bukamata.id – Ruang digital kembali digemparkan oleh kemunculan dua judul tautan yang viral: “Teh Pucuk 17 Menit” dan “Teh Pucuk 1 Menit 50 Detik”.
Dalam hitungan jam, kata kunci ini menyebar luas di media sosial dan grup chat, memunculkan spekulasi adanya dua versi video berbeda.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan fenomena ini merupakan bentuk clickbait klasik yang dikemas ulang dengan narasi baru.
Awal Mula Viral
Kegaduhan bermula dari cuplikan singkat berdurasi kurang dari dua menit yang menampilkan botol minuman. Video ini kemudian diberi judul sensasional dan dikaitkan dengan cerita yang belum terverifikasi, termasuk isu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Klaim versi panjang 17 menit pun muncul tanpa bukti konkret, membuat rumor menyebar lebih cepat daripada fakta yang ada.
Pernyataan Resmi Universitas Mataram
Menanggapi rumor yang berkembang, Universitas Mataram melalui Satgas PPKS memberikan klarifikasi. Pihak kampus menegaskan bahwa perempuan dalam video bukan mahasiswi Universitas Mataram, dan rekaman tersebut tidak diambil di wilayah NTB.
Video itu diketahui telah beredar sejak awal 2025. Perbedaan fisik dan suara antara sosok dalam video dengan mahasiswi yang sempat dituding semakin memperkuat klarifikasi tersebut.
Tren Viral di TikTok
Di TikTok, tagar dan konten bertema “Video Teh Pucuk” turut membanjiri linimasa. Mayoritas unggahan hanya menampilkan foto botol minuman tanpa konteks, yang menunjukkan banyak pengguna ikut tren demi engagement, bukan informasi akurat. Tingginya tayangan mencerminkan rasa penasaran publik yang kuat, meski kontennya minim substansi.
Ancaman Tautan Palsu
Selain klaim versi 17 menit, tautan berdurasi 1 menit 50 detik juga beredar luas. Banyak pengguna tergoda mengklik tautan provokatif ini tanpa memeriksa sumber.
Penelusuran menunjukkan sebagian besar link mengarah ke situs pihak ketiga yang meminta login atau mengunduh file tertentu, praktik yang mirip phishing. Risiko yang ditimbulkan termasuk kebocoran data pribadi, malware, hingga peretasan akun dan kerugian finansial.
Literasi Digital Jadi Kunci
Hingga kini, keberadaan versi 17 menit maupun 1 menit 50 detik tidak pernah dikonfirmasi secara resmi. Istilah “Teh Pucuk” tampaknya hanya dijadikan umpan clickbait untuk menarik perhatian dan mempercepat viralisasi.
Fenomena ini menekankan pentingnya literasi digital: selalu verifikasi informasi sebelum mengklik atau membagikan konten agar terhindar dari hoaks dan kejahatan siber.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










