bukamata.id – Konflik berkepanjangan di kawasan sengketa lahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, kembali memanas. Bentrok terbaru pecah pada Rabu (3/12/2025) siang dan kembali menegaskan bahwa masalah lahan di wilayah tersebut belum menemukan titik penyelesaian.
Bentrok Teranyar: Lempar Batu hingga Suasana Mencekam
Kericuhan terjadi ketika dua kelompok warga, yang diduga melibatkan sejumlah anggota organisasi masyarakat, saling serang menggunakan batu dan benda tumpul.
Rekaman video warga memperlihatkan kedua kubu saling melempar dan berusaha saling mendekat di area permukiman.
Teriakan massa, kepulan debu akibat lemparan batu, serta kepanikan warga sekitar membuat suasana di Sukahaji tampak kacau. Hingga Rabu sore, ketegangan masih terasa di lokasi. Aparat keamanan dikerahkan untuk mencegah bentrokan meluas ke titik lain.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi tentang korban atau pemicu pasti eskalasi pertikaian tersebut.
Rentetan Bentrokan: Insiden 21 April 2025 Masih Membekas
Bentrok terbaru ini bukan yang pertama. Pada Senin (21/4/2025), warga Sukahaji juga terlibat benturan dengan kelompok orang tak dikenal. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, mengalami luka dalam insiden tersebut.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, membenarkan kejadian itu dan mengatakan bahwa proses hukum tengah berjalan.
“Laporannya sudah kami terima. Kami lakukan pendampingan dan proses visum para korban,” ujarnya pada Kamis (24/4/2025).
Polisi telah meminta keterangan dari warga korban kekerasan dan masih melengkapi bukti-bukti di lapangan. Ia juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi.
Aksi Damai Ibu-Ibu Berubah Ricuh
Insiden April terjadi bertepatan dengan momentum Hari Kartini, ketika puluhan ibu-ibu Sukahaji menggelar aksi damai mempertahankan lahan tempat tinggal mereka—wilayah yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat.
Namun, kedatangan kelompok yang diduga ormas justru memicu kekerasan. Dalam video yang beredar di Instagram, kelompok tersebut tampak bersikap intimidatif. Upaya damai warga dibalas dengan pelemparan batu dan pemukulan.
Aksi para ibu-ibu yang berada di garis depan tanpa perlindungan mengundang simpati publik dan ikut menyorot peliknya masalah lahan tersebut.
Sengketa Lahan yang Belum Selesai Jadi Pemicu Utama
Bentrok-bentrok yang terjadi mencerminkan akar persoalan yang tak kunjung selesai. Sengketa lahan pascakebakaran masih menggantung, diperparah oleh klaim kepemilikan yang tumpang tindih serta kehadiran pihak eksternal yang memperuncing keadaan.
Kombes Budi memastikan pihaknya mendalami seluruh aspek kasus, termasuk dugaan pelanggaran dari kelompok yang melakukan intimidasi.
“Siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










