Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026 06:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Jumat, 21 Agustus 2026 05:00 WIB

4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two

Jumat, 21 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
  • 4 Gol dalam 7 Laga! Balsa Sekulic Jadi Mesin Gol Persib Jelang Play-off ACL Two
  • Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis 21 Agustus 2026: Dapatkan Link DANA Kaget dan Bonus Saldo Langsung Cair
  • Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Masih Suka Buka LK21? Ini 21 Aplikasi Nonton Film Legal Bebas Virus dan Tanpa Iklan!
  • Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kompolnas Desak Polri Segera Umumkan Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 07:50 WIB2 Mins Read
Jokowi
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti pentingnya kecepatan pengumuman hasil gelar perkara khusus terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menekankan agar Polri tidak berlama-lama dalam menyampaikan hasil akhir kepada publik.

“Kami mewanti-wanti dan berharap kesimpulan ini jangan terlalu lama untuk diumumkan. Karena satu, prosesnya sudah baik,” ujar Anam kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025).

Menurut Anam, gelar perkara dilakukan secara menyeluruh dengan menghadirkan berbagai pihak, mulai dari pelapor, terlapor, ahli, perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), DPR, Kompolnas, hingga Ombudsman. Ia menilai komposisi ini cukup untuk menghasilkan pandangan yang komprehensif.

“Masing-masing pihak dikasih kesempatan untuk menjelaskan apa yang mereka yakini, baik pelapor maupun terlapor. Dan kami yang di eksternal juga diberi ruang untuk menggali lebih dalam,” tuturnya.

Anam menjelaskan bahwa proses pendalaman telah dilakukan secara serius. Saat ini, tinggal menyusun dan merumuskan kesimpulan akhir dari pandangan yang telah dikemukakan seluruh peserta.

Salah satu sorotan dalam gelar perkara ini adalah tanggapan dari pihak UGM atas tudingan yang disampaikan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk analisis dari Roy Suryo dan Desmon Sianioar. UGM diklaim telah memberikan jawaban atas seluruh isu yang dilontarkan, termasuk mengenai karakter fisik ijazah.

“Salah satu yang paling penting adalah karakter dari kertas, karakter dan stempel dan sebagainya, karena itu memang benda fisik. Sehingga dalam konteks seperti itu, sebagai satu proses metodologi penegakan hukum, kami mendapat gambaran yang kredibel,” jelas Anam.

Lebih lanjut, Anam juga menanggapi isu terkait lembar pengujian skripsi Presiden Jokowi yang disebut tidak terdapat dalam dokumen skripsi. Pihak UGM disebut telah menjelaskan hal itu secara detail.

“Kenapa kok skripsi ya yang belum ada tanda tangannya, itu dijelaskan. Dan itu terjadinya tidak hanya di satu-dua skripsi, tapi banyak skripsi yang model kayak gitu,” ungkapnya.

“Kenapa bisa terjadi? Lah itu ada penjelasannya yang menurut kami sangat informatif dan akuntabilitasnya oke, kredibilitasnya oke. Nah itu tadi kami dalami,” pungkasnya.

Dengan proses yang telah berjalan terbuka dan melibatkan banyak pihak, Kompolnas berharap Polri dapat segera merampungkan dan mengumumkan hasil akhir guna mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Hukum Berita Terbaru Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ijazah Palsu Kompolnas Polri Roy Suryo TPUA UGM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kapan PKH dan BPNT 2026 Cair? Ini Jadwal Tahap 3 dan Cara Cek Bansos Pakai NIK KTP

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata

Duka Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Orang, Pengungsi Nyaris 93 Ribu

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.