bukamata.id – Jagat maya di Jawa Barat, khususnya Bandung Raya dan Cianjur, dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang balita saat menjalani prosesi khitan. Insiden memilukan ini terjadi di sebuah klinik bernama Rumah Khitanan Dani Radiana, yang berlokasi di Kampung Sindangsari, Bojongpicung, Cianjur.
Dalam rekaman video yang viral dan diduga berasal dari kamera CCTV klinik, tampak seorang tenaga medis melakukan tindakan yang mengejutkan. Di tengah proses sunat, balita tersebut terlihat menggerakkan tangannya dan mengenai tangan tenaga medis. Reaksi yang terjadi selanjutnya sontak memicu kemarahan publik: tenaga medis tersebut langsung membalas dengan menampar dan memukul sang anak yang sedang dalam kondisi tidak berdaya.
Tindakan kasar yang terekam jelas ini diduga kuat menimbulkan trauma mendalam bagi korban, yang diketahui merupakan warga tetangga Cianjur, yaitu dari Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pihak keluarga korban mengaku memiliki bukti rekaman video kekerasan tersebut dan telah menyebarkannya melalui media sosial untuk mencari keadilan.
“Asalamualaikum min saya mau lapor ada kejadian kekerasan terhadap sorang pasien anak kecil di Rumah Khitanan DANI RADIANA Cianjur/ciranjang, keluarga korban adalah tetangga asal KBB, kel korban juga memiliki vidio bukti,” tulis pihak keluarga korban dalam unggahannya yang viral.
Kini, pihak keluarga korban dikabarkan tengah mempersiapkan langkah hukum terkait dugaan kekerasan yang dialami buah hati mereka. Gelombang dukungan dan simpati dari warganet terus membanjiri media sosial, dengan banyak pihak yang mempertanyakan etika profesionalisme serta kepatutan tindakan tenaga medis dalam menangani pasien, terutama anak-anak yang membutuhkan pendekatan yang lebih lembut dan sabar.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis siang (15/5/2025), belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan baik dari pihak klinik Rumah Khitanan Dani Radiana maupun dari aparat kepolisian setempat terkait penanganan kasus dugaan kekerasan ini. Namun, tekanan publik agar kasus ini diusut tuntas semakin kuat, menyuarakan pentingnya perlindungan dan keamanan bagi pasien, khususnya anak-anak, saat menjalani tindakan medis.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











