Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis Internasional di Balik Kerusuhan Demo Bandung

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 16 September 2025 18:09 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers Polda Jabar kasus kerusuhan demo Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Jawa Barat mengungkap keterlibatan jaringan anarkis internasional dalam aksi demonstrasi di Bandung yang berakhir ricuh pada 29 Agustus hingga 1 September 2025. Aksi ini diduga mendapat pendanaan miliaran rupiah dari pihak asing.

Kerusuhan Terencana dan Masif

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung secara terencana dan masif. Selama insiden, aparat kepolisian menjadi sasaran serangan batu, bom molotov, petasan, dan benda keras lainnya.

“Mereka sudah menghujani dengan batu, molotov, petasan, sampai menjelang pagi hari. Akibatnya sejumlah anggota kami mengalami luka ringan hingga berat,” ujar Rudi dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2025).

Penahanan dan Tersangka

Sebanyak 156 pendemo diamankan. Dari jumlah itu, 42 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya dipulangkan setelah pemeriksaan. Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP, pasal 187 KUHP terkait pembakaran, Undang-Undang Darurat, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Aksi Destruktif Lain di Jawa Barat

Menurut Rudi, kelompok anarkis ini juga terlibat dalam berbagai aksi destruktif lain di Jawa Barat, termasuk pembakaran pos polisi di Gentong, Tasikmalaya, hingga insiden pembakaran bendera Merah Putih.

Polisi mengungkap peran sejumlah akun media sosial yang digunakan untuk menghasut massa, salah satunya akun Blackblokzone. Melalui akun tersebut, pelaku menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta siaran langsung yang memprovokasi publik terhadap aparat.

Keterlibatan Jaringan Internasional dan Aliran Dana

Penyidik menemukan keterlibatan seorang tersangka berinisial AD yang mengunggah aktivitas kelompoknya ke jaringan anarkis internasional. AD disebut diterima oleh kelompok tersebut dan bahkan memperoleh aliran dana dari luar negeri.

“Ini semua sudah direncanakan. Buktinya kelompok internasional mengirimkan dana. Jadi benar ada hubungan langsung antara kelompok lokal dengan jaringan anarkis di luar negeri,” tegas Rudi.

Dukungan Ideologis dari Narapidana

Kapolda menambahkan, dukungan ideologis juga datang dari seorang narapidana di dalam lapas yang menyebarkan paham anarkisme. Hal ini menguatkan dugaan bahwa kerusuhan bukan sekadar spontan, melainkan bagian dari gerakan yang terstruktur dan terencana.

“Mulai tanggal 29 Agustus sampai 3 September itu bisa dikategorikan sebagai aksi terencana, terstruktur, dan masif. Saya katakan ini bukan hanya terkait kelompok lokal, tapi ada kaitannya dengan jaringan anarkisme internasional,” pungkas Rudi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aliran dana asing Demo Bandung DPRD Irjen Pol Rudi Setiawan jaringan anarkis internasional keamanan Jawa Barat Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.