Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Haji 2026 Dapat Rapor Hijau, Timwas DPR Ungkap 3 Capaian yang Bikin Jemaah Lebih Nyaman

Kamis, 27 Agustus 2026 18:41 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH Tahap 3 2026 Masih Cair! Begini Cara Cek Bansos Agustus Lewat HP

Kamis, 27 Agustus 2026 18:22 WIB

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 17:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Haji 2026 Dapat Rapor Hijau, Timwas DPR Ungkap 3 Capaian yang Bikin Jemaah Lebih Nyaman
  • PKH Tahap 3 2026 Masih Cair! Begini Cara Cek Bansos Agustus Lewat HP
  • Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah
  • Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU
  • Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan
  • Ramon Tanque Dipinjamkan Persib, Persita Tangerang Jadi Kandidat Terkuat?
  • Bosan ke Tempat Nongkrong? 3 Wisata Sejarah Bandung Ini Bikin Liburan Makin Berisi
  • Peluang Emas Lulusan SMA/SMK! BUMN Buka Lowongan Kerja Terbaru Agustus 2026, Cek Posisinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

By Mulki AlbarKamis, 27 Agustus 2026 17:34 WIB6 Mins Read
HMI Bandung kepung balai kota, tagih janji Farhan-Erwin. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Kamis (27/8/2026). Massa aksi menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bandung.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah kertas berisi 10 tuntutan yang dibagikan kepada masyarakat. Tuntutan tersebut mencakup persoalan parkir liar, ruang terbuka hijau (RTH), BRT Bandung Raya, relokasi PKL, persampahan, revitalisasi pasar rakyat, pengendalian HIV, kesejahteraan guru honorer, penyalahgunaan narkotika, hingga begal dan kejahatan jalanan.

HMI Cabang Bandung menilai berbagai persoalan tersebut memiliki keterkaitan dengan persoalan yang lebih besar, yakni kemiskinan dan pengangguran.

Koordinator aksi HMI Cabang Bandung, Ghifari, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan kondisi Kota Bandung yang menurut mereka masih menghadapi berbagai persoalan serius.

Dalam tuntutannya, HMI membawa slogan “Rakyat Tidak Butuh Janji Manis, Tapi Bukti Nyata!”

Soroti Kemiskinan dan Pengangguran

Ghifari mengatakan, persoalan kemiskinan dan pengangguran menjadi titik awal dari berbagai isu yang mereka soroti dalam aksi.

“Turun ke jalan itu satu sebetulnya. Dalam 10 poin tuntutan, itu dari satu awalnya. Itu terkait dengan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Itu banyak turunannya, mulai dari parkir liar, berujung kepada kesehatan, kejahatan, ruang terbuka hijau, BRT, dan lain-lainnya,” ujar Ghifari.

Menurut dia, persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Bandung karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menilai sejumlah persoalan di Kota Bandung selama sekitar satu setengah tahun terakhir belum diselesaikan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

“Ini menjadi salah satu permasalahan-permasalahan Kota Bandung yang selama satu tahun setengah tidak diselesaikan oleh Bapak Farhan dan Bapak Erwin selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Bandung,” katanya.

Ghifari menyebut kondisi tersebut menjadi alasan HMI Cabang Bandung memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

Menurutnya, mahasiswa ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan pemerintah.

Baca Juga:  Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan

“Setiap malam masyarakat harus dihantui dengan begal, kejahatan malam. Setiap malam, setiap siang, setiap pagi masyarakat masih banyak yang kelaparan, masih banyak yang tidak bekerja. Tapi Bapak Farhan dan Bapak Erwin tidak menyelesaikan ini secara masif,” ujarnya.

Ia menegaskan aksi tersebut tidak dilakukan dengan cara anarkistis.

“Kami tidak melakukan kerusuhan, kami tidak melakukan pembakaran ban, tapi kami di sini melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa memberi tahu hari ini Kota Bandung tidak dalam kondisi yang baik-baik saja,” kata Ghifari.

10 Tuntutan HMI Cabang Bandung

Dalam lembar tuntutan yang disebarkan kepada masyarakat, HMI Cabang Bandung menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan dan pelayanan publik di Kota Bandung.

Pertama, parkir liar. HMI mendesak Pemkot Bandung melakukan transparansi dan penertiban terhadap seluruh titik parkir resmi maupun liar.

Kedua, ruang terbuka hijau. HMI mendesak pengadaan lahan RTH melalui RKPD dan APBD 2027 dengan target yang jelas.

Ketiga, BRT Bandung Raya. Mahasiswa meminta transparansi dalam penentuan titik halte serta kajian mengenai dampak lalu lintas dari pembangunan BRT.

Keempat, relokasi PKL. HMI mendesak adanya kepastian kompensasi atau usaha pengganti bagi PKL yang terdampak pembangunan.

Kelima, persoalan persampahan. HMI mendesak transparansi pertanggungjawaban anggaran serta penggunaan Rp29 miliar terkait kebijakan insinerator.

Keenam, revitalisasi pasar rakyat. Mahasiswa mendesak akuntabilitas dan meminta kehadiran Direktur Utama Perumda Pasar Juara dalam ROP DPRD.

Ketujuh, pengendalian HIV. HMI mendesak adanya upaya terukur untuk menurunkan angka lost to follow up HIV sebesar 35 persen.

Kedelapan, kesejahteraan guru honorer. HMI meminta kepastian hukum dan pembayaran bagi tenaga honorer non-ASN.

Kesembilan, penyalahgunaan narkotika. Mahasiswa mendesak percepatan pembangunan fasilitas rehabilitasi rawat inap.

Kesepuluh, begal dan kejahatan jalanan. HMI mendesak penguatan upaya pencegahan dan penindakan terhadap begal serta kejahatan jalanan di Kota Bandung.

Melalui tuntutan tersebut, HMI menyatakan sikap dengan membawa pesan, “Kami bersuara, karena kota ini milik rakyat!”

Soroti RTH hingga PKL

Baca Juga:  Ditutup Sejak Awal 2026, Alun-alun Bandung Kembali Sambut Warga Jelang 17 Agustus

Selain kemiskinan dan pengangguran, persoalan ruang terbuka hijau menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian HMI.

Dalam audiensi dengan Wali Kota Bandung, mahasiswa mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait minimnya anggaran untuk pengadaan RTH.

Pengurus Cabang HMI Bandung, Ario Dwi Dalam, mengatakan persoalan RTH menjadi salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan dengan Farhan.

“Salah satunya kemiskinan, pengangguran, lalu ruang terbuka hijau, di mana ruang terbuka hijau kita hari ini fokus anggarannya juga sangat minim di RKPD dan juga APBD Perubahan kemarin,” ujar Ario.

Menurutnya, persoalan PKL juga tidak dapat dilepaskan dari isu kemiskinan dan pengangguran.

“Maka juga hal-hal lain yang kemudian kami kritisi, salah satunya adalah PKL dan banyak lain begitu di permasalahan di Kota Bandung, yang kemudian menjadi turunan daripada persoalan kemiskinan dan juga pengangguran sebetulnya,” katanya.

HMI Minta Pemkot Hadirkan OPD

Usai aksi, perwakilan HMI Cabang Bandung melakukan audiensi langsung dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Dalam pertemuan tersebut, Farhan menyatakan keterbukaan untuk berdialog lebih lanjut dengan mahasiswa dan membahas persoalan yang mereka sampaikan berdasarkan data.

Farhan mengatakan, ruang dialog tersebut perlu dibangun agar perdebatan mengenai kebijakan publik tidak berhenti pada perbedaan pandangan.

“Kalau kita mau berdebat, maka kita akan berdebat data. Berikutnya kita akan berdebat interpretasi data. Baru nanti kita akan berdebat bagaimana menginterpretasikan data tersebut menjadi pengejawantahan kebijakan-kebijakan publik,” ujar Farhan dalam audiensi.

Farhan juga membuka kemungkinan pertemuan lanjutan dengan melibatkan OPD terkait.

Mahasiswa kemudian meminta agar pertemuan berikutnya tidak hanya dihadiri pejabat secara simbolis, tetapi benar-benar menjadi forum pembahasan kebijakan.

“Pastikan mereka punya pikiran. Jangan sampai hanya sekadar diundang saja,” kata salah satu perwakilan mahasiswa dalam audiensi.

Farhan pun menyatakan siap membangun forum dialog tersebut.

“Jadi biar ruang itu menjadi benar-benar ruang dialog yang inklusif, kita saling terbuka,” ujar Farhan.

Bahas Kemiskinan dengan Sejumlah OPD

Ario mengatakan pertemuan lanjutan diharapkan menghadirkan sejumlah OPD yang memiliki keterkaitan langsung dengan tuntutan mahasiswa.

Baca Juga:  Jamin Hak Pendidikan Siswa SDN 026 Bojongloa, Farhan Siapkan Skema Shift Siang di SDN 148

Menurutnya, pembahasan tidak hanya berhenti pada penyampaian persoalan, tetapi dilanjutkan dengan pencarian solusi.

“7 x 24 jam nanti mungkin pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan bersama OPD, dan juga Wakil Wali Kota, seluruh perangkat dinas di Kota Bandung membuat satu diskusi dan juga satu temu untuk kemudian berbicara soal-soal,” katanya.

Dalam audiensi, pembahasan mengenai kemiskinan juga diarahkan untuk melibatkan sejumlah OPD, seperti Bappelitbang, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Kesehatan.

Farhan mengatakan pembahasan tersebut penting agar kebijakan pemerintah dapat diuji melalui data dan kajian.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang belajar bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Saya kira ini bagian dari kita saling belajar, antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

HMI: Kami Bukan Lawan Pemerintah

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa juga menegaskan posisi mereka sebagai kelompok masyarakat yang ingin mengawal kebijakan pemerintah, bukan sekadar menjadi oposisi.

“Kita ini enggak lawan, implementative partner. Maka dari itu begitu yang saya bahasakan dari awal,” ujar salah satu perwakilan HMI.

Mahasiswa mengatakan mereka tetap memilih jalur dialog karena masih memiliki kepercayaan bahwa persoalan Kota Bandung dapat dibahas dan diselesaikan bersama.

“Karena masih percaya dan punya kesadaran politik tinggi, makanya kami hadir. Kalau udah enggak percaya lagi, baru kita ketemu di jalan,” katanya.

Sementara itu, HMI Cabang Bandung memastikan akan mengawal tindak lanjut dari audiensi tersebut. Mereka berharap pertemuan bersama Pemkot Bandung dan OPD terkait menghasilkan langkah konkret terhadap 10 persoalan yang telah mereka sampaikan.

Bagi HMI, aksi tersebut bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga menjadi upaya mendorong pemerintah membuka data, mempertanggungjawabkan kebijakan, serta melibatkan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan publik.

“Rakyat tidak butuh janji manis, tapi bukti nyata,” menjadi pesan utama yang dibawa mahasiswa dalam aksi di Balai Kota Bandung tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwin HMI Bandung Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Haji 2026 Dapat Rapor Hijau, Timwas DPR Ungkap 3 Capaian yang Bikin Jemaah Lebih Nyaman

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH Tahap 3 2026 Masih Cair! Begini Cara Cek Bansos Agustus Lewat HP

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU

Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan

Ilustrasi video syur

Skandal Video Syur Oknum Guru di Sukabumi: Berstatus PPPK, Terancam Dipecat

Pencarian Berakhir Pilu! Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Santolo Ditemukan Meninggal

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.