bukamata.id – Himpunan Mahasiswi (HIMI) Persatuan Islam (Persis) Tasikmalaya sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Senin (16/2/2026). Bertempat di Bale Morosono Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, forum tertinggi tingkat daerah ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah juang kader perempuan Persis di wilayah Tasikmalaya Raya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh lintas sektor, di antaranya Ketua PD Persis Kabupaten Tasikmalaya, Ustadz Dede Reviana Ibrahim; Sekretaris PD Persis Kota Tasikmalaya, Ustadz Cecep; Asda 3 Kabupaten Tasikmalaya, Yayat Suryatna; serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Tasikmalaya, Imin Muhaemin. Turut hadir pula perwakilan Polres Tasikmalaya Iptu Imang, S.SH, Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya Andri Nurkamal, serta Ketua PW HIMI Persis Jawa Barat Siti Resa Mutoharoh.
Visi Tasikmalaya Raya: Penyatuan Semangat Priangan Timur
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budi Mahmud Saputra, hadir sebagai keynote speaker dengan membawakan orasi ilmiah bertajuk “Kepemimpinan Berbasis Nilai Sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan Di Tasikmalaya Raya”.
Dalam paparannya, H. Budi mengajak seluruh elemen untuk melakukan refleksi identitas terhadap Tasikmalaya sebagai Kota Santri. Ia menekankan visi Tasikmalaya Raya, yakni upaya menyatukan semangat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menjadi satu ekosistem sosial-ekonomi yang solid di wilayah Priangan Timur.
“Saya menempatkan kader HIMI sebagai ‘arsitek’ masa depan yang akan mengawal transisi pembangunan ini. Pembangunan yang hebat tidak dimulai dari beton dan aspal, melainkan dari nilai dan nurani,” tegas H. Budi di hadapan para peserta Musda.
Empat Pilar Nilai Kepemimpinan
H. Budi membedah bahwa kepemimpinan berbasis nilai (Value-Based Leadership) bukan sekadar mengejar jabatan. Ia menawarkan empat nilai inti (core values) yang harus diadopsi kader HIMI:
- Integritas (Siddiq): Menyelaraskan antara visi dan aksi nyata.
- Transparansi (Tabligh): Keterbukaan informasi kepada masyarakat.
- Kompetensi (Fathanah): Kecerdasan mengelola sumber daya daerah.
- Amanah: Tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan alam dan manusia.
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Berbasis Kearifan Lokal
Terkait pembangunan berkelanjutan, H. Budi menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam Tasikmalaya, mulai dari Gunung Galunggung hingga pesisir selatan, dari eksploitasi yang merusak. Ia juga mendorong terciptanya ekonomi inklusif melalui penguatan UMKM agar masyarakat mandiri di tanah sendiri.
“Pembangunan berkelanjutan dalam perspektif Islam adalah menjaga Mizan atau keseimbangan di bumi. Kita harus memastikan akses pendidikan merata untuk memutus rantai kemiskinan dengan mengintegrasikan iman dan sains,” jelasnya.
Tantangan Era Disrupsi dan Pesan untuk Kader
Menghadapi era digitalisasi dan disrupsi, H. Budi memperingatkan adanya krisis keteladanan dan polarisasi sosial. Ia berharap kader HIMI Persis memiliki intelektualitas yang membumi—tidak hanya pandai berwacana di forum, tapi peka terhadap isu kemiskinan di pelosok desa.
“Musda ini bukan sekadar pergantian pengurus, tapi memantapkan pilar kepemimpinan yang akan mengisi pos-pos strategis di Tasikmalaya 10 hingga 20 tahun ke depan. Jadikan Tasikmalaya Raya sebagai laboratorium kepemimpinan yang berlandaskan wahyu dan ilmu,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











