Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak

Kamis, 17 September 2026 04:00 WIB

Tak Cuma 3 Poin! Persib Bawa Pulang Bonus Rp883 Juta Usai Menang atas FC Seoul

Kamis, 17 September 2026 03:00 WIB

Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Kamis, 17 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak
  • Tak Cuma 3 Poin! Persib Bawa Pulang Bonus Rp883 Juta Usai Menang atas FC Seoul
  • Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis Internasional di Balik Kerusuhan Demo Bandung

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 16 September 2025 18:09 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers Polda Jabar kasus kerusuhan demo Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Jawa Barat mengungkap keterlibatan jaringan anarkis internasional dalam aksi demonstrasi di Bandung yang berakhir ricuh pada 29 Agustus hingga 1 September 2025. Aksi ini diduga mendapat pendanaan miliaran rupiah dari pihak asing.

Kerusuhan Terencana dan Masif

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung secara terencana dan masif. Selama insiden, aparat kepolisian menjadi sasaran serangan batu, bom molotov, petasan, dan benda keras lainnya.

“Mereka sudah menghujani dengan batu, molotov, petasan, sampai menjelang pagi hari. Akibatnya sejumlah anggota kami mengalami luka ringan hingga berat,” ujar Rudi dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2025).

Baca Juga:  Plot Twist Kasus Satpam vs Polisi: Damai, Pelat Palsu Terbongkar, Korban Diangkat Kerja di Gedung Sate

Penahanan dan Tersangka

Sebanyak 156 pendemo diamankan. Dari jumlah itu, 42 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya dipulangkan setelah pemeriksaan. Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP, pasal 187 KUHP terkait pembakaran, Undang-Undang Darurat, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Aksi Destruktif Lain di Jawa Barat

Menurut Rudi, kelompok anarkis ini juga terlibat dalam berbagai aksi destruktif lain di Jawa Barat, termasuk pembakaran pos polisi di Gentong, Tasikmalaya, hingga insiden pembakaran bendera Merah Putih.

Baca Juga:  Polda Jabar Tanggapi Video Viral Ajudan Bupati Purwakarta Digerebek Istri

Polisi mengungkap peran sejumlah akun media sosial yang digunakan untuk menghasut massa, salah satunya akun Blackblokzone. Melalui akun tersebut, pelaku menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta siaran langsung yang memprovokasi publik terhadap aparat.

Keterlibatan Jaringan Internasional dan Aliran Dana

Penyidik menemukan keterlibatan seorang tersangka berinisial AD yang mengunggah aktivitas kelompoknya ke jaringan anarkis internasional. AD disebut diterima oleh kelompok tersebut dan bahkan memperoleh aliran dana dari luar negeri.

“Ini semua sudah direncanakan. Buktinya kelompok internasional mengirimkan dana. Jadi benar ada hubungan langsung antara kelompok lokal dengan jaringan anarkis di luar negeri,” tegas Rudi.

Baca Juga:  Merasa Diuntungkan, Polda Jabar Harap Pegi Setiawan Banyak Hadirkan Saksi Ahli

Dukungan Ideologis dari Narapidana

Kapolda menambahkan, dukungan ideologis juga datang dari seorang narapidana di dalam lapas yang menyebarkan paham anarkisme. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kerusuhan bukan sekadar spontan, melainkan bagian dari gerakan yang terstruktur dan terencana.

“Mulai tanggal 29 Agustus sampai 3 September itu bisa dikategorikan sebagai aksi terencana, terstruktur, dan masif. Saya katakan ini bukan hanya terkait kelompok lokal, tapi ada kaitannya dengan jaringan anarkisme internasional,” pungkas Rudi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung DPRD Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.