Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kartu Merah Jadi Petaka, Pelatih Garudayaksa Akui Timnya Dirugikan Lawan Persib

Senin, 26 Oktober 2026 12:04 WIB

Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan

Senin, 26 Oktober 2026 11:51 WIB

Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding

Senin, 26 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kartu Merah Jadi Petaka, Pelatih Garudayaksa Akui Timnya Dirugikan Lawan Persib
  • Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan
  • Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding
  • Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Daftar Pelanggaran yang Diincar
  • Menang Dramatis di Menit 90+1, Igor Tolic Larang Persib Larut dalam Euforia
  • Harga Emas Antam Hari Ini 26 Oktober 2026: Rp2,54 Juta, Buyback Rp2,33 Juta
  • Tekuk Garudayaksa 2-1, Persib Bandung Panaskan Persaingan Puncak Klasemen Super League
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kompolnas Desak Polri Segera Umumkan Hasil Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 07:50 WIB2 Mins Read
Jokowi
Presiden Jokowi. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti pentingnya kecepatan pengumuman hasil gelar perkara khusus terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menekankan agar Polri tidak berlama-lama dalam menyampaikan hasil akhir kepada publik.

“Kami mewanti-wanti dan berharap kesimpulan ini jangan terlalu lama untuk diumumkan. Karena satu, prosesnya sudah baik,” ujar Anam kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2025).

Menurut Anam, gelar perkara dilakukan secara menyeluruh dengan menghadirkan berbagai pihak, mulai dari pelapor, terlapor, ahli, perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), DPR, Kompolnas, hingga Ombudsman. Ia menilai komposisi ini cukup untuk menghasilkan pandangan yang komprehensif.

“Masing-masing pihak dikasih kesempatan untuk menjelaskan apa yang mereka yakini, baik pelapor maupun terlapor. Dan kami yang di eksternal juga diberi ruang untuk menggali lebih dalam,” tuturnya.

Baca Juga:  Berantas Suap dan Judi Sepakbola, Erick Thohir: Sikat Tanpa Pandang Bulu

Anam menjelaskan bahwa proses pendalaman telah dilakukan secara serius. Saat ini, tinggal menyusun dan merumuskan kesimpulan akhir dari pandangan yang telah dikemukakan seluruh peserta.

Salah satu sorotan dalam gelar perkara ini adalah tanggapan dari pihak UGM atas tudingan yang disampaikan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk analisis dari Roy Suryo dan Desmon Sianioar. UGM diklaim telah memberikan jawaban atas seluruh isu yang dilontarkan, termasuk mengenai karakter fisik ijazah.

Baca Juga:  Polri akan Tambah Personel Keamanan untuk Hadapi Nataru di Masa Kampanye

“Salah satu yang paling penting adalah karakter dari kertas, karakter dan stempel dan sebagainya, karena itu memang benda fisik. Sehingga dalam konteks seperti itu, sebagai satu proses metodologi penegakan hukum, kami mendapat gambaran yang kredibel,” jelas Anam.

Lebih lanjut, Anam juga menanggapi isu terkait lembar pengujian skripsi Presiden Jokowi yang disebut tidak terdapat dalam dokumen skripsi. Pihak UGM disebut telah menjelaskan hal itu secara detail.

Baca Juga:  Kasus Hogi Minaya Tuai Polemik, Polri Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman

“Kenapa kok skripsi ya yang belum ada tanda tangannya, itu dijelaskan. Dan itu terjadinya tidak hanya di satu-dua skripsi, tapi banyak skripsi yang model kayak gitu,” ungkapnya.

“Kenapa bisa terjadi? Lah itu ada penjelasannya yang menurut kami sangat informatif dan akuntabilitasnya oke, kredibilitasnya oke. Nah itu tadi kami dalami,” pungkasnya.

Dengan proses yang telah berjalan terbuka dan melibatkan banyak pihak, Kompolnas berharap Polri dapat segera merampungkan dan mengumumkan hasil akhir guna mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Hukum Polri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan

Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding

Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Daftar Pelanggaran yang Diincar

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Oktober 2026: Rp2,54 Juta, Buyback Rp2,33 Juta

Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan

Kabar Duka! Bobotoh 16 Tahun Meninggal Usai Laga Persib di Pakansari

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.