Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis Internasional di Balik Kerusuhan Demo Bandung

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 16 September 2025 18:09 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers Polda Jabar kasus kerusuhan demo Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Jawa Barat mengungkap keterlibatan jaringan anarkis internasional dalam aksi demonstrasi di Bandung yang berakhir ricuh pada 29 Agustus hingga 1 September 2025. Aksi ini diduga mendapat pendanaan miliaran rupiah dari pihak asing.

Kerusuhan Terencana dan Masif

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung secara terencana dan masif. Selama insiden, aparat kepolisian menjadi sasaran serangan batu, bom molotov, petasan, dan benda keras lainnya.

“Mereka sudah menghujani dengan batu, molotov, petasan, sampai menjelang pagi hari. Akibatnya sejumlah anggota kami mengalami luka ringan hingga berat,” ujar Rudi dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2025).

Baca Juga:  Terungkap Alasan Taufik Hidayat Tega Sekap dan Aniaya Wanita di Bandung

Penahanan dan Tersangka

Sebanyak 156 pendemo diamankan. Dari jumlah itu, 42 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya dipulangkan setelah pemeriksaan. Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP, pasal 187 KUHP terkait pembakaran, Undang-Undang Darurat, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Aksi Destruktif Lain di Jawa Barat

Menurut Rudi, kelompok anarkis ini juga terlibat dalam berbagai aksi destruktif lain di Jawa Barat, termasuk pembakaran pos polisi di Gentong, Tasikmalaya, hingga insiden pembakaran bendera Merah Putih.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Walk Out dari Paripurna DPRD Jabar, Protes Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi

Polisi mengungkap peran sejumlah akun media sosial yang digunakan untuk menghasut massa, salah satunya akun Blackblokzone. Melalui akun tersebut, pelaku menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta siaran langsung yang memprovokasi publik terhadap aparat.

Keterlibatan Jaringan Internasional dan Aliran Dana

Penyidik menemukan keterlibatan seorang tersangka berinisial AD yang mengunggah aktivitas kelompoknya ke jaringan anarkis internasional. AD disebut diterima oleh kelompok tersebut dan bahkan memperoleh aliran dana dari luar negeri.

“Ini semua sudah direncanakan. Buktinya kelompok internasional mengirimkan dana. Jadi benar ada hubungan langsung antara kelompok lokal dengan jaringan anarkis di luar negeri,” tegas Rudi.

Baca Juga:  Selama 55 hari, Polda Jabar Amankan 110 Tersangka Kasus TPPO

Dukungan Ideologis dari Narapidana

Kapolda menambahkan, dukungan ideologis juga datang dari seorang narapidana di dalam lapas yang menyebarkan paham anarkisme. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kerusuhan bukan sekadar spontan, melainkan bagian dari gerakan yang terstruktur dan terencana.

“Mulai tanggal 29 Agustus sampai 3 September itu bisa dikategorikan sebagai aksi terencana, terstruktur, dan masif. Saya katakan ini bukan hanya terkait kelompok lokal, tapi ada kaitannya dengan jaringan anarkisme internasional,” pungkas Rudi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung DPRD Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.