Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB

Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga

Kamis, 2 April 2026 21:38 WIB

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Kamis, 2 April 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Urai Macet, Stasiun Whoosh Padalarang Akan Terkoneksi Jalan Baru ke Kota Baru Parahyangan

By SusanaJumat, 29 Agustus 2025 14:00 WIB2 Mins Read
Kereta Whoosh melintas di jalur Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang segera terhubung dengan jalur baru menuju Kota Baru Parahyangan setelah PT Belaputera Intiland (KBP) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati pembangunan jalan lingkar Padalarang–Cipatat.

“Jadi dari Whoosh ke Kota Baru Parahyangan akan ada jalur baru, kemudian lanjut ke Cipatat. Ini membuka akses baru di wilayah barat Kabupaten Bandung Barat,” kata Direktur PT Belaputera Intiland Ryan Brasali, Jumat (29/8/2025).

Ryan menegaskan, jalan lingkar ini disiapkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Padalarang yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan, sekaligus memperkuat konektivitas dengan moda transportasi cepat.

“Dengan adanya bukaan jalan baru otomatis akan mengurai kemacetan lalu lintas. Ke depan juga ada rencana pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) yang terkoneksi ke Padalarang,” jelasnya.

Proyek ini akan melibatkan dua ruas utama, yakni dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan, lalu dilanjutkan hingga ke Cipatat. Panjang keseluruhan jalan diperkirakan mencapai 7 hingga 8 kilometer.

Menurut Ryan, sebagian besar jalur akan menghubungkan kawasan elit Kota Baru Parahyangan dengan daerah Cibogo, Desa Citatah, sehingga membuka alternatif baru bagi pergerakan kendaraan menuju barat Bandung Barat.

Meski begitu, pembangunan fisik belum bisa dimulai karena saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan teknis dan penganggaran. Estimasi biaya pembangunan belum dapat dipastikan.

“Estimasi anggaran untuk dua ruas jalan masih dalam proses planning dan budgeting, jadi belum bisa ditentukan secara pasti,” ujar Ryan.

Dalam kesepakatan bersama, Pemprov Jabar bertugas melakukan pembebasan lahan, sementara PT Belaputera Intiland bertanggung jawab membangun jalan.

“Kalau pembebasan lahannya, itu tanggung jawab provinsi. Nanti kita (PT Belaputera Intiland) yang akan membangun jalannya,” tegas Ryan.

Pemprov Jabar sendiri sudah menyiapkan sekitar Rp150 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. Dari total panjang jalan, sekitar 50 persen lahan masih harus dibebaskan.

“Lahan yang harus dibebaskan cukup besar. Kami sedang identifikasi mana lahan milik warga, mana milik BUMN seperti Pertamina. Kalau lahan sudah tersedia, baru bisa kami eksekusi pembangunannya,” katanya.

Soal desain jalan, pihak pengembang masih menunggu hasil analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang tengah disusun oleh konsultan.

“Lebar jalan akan menyesuaikan hasil andalalin. Intinya, kami sesuaikan dengan volume traffic yang ada,” ungkap Ryan.

Pembebasan lahan dijadwalkan dimulai pada 2026. Setelah rampung, pembangunan jalan penghubung dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan hingga Cipatat akan langsung dikerjakan.

“Untuk anggaran kami sudah siapkan. Jadi setelah pembebasan lahan rampung, pembangunan akan langsung dimulai,” pungkas Ryan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.