bukamata.id – Publik digemparkan oleh beredarnya video syur di media sosial yang menampilkan seorang perempuan mirip Lisa Mariana. Kini, misteri tersebut terjawab setelah Lisa secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya memang merupakan salah satu pemeran dalam video tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Lisa usai menjalani pemeriksaan selama lima jam di Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat pada Selasa (15/7). Didampingi kuasa hukumnya, ia sempat memberikan pernyataan singkat kepada wartawan sebelum meninggalkan Mapolda.
“Iya, betul,” ucap Lisa saat dikonfirmasi soal keaslian dirinya dalam video yang viral, seraya mengaku kelelahan akibat proses pemeriksaan yang panjang. “Maaf, saya sudah tidak kuat. Tadi sempat merasa kurang sehat,” ujarnya sambil mengenakan busana serba hitam.
Lisa memilih tidak menjawab lebih lanjut, termasuk saat ditanya mengenai sosok laki-laki dalam video tersebut.
Pemeran Pria Juga Mengakui Keterlibatan
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa pria dalam video tersebut juga telah diperiksa dan mengakui keterlibatannya. Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, kedua pihak saling mengenal.
“Baik Lisa maupun pria yang berinisial F sudah kami periksa. Keduanya mengakui sebagai pemeran dalam video tersebut dan diketahui memiliki hubungan pertemanan yang cukup dekat,” ungkap Hendra. Ia menambahkan, pria tersebut memiliki ciri khas berupa tato yang turut terlihat dalam rekaman.
Tiga Video Jadi Barang Bukti
Dalam pengembangan kasus, aparat kepolisian telah mengamankan tiga video porno sebagai barang bukti. Satu dari tiga video kini menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan karena telah melibatkan dua pemeran yang bersedia memberikan keterangan.
“Baru satu video yang kami jadikan objek pemeriksaan awal. Dua pemeran sudah kami mintai keterangan, dan proses penyelidikan masih berlangsung,” jelas Dirreskrimsus Polda Jabar, Kombes Resza Ramadiansyah.
Video Disebarkan Lewat Telegram dan Situs Komersial
Pihak berwenang juga menelusuri jejak penyebaran konten tersebut. Kasubdit Siber Polda Jabar, AKBP Martua Ambarita, mengungkapkan bahwa video tersebut diperjualbelikan melalui beberapa platform digital.
“Kami mendapati distribusi video ini melalui Telegram dan beberapa situs berbasis komersial. Ada pula yang bisa diakses hanya dengan bergabung dalam grup tertentu,” jelas Martua.
Identitas pihak yang menyebarkan dan menjual konten masih dalam tahap pendalaman. Polisi belum mengungkap nama situs maupun channel terkait karena alasan penyidikan.
Status Belum Ditetapkan, Pemeriksaan Dilanjutkan
Meskipun Lisa telah memenuhi panggilan pemeriksaan, status hukumnya masih belum ditetapkan. Kombes Hendra menjelaskan bahwa pemeriksaan belum optimal karena kondisi kesehatan Lisa yang menurun saat dimintai keterangan.
“Pemeriksaan belum maksimal karena yang bersangkutan merasa kurang sehat. Namun ia sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir kembali pekan depan,” katanya. Pihak penyidik akan melayangkan panggilan kedua dalam waktu dekat.
Laporan dari Asosiasi Advokat Indonesia
Kasus ini mencuat setelah Asosiasi Advokat Indonesia melaporkan keberadaan video syur tersebut ke Ditreskrimsus Polda Jabar. Laporan tersebut menjadi dasar penyelidikan, yang kemudian mengarah pada Lisa dan satu orang pria sebagai pemeran utama.
Lokasi pembuatan video diketahui berada di Jakarta, meskipun waktu pasti dan tempat pengambilan gambar masih ditelusuri oleh penyidik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











