Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bakar Sampah Berujung Petaka, Kebun Bambu di Bandung Barat Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 10:42 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000, Kini Rp2.550.000 per Gram

Kamis, 22 Oktober 2026 10:33 WIB

Di Balik Kejayaan Tiga Musim Beruntun, Manajemen Persib Bongkar Cerita Defisit Rp100 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 10:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bakar Sampah Berujung Petaka, Kebun Bambu di Bandung Barat Terbakar
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000, Kini Rp2.550.000 per Gram
  • Di Balik Kejayaan Tiga Musim Beruntun, Manajemen Persib Bongkar Cerita Defisit Rp100 Miliar
  • Bongkar Sosok di Balik Polisi Anak TikTok! Nathalie Holscher hingga Nanda Arsyinta Ikut-ikutan Pakai Jasa Ini
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026 Cair? Cek Status NIK KTP Anda Sekarang!
  • 5 Siomay Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Legendaris Sejak 1975
  • 5 Rekomendasi Sate Maranggi di Purwakarta, Ada yang Mulai Rp2.500 per Tusuk
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sahara vs Yai Mim: Narasi Baru, Simpati Publik ke Mana Berlabuh?

By Aga GustianaSabtu, 4 Oktober 2025 09:00 WIB5 Mins Read
Sahara vs Yai Mim menjadi salah satu kasus viral dan menjadi sorotan publik.
Kolase, Sahara dan Yai Mim, kasus viral yang tengah menjadi sorotan publik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan antara Nurul Sahara, pemilik usaha rental mobil, dengan Imam Muslimin atau Yai Mim, mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, memasuki babak baru. Setelah sekian lama konflik mereka dikaitkan dengan urusan lahan parkir, Sahara kini muncul membawa narasi berbeda yang mengguncang opini publik.

Dalam keterangannya, Sahara menegaskan bahwa sumber utama perselisihan bukanlah sekadar persoalan tempat parkir, melainkan dugaan pelecehan seksual yang ia alami dari Yai Mim.

“Jadi permasalahan utamanya itu sebenarnya bagi saya pribadi itu pelecehan seksual,” ujar Sahara melalui kanal YouTube Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, Jumat (3/10/2025).

Ia mengaku, awalnya menganggap guyonan sang kyai sebagai hal ringan, namun lama-kelamaan terasa mengarah ke ranah pribadi. “Beliau itu menganggap saya dan teman-teman yang ada di garasi itu terlalu santai dalam menyikapi guyonan-guyonan beliau,” lanjutnya.

Sahara mengklaim sudah mengalami pelecehan verbal hingga empat kali.

“Sehingga dari situ mulailah beliau itu ada gurauan-gurauan yang mengarah ke ranah intim, sehingga saya merasa itu adalah pelecehan, bagi beliau bukan. Ada empat kali saya dilecehkan,” bebernya.

Sementara itu, Kuasa hukum Sahara, Zaky Chong, menjelaskan bahwa persoalan lahan parkir baru muncul setelah dugaan pelecehan terjadi. Namun Sahara memilih menahan informasi itu di awal demi menjaga nama baik Yai Mim.

“Sedari awal, Mbak Sahara datang ke kami, mengadukan persoalan itu yang berkaitan dengan pelecehan seksual itu. Yang sudah sampai empat kali, tiga kali verbal dan yang satu kali ada buktinya,” jelas Zaky dikutip dari kanal YouTube Cumi Cumi.

Baca Juga:  Kematian Mendadak Yai Mim di Polresta Malang Kota: Kronologi dan Penjelasan Polisi

Menurutnya, upaya menahan laporan itu justru berbalik menjadi tekanan publik terhadap Sahara.

“Mari kita hargai kyai ini, namun ya harus tetap diberikan efek jera. Namun kami lebih memilih melaporkan pencemaran nama baik. Ternyata apa kami di-framming sedemikian rupa, sehingga insyaallah berkaitan dengan pelecehan seksual ini kami akan laporkan ke pihak yang berwajib,” ujarnya.

Parkir Mobil Hanya Pemicu Lanjutan

Sahara juga meluruskan narasi yang berkembang selama ini. Ia menyebut persoalan mobil HiAce yang terparkir di depan rumah Yai Mim hanyalah insiden teknis.

“Kalau untuk mobil HiAce yang panjang seusai di video, itu memang murni kesalahan dari saya sebagai penanggung jawab. Karena itu ada driver dari rental kami yang lain yang kemudian datang dari Jogja pada subuh hari. Otomatis kan beliau tidak tahu mau parkir di mana dan kembalikan ke siapa itu subuh pas azan,” terangnya.

Sahara menolak anggapan bahwa Yai Mim memiliki akses ke kendaraan rentalnya. Ia bahkan menegaskan baru mengenal Yai Mim sekitar tiga bulan, sejak sang kyai pindah ke lingkungan tersebut pada Maret 2025.

“Saya tidak sembarangan memberikan akses, fasilitas perusahaan termasuk kunci kepada orang lain. Saudara sendiri aja belum tentu saya kasih kepercayaan itu apalagi orang lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Guru Silat di Karawang Ditangkap, Diduga Setubuhi Siswi SMP! Polisi Amankan Barang Bukti

Namun, klarifikasi Sahara tersebut memunculkan perdebatan sengit di ruang publik. Banyak komentar netizen yang justru lebih mempercayai Yai Mim.

“Dari aura dan nada bicaranya kok rasanya lebih percaya ke Yai Mim ya?” tulis seorang warganet.

“Dari sekian banyak komentar, semua mendukung Yai Mim,” tambah lainnya.

“Baru kali ini ada orang yang dilecehkan meminta maaf pada orang yang melecehkan, agak aneh sih,” ungkap netizen lain.

Dukungan Publik Masih Condong ke Yai Mim

Meski Sahara kini mengungkap dugaan pelecehan seksual sebagai akar persoalan, publik tampaknya belum berbalik mendukungnya. Beberapa konten klarifikasi Sahara bahkan menuai cibiran usai bertemu Dedi Mulyadi.

Hingga saat ini, opini publik masih condong ke pihak Yai Mim, meski Sahara sudah menyampaikan versinya secara terbuka. Babak baru perseteruan ini kini mengarah ke ranah hukum, setelah pihak Sahara menyatakan akan melaporkan dugaan pelecehan tersebut kepada kepolisian.

Versi Yai Mim: Dari Parkiran hingga Tuduhan Cabul

Sementara itu, Yai Mim dalam klarifikasinya tetap berpegang pada cerita awal: konflik dipicu oleh kebiasaan Sahara memarkir kendaraan rental di depan rumahnya. Puncak ketegangan terjadi pada 7 Agustus 2025 ketika karyawan Sahara tak kunjung bangun untuk memindahkan mobil, sehingga ia diminta Sahara untuk menggeser kendaraan itu sendiri.

Rosida, istri Yai Mim, menuturkan, “Saya telepon kedua kalinya, ‘Mbak ini anak-anak tetap gak bisa dibangunin’, terus Bu Sahara tetap (bilang), ‘bangunin Mbak sampai bisa’. Saya bangunin lagi untuk ketiga kalinya saya telepon dia ‘Mbak, ini anak-anak gak bisa dibangunin’, ‘yaudah kalau gitu pindahin sendiri ya mobilnya’.”

Baca Juga:  Bocah 5 Tahun di Garut Jadi Korban Kebejatan 3 Orang Terdekat: Ayah, Paman, dan Kakek Diciduk!

Insiden itu berbuntut panjang. Sahara yang terbangun karena suara mobil merasa terganggu dan memanggil suaminya, Sofian, untuk ikut memprotes. Namun, Yai Mim memilih meminta maaf, dan permintaan itu disambut baik Sahara saat itu.

Konflik kemudian meluas ketika Sahara menuduh Yai Mim melakukan tindakan cabul. Tuduhan ini muncul saat Sahara datang ke rumah Yai Mim saat istri sang kyai sedang berhaji. Ia mengunci pintu rumah dari dalam dan tiba-tiba berteriak menyebut Yai Mim cabul saat melihatnya mengenakan celana pendek.

“Ibu Sahara melihat laki-laki berpakaian mengumbar aurat itu sama dengan melakukan pencabulan. Buktinya saya itu diusir dari kampung situ alasannya antara lain karena melakukan pencabulan dengan membuka aurat,” tukas Yai Mim.

Tuduhan tersebut bahkan sempat muncul dalam sebuah video ketika Sahara menyebut Yai Mim sebagai “dosen cabul” di hadapan mahasiswa.

“Ada apa kalian disuruh ke sini? Ini mahasiswa UIN semua, jangan pergi kalian. Kenapa? Ini dosen kalian yang cabul itu, dia cabulin saya,” ujar Sahara dalam video itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

klarifikasi pelecehan Sahara Yai Mim
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bakar Sampah Berujung Petaka, Kebun Bambu di Bandung Barat Terbakar

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos PKH-BPNT Oktober 2026, Dana Bisa Cair Bertahap

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.