bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan warga menangkap sejumlah pemuda di kawasan Panyileukan, Kota Bandung, viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, para pemuda itu disebut-sebut sebagai pelaku begal.
Namun, informasi tersebut langsung dibantah oleh pihak kepolisian karena dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Polisi Tegaskan Bukan Begal, Melainkan Pelajar
Kapolsek Panyileukan, AKP Bambang Haryono, menegaskan bahwa para pemuda yang diamankan bukan pelaku begal, melainkan pelajar yang diduga memiliki konflik dengan kelompok sekolah lain dan hendak melakukan aksi tawuran.
“Jadi itu anak-anak sekolah, mereka itu sebelumnya ada masalah dengan kelompok sekolah lain. Jadi sebelum ketemu dengan kelompok yang dituju, oleh warga karena jumlah mereka banyak, akhirnya diusir,” ujar AKP Bambang Haryono, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, para pelajar tersebut kemudian melarikan diri dan dikejar warga hingga akhirnya diamankan di wilayah Cilengkang 2, RW 9.
Diamankan Warga, Bukan Pelaku Kriminal Begal
AKP Bambang menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi, warga setempat langsung mengamankan para pemuda tersebut dan situasi berhasil dikendalikan.
Ia menegaskan bahwa dugaan awal sebagai pelaku begal muncul karena kesalahpahaman di tengah situasi kejar-kejaran warga.
“Karena dikejar warga Pangaritan, disangkanya begal. Padahal bukan,” jelasnya.
Diduga Rencana Tawuran dan Sempat Bawa Senjata Tajam
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa para pelajar tersebut diduga hendak melakukan aksi balas dendam terhadap kelompok pelajar lain.
Total terdapat tujuh orang dalam kelompok tersebut, namun hanya tiga orang yang berhasil diamankan untuk dimintai keterangan, sementara empat lainnya melarikan diri.
Pihak kepolisian juga menyebut bahwa para pelajar sempat membawa senjata tajam, namun barang tersebut tidak ditemukan saat proses pengamanan.
“Bawa sajam, tapi akhirnya jatuh, masih kita cari,” ujar Kapolsek.
Polisi Lakukan Pembinaan ke Sekolah
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian berencana melakukan pembinaan dengan mendatangi sekolah para pelajar tersebut pada hari Senin.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kasus ini tidak terulang kembali serta memberikan pembinaan karakter kepada siswa yang terlibat.
“Kita mau sampaikan ke pihak sekolah, supaya siswanya dibina juga,” tambahnya.
Polisi Minta Publik Tidak Salah Persepsi
AKP Bambang Haryono menegaskan bahwa informasi yang menyebut para pelajar tersebut sebagai pelaku begal adalah tidak benar dan perlu diluruskan.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi viral di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










