Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Jumat, 20 Februari 2026 12:31 WIB

Beredar Lagi! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Jadi Sorotan Publik

Jumat, 20 Februari 2026 11:31 WIB

Jadwal Siaran Langsung Pekan ke-22 Super League 2025/26, Persib vs Persita Tayang di TV?

Jumat, 20 Februari 2026 11:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa
  • Beredar Lagi! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Jadi Sorotan Publik
  • Jadwal Siaran Langsung Pekan ke-22 Super League 2025/26, Persib vs Persita Tayang di TV?
  • Fakta di Balik Viral War Tarawih di Sumenep: Ribuan Jemaah Padati Jalan Sejak Siang demi Amplop Rp300 Ribu!
  • Perebutan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Tottenham, Manchester City Intai Puncak
  • Viral Link Video The Connell Twins, Bocor dari OnlyFans?
  • Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk
  • Frustasi! Adam Przybek Akhirnya Angkat Kaki dari Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

VIRAL! Ngaku Anak Propam Bawa Mobil Barang Bukti, Ternyata Lagi Dikejar-kejar Debt Collector

By Aga GustianaSenin, 24 November 2025 10:55 WIB4 Mins Read
Viral seorang pria ngaku anak Propam bawa mobil barang bukti. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akhir pekan di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Bogor, Jawa Barat, mendadak berubah heboh. Bukan karena promo besar-besaran atau acara khusus, melainkan akibat sebuah video amatir yang direkam di area parkiran mall tersebut. Rekaman itu memperlihatkan seorang pria berbaju kemeja lengan pendek tengah berseteru dengan sejumlah orang yang diduga debt collector.

Di tengah ketegangan, pria itu lantang mengaku sebagai anak anggota Propam Polda Metro Jaya. Ia juga menyatakan bahwa mobil yang dibawanya adalah kendaraan barang bukti yang dipinjam sang ayah dari kepolisian sektor. Klaim tersebut sontak memancing perhatian orang-orang di sekitarnya, dan lebih luas lagi setelah video itu diunggah ke media sosial.

Akun Instagram @feedgramindo mengunggah rekaman tersebut pada Minggu (23/11/2025) dengan keterangan provokatif berbunyi: “Mobil barang bukti dibuat jalan-jalan keluarga polisi: bapak saya Propam di Polda Metro.” Unggahan itu menuai respons besar dari warganet, memicu diskusi panjang dan spekulasi mengenai kemungkinan penyalahgunaan fasilitas kepolisian.

Mengenal Propam dan Sensitivitas Isu

Banyak publik ikut tersulut karena klaim sang pria menyebut nama Propam. Propam, atau Profesi dan Pengamanan, merupakan divisi internal Polri yang bertugas menjaga etika, kedisiplinan, serta melakukan pengawasan terhadap personel kepolisian. Dengan peran tersebut, lembaga ini sering dianggap sebagai garda terakhir penegakan disiplin internal.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengatakan dirinya anak anggota Propam, publik cenderung memberi perhatian lebih. Apalagi ditambah klaim penggunaan barang bukti untuk kepentingan pribadi, narasi yang sangat sensitif di tengah sorotan masyarakat terhadap integritas institusi penegak hukum.

Dalam video, tampak pria tersebut berupaya meyakinkan pihak lain yang mempertanyakan legalitas mobil yang digunakannya. Seorang pria yang diduga debt collector menanyakan kepemilikan kendaraan, memicu adu argumentasi sengit di area parkir mall.

Baca Juga:  Kompolnas Desak Polri Segera Umumkan Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Klarifikasi dari Polda Metro Jaya

Tidak butuh waktu lama bagi institusi kepolisian untuk memberikan tanggapan. Pihak Polda Metro Jaya membenarkan adanya kejadian itu, namun sekaligus membantah klaim yang beredar luas.

Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya, Kombes Radjo Harahap, memberikan pernyataan tegas terkait identitas pria dalam video. “Bukan (anggota Propam Polda Metro), anaknya asbun saja itu. Bapaknya anggota SPKT di Polsek Tajur Halang,” kata Radjo.

Melalui pernyataannya, Radjo menegaskan bahwa pria dalam rekaman bukanlah anak anggota Propam, melainkan putra anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tajur Halang, Depok. SPKT sendiri memiliki tugas penting memberikan pelayanan awal kepada masyarakat, seperti menerima laporan, memberikan bantuan pertama, hingga mendatangi lokasi kejadian untuk pengamanan dan olah TKP.

Status Mobil Dipertanyakan

Selain masalah identitas, salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan menyangkut status mobil yang dibawa pria tersebut. Klaim bahwa mobil itu merupakan barang bukti membuat publik semakin curiga.

Baca Juga:  Sahara vs Yai Mim: Narasi Baru, Simpati Publik ke Mana Berlabuh?

Radjo menanggapi isu tersebut dengan menyebut bahwa berdasarkan informasi awal, kendaraan itu tidak termasuk barang bukti. “Sekilas kami dapat infonya itu bukan (barang bukti). Tapi masih kami dalami lagi,” jelasnya. Ia memastikan pihaknya akan menelusuri lebih jauh untuk memastikan status kendaraan tersebut.

Pernyataan serupa juga datang dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. “Sudah didalami oleh Propam tentang video tersebut dan tidak benar orang tua yang bersangkutan berdinas di Propam Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Terkait kendaraan, Budi memberikan penjelasan lebih rinci. “Kendaraan dimaksud statusnya pindah kredit, bukan mobil barang bukti,” tegasnya. Penegasan ini mematahkan narasi awal yang berkembang luas di media sosial.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi Pelaku

Setelah video tersebut menjadi viral dan menuai banyak kecaman, pihak yang bersangkutan akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Dalam video permintaan maaf yang beredar kemudian, pria itu mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan.

“Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri,” katanya. Ia juga menegaskan kembali bahwa dirinya bukan anak anggota Propam Polda Metro Jaya.

“Tidak benar orang tua saya berdinas di Propam Polda Metro. Kemudian, kedua terkait kendaraan tersebut tidak benar juga BB (barang bukti) milik Polri,” ujarnya.

Baca Juga:  Viral, Pria Mengaku Debt Collector Tantang Tarik Kendaraan Milik Aparat: Bukan Soal Kasta!

Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkap alasan di balik pengakuannya di parkiran mall tersebut. Menurutnya, ia berada dalam kondisi tertekan saat berhadapan dengan debt collector. “Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena saya mendapatkan tekanan dan intimidasi dari debt collector,” tuturnya.

Polemik di Tengah Budaya Viral

Kasus ini menjadi gambaran jelas bagaimana sebuah peristiwa kecil di ruang publik dapat berkembang menjadi polemik nasional dalam hitungan jam. Keberadaan kamera ponsel dan akses cepat ke media sosial membuat setiap tindakan terekam dan tersebar luas tanpa filter.

Di sisi lain, peristiwa ini menunjukkan sensitivitas masyarakat terhadap isu yang menyangkut aparat penegak hukum, terutama ketika berhubungan dengan fasilitas negara. Tuduhan penyalahgunaan wewenang menjadi topik yang cepat memancing emosi publik.

Dampak dan Pembelajaran

Bagi kepolisian, respons cepat melalui klarifikasi resmi dari pejabat terkait menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi liar. Pernyataan tegas dari Radjo dan Budi turut menjaga kredibilitas institusi.

Namun, bagi sebagian masyarakat, kasus ini membuka diskusi baru tentang praktik penagihan utang oleh debt collector. Tekanan dan intimidasi yang disebut-sebut dialami pelaku memperlihatkan sisi lain dari persoalan yang jarang mendapat sorotan.

Peristiwa di mall Bogor ini memperlihatkan bagaimana dinamika sosial digital membentuk opini publik. Pertengkaran di parkiran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak propam Berita Terbaru debt collector klarifikasi polisi mall Bogor mobil barang bukti Polda Metro
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.