bukamata.id – Pencarian tiga wisatawan yang terseret ombak di Pantai Karangpapak Santolo, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, berakhir dengan kabar duka.
Tim SAR Gabungan memastikan ketiga wisatawan yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Ketiga korban diketahui bernama Murdani Siahaan (18), Irfan Nababan (18), dan Ardi M. Nababan (27).
Tiga Korban Ditemukan Pagi Hari
Titik terang pencarian muncul sekitar pukul 05.30 WIB. Tim SAR Gabungan menerima laporan mengenai penemuan tubuh korban yang berada tidak jauh dari lokasi awal ketiga wisatawan terseret ombak.
Petugas kemudian bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 06.00 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi dari kawasan pantai selatan Garut. Ketiga jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk proses penanganan lebih lanjut.
Penemuan seluruh korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan sejak ketiganya dilaporkan terseret ombak.
Operasi SAR Pantai Santolo Ditutup
Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, Tim SAR Gabungan menggelar apel penutupan operasi sekitar pukul 06.50 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan debriefing dan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pencarian.
“Mengingat seluruh korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi, Operasi SAR secara resmi kami nyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih, dan seluruh unsur SAR yang terlibat kini dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” jelas perwakilan tim di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.
Sinergi antara petugas SAR dan relawan menjadi bagian penting dalam upaya menemukan ketiga wisatawan yang terseret ombak di Pantai Santolo.
Basarnas Ingatkan Wisatawan Waspada Ombak Pantai Selatan
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tidak mengabaikan kondisi alam ketika beraktivitas di kawasan pantai.
Basarnas kembali mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi cuaca, mengikuti rambu-rambu keselamatan, serta tidak berenang di kawasan yang memiliki potensi arus bawah laut kuat.
“Wisatawan diminta selalu waspada terhadap kondisi cuaca, mematuhi batas aman rambu keselamatan, dan menahan diri untuk tidak berenang di area pantai yang rawan dengan arus bawah yang kuat,” kata perwakilan Basarnas.
Pantai selatan Garut dikenal memiliki karakteristik ombak dan arus yang dapat berubah sehingga wisatawan perlu memperhatikan arahan petugas serta batas aman yang telah ditentukan.
Dengan ditemukannya tiga korban, operasi pencarian wisatawan hilang di Pantai Karangpapak Santolo Garut resmi berakhir. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan agar keselamatan menjadi prioritas saat menikmati kawasan wisata pantai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










