan dan pengembangan sistem informasi riset dan informasi. Kelima, pemantauan dan evaluasi.

“Tentunya generasi emas ini kita siapkan secara sungguh-sungguh,” tuturnya pada kegiatan Rembug Stunting, di Savoy Homman Hotel, Jumat (28/6/2024).

Bambang menurutkan pengembangan teknologi pun menjadi penting. Hadirnya aplikasi e- Penting sebagai intervensi bagi para balita yang rawan stunting.

“Bicara soal data, saat kita membuat sistem informasi yang sangat sederhana mulai bagaimana cara menimbang, mengukur tinggi, lingkar kepala, data ini jadi sangat amat penting,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua TPPS Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengungkapkan, acara Rembug Stunting Kota Bandung dengan tema “Kota Bandung Zero New Stunting untuk Menyiapkan Generasi Emas Melalui Penguatan Komitmen dan Kolaborasi”.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan latar belakang atas komitmen dan keseriusan Pemkot Bandung untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting dan menindaklanjuti kebijakan Wali Kota yang telah dibentuk tim percepatan penurunan stunting terintegrasi.

“Tujuan dan output kegiatan ini adalah menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan kegiatan. Pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penggunaan sistem informasi penurunan stunting terintegrasi dan membangun komitmen dalam pelayanan publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi,” bebernya.

Adapun intervesi spesifik di antaranya:

1. Pemberian Makanan Tambahan melalui Dapur Sehat atasi stunting di 76 lokus sebanyak 4.154 baduta dan balita.
2. Pembinaan tim pendamping keluarga pada 3. 257 Keluarga Risiko Stunting.
3. Pengersa (Pangan Untuk daerah Rawan Stunting) di 9 kelurahan.

Sementara untuk intervensi sensitif di antaranya:

1. Komunikasi Informasi dan edukasi tentang gizi di 102 lokus
2. Monev verifikasi dan validasi data keluarga resiko stunting di 30 kecamatan
3. Pembinaan keluarga balita di 151 kelurahan

Sedangkan komitmen bersama pemangku kepentingan Rembug Stunting yaitu:

1. Penguatan komitmen Camat dan Lurah dalam percepatan penurunan stunting.
2. Kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam percepatan penurunan stunting.
3. Optimalisasi pemetaan dan strategi dalam percobaan penurunan stunting.
4. TPPS tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan menyusun strategi akselerasi pencapaian pelaksanaan target pengukuran dan intervensi serta pencegahan, penguatan posyandu tingkat kota kecamatan dan posyandu kelurahan dalam pemantauan dan pengukuran balita.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

5 pilar strategis Bambang Tirtoyuliono Rembug Stunting Stunting
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Viral Bandung Disebut Tak Aman, Jalan-Jalan Gelap Bakal Dipasang Lampu Baru hingga Akhir 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Tahu Masuk DTKS atau Tidak? Ini Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Online

Lapor Pak Prabowo, Kami Sudah Pindah! Netizen Ramai-Ramai Pamer Tinggal di Luar Negeri, Lebih Dihargai?

Sudah 9 Hari Hilang, Keberadaan Mahasiswi Unisba asal Cicalengka Masih Misterius

Bansos

Bansos PKH BPNT Juli 2026 Cair Hari Ini, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Uji Sah Status Tersangka, Eks Pengurus Gereja Ajukan Praperadilan ke PN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.