Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 17:34 WIB

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU

Kamis, 27 Agustus 2026 16:33 WIB

Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan

Kamis, 27 Agustus 2026 16:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah
  • Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU
  • Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan
  • Ramon Tanque Dipinjamkan Persib, Persita Tangerang Jadi Kandidat Terkuat?
  • Bosan ke Tempat Nongkrong? 3 Wisata Sejarah Bandung Ini Bikin Liburan Makin Berisi
  • Peluang Emas Lulusan SMA/SMK! BUMN Buka Lowongan Kerja Terbaru Agustus 2026, Cek Posisinya
  • Skandal Video Syur Oknum Guru di Sukabumi: Berstatus PPPK, Terancam Dipecat
  • Pencarian Berakhir Pilu! Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Santolo Ditemukan Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU

By SusanaKamis, 27 Agustus 2026 16:33 WIB6 Mins Read
Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi perhatian. Salah satu nama yang mencuat adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Muncul kabar Nasaruddin Umar akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Agama untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, kabar tersebut langsung dibantah Nasaruddin.

“Nggak ada itu (kabar dirinya mundur),” kata Nasaruddin kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Ia juga menegaskan tidak pernah membuat ataupun mengirimkan surat pengunduran diri kepada pihak Istana.

“Bahwa saya nggak pernah nulis surat-menulis,” tegasnya.

Terlepas dari isu tersebut, nama Nasaruddin memang masuk dalam daftar tokoh yang disebut berada dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

Sedikitnya terdapat delapan nama yang mencuat dalam dinamika pencalonan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengurus PBNU dan PWNU, pengasuh pesantren, pendakwah, akademisi hingga pengusaha.

Berikut profil delapan tokoh yang masuk bursa calon Ketum PBNU.

1. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merupakan Ketua Umum PBNU periode 2022-2027.

Tokoh kelahiran Rembang, 16 Februari 1966, tersebut sebelumnya menjabat Katib Aam PBNU. Gus Yahya merupakan putra KH M Cholil Bisri dan kakak dari Menteri Agama periode sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas.

Gus Yahya juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang. Pengalamannya di tingkat nasional dan internasional turut memperkuat rekam jejaknya di NU.

Ia pernah menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada era Presiden Joko Widodo.

Di tingkat internasional, Gus Yahya aktif dalam berbagai forum lintas agama. Ia juga mendirikan Bait ar-Rahmah, lembaga yang mengembangkan kajian Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Dalam Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya menyatakan kembali maju dengan agenda melanjutkan program kepengurusan sebelumnya.

2. Zulfa Mustofa

Zulfa Mustofa dikenal sebagai pendakwah sekaligus salah satu pengurus pusat NU.

Ia lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977 dan berasal dari keluarga ulama. Dari garis ibunya, Zulfa memiliki hubungan keluarga dengan KH Ma’ruf Amin dan merupakan keturunan ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani.

Aktivitas dakwah Zulfa telah dimulai sejak usia muda. Setelah sang ayah meninggal dunia, ia meneruskan kegiatan mengajar di sejumlah majelis taklim yang sebelumnya diasuh ayahnya.

Pada 2000, Zulfa mendirikan Majelis Taklim Darul Mustofa.

Dalam dinamika PBNU, ia pernah ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Zulfa menyatakan ingin menjadi bagian dari penyelesaian persoalan organisasi.

“Saya juga menyampaikan bahwa saya tidak ingin menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi saya ingin menjadi solusi buat jam’iyah ini untuk masa depan,” katanya.

3. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin merupakan Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958 dan berasal dari keluarga besar pesantren. Dari garis ibu, nasabnya terhubung dengan keluarga KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

Ia menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020. Di lingkungan NU, Gus Kikin juga menjabat Ketua PBNU Bidang Ekonomi sejak 2022 dan sebelumnya menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Pengalamannya tidak hanya berasal dari dunia pesantren dan organisasi NU. Gus Kikin juga memiliki pengalaman di sektor usaha dan pelayaran.

Ia pernah bekerja di PT Djakarta Lloyd sebelum mendirikan BBS Group pada 1997.

4. Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin

Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin merupakan putra KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Nafisah Sahal.

Ia tumbuh di lingkungan pesantren Kajen, Pati, dan kini menjadi Pengasuh Pesantren Maslakul Huda serta Ketua PWNU Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029.

Pendidikan pesantrennya ditempuh di Perguruan Islam Mathali’ul Falah dan Pesantren Fathul Ulum Kwagean. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Jakarta hingga Monash University, Australia.

Gus Rozin memiliki pengalaman panjang dalam organisasi NU. Ia pernah aktif di IPNU, GP Ansor, LP Ma’arif PBNU hingga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Ia juga pernah menjadi Ketua RMI PBNU dan Staf Khusus Presiden bidang Keagamaan Dalam Negeri.

Dalam bursa calon Ketum PBNU 2026, Gus Rozin menyatakan kesiapan maju dengan salah satu fokusnya adalah pembenahan organisasi.

5. Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar menjadi salah satu nama yang menarik perhatian karena posisinya sebagai Menteri Agama.

Nasaruddin lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959. Ia dilantik sebagai Menteri Agama pada 21 Oktober 2024 dan saat ini juga dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Sebelum menjadi menteri, Nasaruddin pernah menjabat Wakil Menteri Agama dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Latar belakangnya kuat di bidang pendidikan dan kajian Islam. Ia pernah menjadi guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Rektor PTIQ Jakarta.

Nasaruddin juga memiliki pengalaman akademik internasional, antara lain melalui program di McGill University, Leiden University, Paris University, SOAS University of London, dan Georgetown University.

Namanya masuk bursa calon Ketum PBNU. Namun, isu bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai Menteri Agama untuk maju dalam Muktamar ke-35 telah dibantah langsung.

6. Gudfan Arif

Gudfan Arif merupakan kader NU yang berasal dari keluarga pesantren. Ia adalah putra KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.

Gudfan memiliki pengalaman dalam struktur organisasi NU, antara lain sebagai Bendahara PP Pagar Nusa, Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, hingga Bendahara PBNU.

Selain aktif di organisasi, Gudfan juga dikenal sebagai pengusaha.

Ia mulai menggeluti dunia bisnis sejak 2003 setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang.

Bidang usaha yang digelutinya mencakup minyak dan gas, petrokimia, teknologi informasi, telekomunikasi, hingga pertambangan batu bara.

7. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf

Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf merupakan Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

Ia lahir di Magelang pada 9 Juli 1973. Pesantren API Tegalrejo sendiri didirikan oleh ayahnya, KH Chudlori.

Gus Yusuf menempuh pendidikan keagamaan di sejumlah pesantren, termasuk Lirboyo, Kedung Banteng Purwokerto, dan Bulus, Kebumen.

Selain aktif dalam organisasi, Gus Yusuf memiliki pengalaman politik. Ia pernah memimpin DPW PKB Jawa Tengah dan aktif dalam konsolidasi jaringan NU menjelang Muktamar ke-35.

Sebanyak 22 PCNU Jawa Tengah disebut menyampaikan dukungan terhadap pencalonannya.

Gus Yusuf membawa gagasan penguatan tata kelola organisasi dan pesantren sekaligus menekankan pentingnya menjaga persatuan NU.

“Yang terpenting, muktamar ini semangatnya ayo bareng-bareng memperbaiki NU. Kita kasih ruang semua, jangan saling mencegat,” kata Gus Yusuf.

8. Abdussalam Shohib atau Gus Salam

Abdussalam Shohib atau Gus Salam merupakan cucu salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

Ia lahir di Bangkalan, Madura, pada 1977 dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.

Setelah menempuh pendidikan dasar di pesantren keluarga, Gus Salam melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Setelah itu, ia mengabdi di pesantren tersebut.

Kiprah organisasinya dimulai dari Lembaga Bahtsul Masail NU di Kediri dan Jombang. Ia kemudian masuk jajaran Syuriyah PCNU Jombang, menjadi Katib PBNU, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, hingga pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2022-2027 sebelum mengundurkan diri.

Namanya kemudian ikut mencuat dalam bursa calon Ketua Umum PBNU bersama tujuh tokoh lainnya.

Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang

Delapan nama tersebut menunjukkan beragam latar belakang dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Ada pengurus pusat dan wilayah, pengasuh pesantren, pendakwah, akademisi hingga pengusaha.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Perhelatan tersebut akan menjadi momentum penting bagi NU untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bursa Ketum PBNU 2026 calon Ketua Umum PBNU calon Ketum PBNU Muktamar ke-35 NU Muktamar NU 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan

Ilustrasi video syur

Skandal Video Syur Oknum Guru di Sukabumi: Berstatus PPPK, Terancam Dipecat

Pencarian Berakhir Pilu! Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Santolo Ditemukan Meninggal

Bansos

Cek Sekarang! Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP, Tinggal Masukkan NIK KTP

Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggar Perda, Denda Tembus Rp176,6 Juta

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.