bukamata.id – Bandung tak hanya identik dengan wisata kuliner, pusat perbelanjaan, dan tempat nongkrong. Kota Kembang juga memiliki sejumlah wisata sejarah di Bandung yang menawarkan pengalaman berbeda.
Bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu luang sambil menambah wawasan, wisata sejarah bisa menjadi pilihan menarik. Pengunjung tidak hanya menikmati suasana destinasi, tetapi juga dapat mengenal bangunan, peristiwa, hingga cerita yang berkaitan dengan perjalanan Kota Bandung dan Indonesia.
Berikut tiga tempat wisata sejarah di Bandung yang bisa masuk dalam daftar kunjungan.
1. Gedung Sate
Berbicara tentang sejarah Bandung, Gedung Sate menjadi salah satu destinasi yang tidak bisa dilewatkan.
Bangunan yang berada di Jalan Diponegoro ini merupakan salah satu ikon Kota Bandung sekaligus landmark Jawa Barat. Arsitekturnya yang khas membuat Gedung Sate menjadi salah satu bangunan yang paling mudah dikenali di Bandung.
Selain memiliki nilai sejarah dan arsitektur, kawasan Gedung Sate juga termasuk kawasan pariwisata pendidikan dan sejarah.
Lokasinya yang strategis membuat wisatawan dapat mengunjungi sejumlah destinasi lain di sekitarnya. Karena itu, Gedung Sate cocok dimasukkan dalam itinerary bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan pusat Kota Bandung.
2. Museum Geologi
Tak jauh dari Gedung Sate, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Museum Geologi Bandung di Jalan Diponegoro Nomor 57.
Museum ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin berwisata sambil mengenal sejarah bumi dan ilmu kebumian.
Berbagai koleksi geologi tersimpan di museum tersebut sehingga pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata edukasi yang berbeda. Destinasi ini juga cocok dikunjungi bersama keluarga maupun pelajar.
Museum Geologi sebelumnya juga pernah menggelar program Day and Night at The Museum yang memadukan unsur edukasi dan hiburan.
Berdasarkan informasi yang tersedia, Museum Geologi buka Senin hingga Kamis pukul 09.00-15.00 WIB serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00-14.00 WIB. Museum tutup pada Jumat, hari libur nasional, dan cuti bersama.
Harga tiket masuk Museum Geologi tercatat Rp3.000 untuk pelajar atau mahasiswa, Rp5.000 untuk masyarakat umum, dan Rp25.000 bagi wisatawan asing.
3. Museum Konferensi Asia Afrika
Destinasi terakhir adalah Museum Konferensi Asia Afrika yang berada di Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung.
Museum ini menempati Gedung Merdeka yang memiliki kaitan erat dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955.
Berkunjung ke museum ini menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat sejarah pertemuan negara-negara Asia dan Afrika serta semangat solidaritas yang lahir dari Konferensi Asia Afrika.
Museum Konferensi Asia Afrika dapat menjadi pilihan wisata edukasi sekaligus sejarah, khususnya bagi masyarakat yang ingin mengetahui peran Bandung dalam salah satu peristiwa penting dalam sejarah diplomasi Indonesia.
Museum dapat dikunjungi pada Rabu, Kamis, dan Sabtu pukul 09.00-12.00 WIB serta 13.00-15.00 WIB. Sementara pada Jumat, jam kunjungan berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB dan 13.30-15.30 WIB.
Museum tutup pada Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional. Pengunjung juga perlu melakukan reservasi sebelum berkunjung.
Ketiga destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Gedung Sate menghadirkan sisi sejarah dan arsitektur Kota Bandung, Museum Geologi mengajak pengunjung mengenal sejarah bumi, sementara Museum Konferensi Asia Afrika membawa wisatawan menyusuri jejak sejarah diplomasi dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










