bukamata.id – Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang segera terhubung dengan jalur baru menuju Kota Baru Parahyangan setelah PT Belaputera Intiland (KBP) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati pembangunan jalan lingkar Padalarang–Cipatat.
“Jadi dari Whoosh ke Kota Baru Parahyangan akan ada jalur baru, kemudian lanjut ke Cipatat. Ini membuka akses baru di wilayah barat Kabupaten Bandung Barat,” kata Direktur PT Belaputera Intiland Ryan Brasali, Jumat (29/8/2025).
Ryan menegaskan, jalan lingkar ini disiapkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Padalarang yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan, sekaligus memperkuat konektivitas dengan moda transportasi cepat.
“Dengan adanya bukaan jalan baru otomatis akan mengurai kemacetan lalu lintas. Ke depan juga ada rencana pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) yang terkoneksi ke Padalarang,” jelasnya.
Proyek ini akan melibatkan dua ruas utama, yakni dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan, lalu dilanjutkan hingga ke Cipatat. Panjang keseluruhan jalan diperkirakan mencapai 7 hingga 8 kilometer.
Menurut Ryan, sebagian besar jalur akan menghubungkan kawasan elit Kota Baru Parahyangan dengan daerah Cibogo, Desa Citatah, sehingga membuka alternatif baru bagi pergerakan kendaraan menuju barat Bandung Barat.
Meski begitu, pembangunan fisik belum bisa dimulai karena saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan teknis dan penganggaran. Estimasi biaya pembangunan belum dapat dipastikan.
“Estimasi anggaran untuk dua ruas jalan masih dalam proses planning dan budgeting, jadi belum bisa ditentukan secara pasti,” ujar Ryan.
Dalam kesepakatan bersama, Pemprov Jabar bertugas melakukan pembebasan lahan, sementara PT Belaputera Intiland bertanggung jawab membangun jalan.
“Kalau pembebasan lahannya, itu tanggung jawab provinsi. Nanti kita (PT Belaputera Intiland) yang akan membangun jalannya,” tegas Ryan.
Pemprov Jabar sendiri sudah menyiapkan sekitar Rp150 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. Dari total panjang jalan, sekitar 50 persen lahan masih harus dibebaskan.
“Lahan yang harus dibebaskan cukup besar. Kami sedang identifikasi mana lahan milik warga, mana milik BUMN seperti Pertamina. Kalau lahan sudah tersedia, baru bisa kami eksekusi pembangunannya,” katanya.
Soal desain jalan, pihak pengembang masih menunggu hasil analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang tengah disusun oleh konsultan.
“Lebar jalan akan menyesuaikan hasil andalalin. Intinya, kami sesuaikan dengan volume traffic yang ada,” ungkap Ryan.
Pembebasan lahan dijadwalkan dimulai pada 2026. Setelah rampung, pembangunan jalan penghubung dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan hingga Cipatat akan langsung dikerjakan.
“Untuk anggaran kami sudah siapkan. Jadi setelah pembebasan lahan rampung, pembangunan akan langsung dimulai,” pungkas Ryan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










