Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Jumat, 20 Februari 2026 12:31 WIB

Beredar Lagi! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Jadi Sorotan Publik

Jumat, 20 Februari 2026 11:31 WIB

Jadwal Siaran Langsung Pekan ke-22 Super League 2025/26, Persib vs Persita Tayang di TV?

Jumat, 20 Februari 2026 11:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa
  • Beredar Lagi! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Jadi Sorotan Publik
  • Jadwal Siaran Langsung Pekan ke-22 Super League 2025/26, Persib vs Persita Tayang di TV?
  • Fakta di Balik Viral War Tarawih di Sumenep: Ribuan Jemaah Padati Jalan Sejak Siang demi Amplop Rp300 Ribu!
  • Perebutan Gelar Liga Inggris Memanas: Arsenal vs Tottenham, Manchester City Intai Puncak
  • Viral Link Video The Connell Twins, Bocor dari OnlyFans?
  • Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk
  • Frustasi! Adam Przybek Akhirnya Angkat Kaki dari Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Rumah Janda 5 Anak Hampir Roboh, Kades Garut Marah saat Diviralkan, KDM Langsung Turun Tangan

By SusanaMinggu, 23 November 2025 18:00 WIB5 Mins Read
Viral video Pemerintah Desa Jatiwangi yang diduga memarahi warga karena memviralkan kondisi rutilahu di Garut. Foto: Tangkapan Layar Instagra @infojawabarat.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik seorang janda dengan lima anak di Kabupaten Garut kembali memantik sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa ini tidak hanya membuka mata banyak pihak mengenai kondisi kemiskinan ekstrem di daerah tersebut, tetapi juga menyeret aparat desa ke dalam pusaran kritik akibat dugaan intimidasi terhadap warga yang berinisiatif memviralkan kejadian itu.

Video Viral, Kondisi Rumah Janda 5 Anak yang Memprihatinkan

Video pertama kali diunggah oleh akun TikTok Butterfly. Dalam rekaman itu terlihat kondisi rumah yang hampir roboh, berdinding bilik, dan tidak layak huni.

Pengunggah menyertakan permohonan agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turun tangan membantu keluarga tersebut.

“Pak Dedi, anak-anak putus sekolah karena tidak mampu… nyungkeun bantosanna Pak Dedi,” tulisnya dalam video yang menjadi viral sepanjang Minggu (23/11/2025).

Respons publik pun mengalir deras. Banyak warganet menyatakan simpati dan mendesak pemerintah setempat segera melakukan penanganan cepat, terlebih menyangkut keberlangsungan pendidikan lima anak dalam keluarga tersebut.

Viral Kedua: Kepala Desa Diduga Marahi Warga yang Memviralkan

Tak lama setelah video pertama mencuat, muncul rekaman kedua yang memperlihatkan sosok diduga Kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, beserta ketua RW.

Keduanya terlihat memarahi warga yang memviralkan kondisi rumah tersebut.

“Detik-detik Kepala Desa Jatiwangi dan Pak RW ngamuk dan mengancam akan melakukan jalur hukum…” tulis pengunggah dalam keterangannya.

Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga RW menegur warga dan mempertanyakan alasan memviralkan kondisi rumah roboh itu.

Baca Juga:  Ketika Karawang Bergejolak: Iwan Pitung Menantang Dedi Mulyadi di Tengah Debu Pembongkaran

Sementara pria bertopi yang diduga Kepala Desa Jatiwangi berkata dengan nada menantang, “Maen viral wae, sok viralkan!”

Ketegangan semakin memuncak ketika salah satu warga laki-laki Jawa yang menikah dengan warga Jatiwangi, disalahkan dan dianggap bukan warga desa setempat.

“Ini salah bapak ini, kenapa bikin rumah warga bukan warga desa Jatiwangi,” ucap Kades.

Perempuan tersebut kemudian membela suaminya, “Saya asli orang sini, pak. Saya istrinya. Ya Allah Kepala Desa… sok kagok viralkan lah.”

Komentar warganet atas kejadian tersebut semakin memanaskan suasana di media sosial. Dalam pantauan melalui kolom komentar akun Instagram @infojawabarat, Minggu (23/11/2025), publik meluapkan kritik keras terhadap tindakan aparat desa yang memarahi warga.

“Kades na hyong viral cnah dan sudah ditanggapi oleh Pa Gubb, bisa bobo teu nyaaa,” tulis akun @hen*** yang menyoroti reaksi berlebihan aparat desa.

Komentar lain menyebutkan dugaan ketakutan Kepala Desa terkait transparansi anggaran.

“Ngamuk karena takut kebongkar kelakuannya,” tulis akun @lol***.

Tak sedikit pula warganet yang mendesak audit terhadap pengelolaan dana di desa tersebut. “Wajib di audit yeuh kadesna,” ujar akun @her***.

Ledakan kritik ini menunjukkan kuatnya dukungan publik kepada warga yang berusaha mencari pertolongan, sekaligus mendorong transparansi pemerintah desa dalam penanganan program Rutilahu.

Dedi MUlyadi: Memviralkan Rutilahu Itu Bagian dari Kontrol Warga

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya buka suara. Melalui unggahan di akun resminya, ia menegaskan bahwa tindakan warga memviralkan kondisi rumah tidak layak huni bukan pelanggaran, melainkan bentuk kontrol sosial.

Baca Juga:  Respons Cepat Hadapi Bencana, Pemprov Jabar Bangun 6 Pusat Komando Terpadu

“Kalau ada warga yang memviralkan rumah tidak layak huni, rumah roboh, itu tidak apa-apa. Itu bagian dari kontrol warga,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan di Instagram pribadinya.

Ia mengatakan bahwa viralnya kasus tersebut justru memudahkan dirinya dan Pemprov Jabar memahami kondisi riil di masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa tim khusus sudah disiapkan dan akan turun langsung pada Senin untuk memberikan bantuan dan memulai perbaikan rumah tersebut.

“Tugas saya adalah membantu menyelesaikan masalah. Hari Senin tim sudah saya siapkan untuk perbaikan,” tandasnya.

Kades Jatiwangi Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Videonya Viral Terkait Kasus Rutilahu

Kepala Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf setelah video dirinya bersama Ketua RW viral dan memicu kritik publik.

Dalam rekaman itu, keduanya terlihat menegur warga yang memviralkan kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik seorang janda dengan lima anak.

Dalam pernyataannya via tiktok H Tata Kades Jatiwangi, Kades membuka klarifikasi dengan menyapa warga dan mengucapkan terima kasih atas berbagai komentar yang masuk.

“Sampurasun untuk warga Jatiwangi. Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih untuk semua warga yang telah berkomentar. Sejauh mana video kami yang diviralkan, kami memaklumi bahwa banyak yang tidak mengetahui kronologi awal,” ujarnya.

Sudah Ajukan Program Rutilahu, namun Terkendala Anggaran

Kades menjelaskan bahwa penanganan rumah tidak layak huni tersebut sebenarnya telah diajukan berkali-kali. Namun, pihak desa belum dapat merealisasikan perbaikan karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dukung Farhan Tolak Usulan Dedi Mulyadi Bongkar Teras Cihampelas

“Terkait rumah tidak layak huni tersebut, sebetulnya sudah sering saya ajukan. Hanya saja mungkin dari dinas terkait anggarannya terbatas. Termasuk dana desa juga, sesuai APBD belum ada kegiatan untuk Rutilahu,” tuturnya.

Keterbatasan anggaran tersebut, menurutnya, membuat desa belum dapat melakukan intervensi lebih cepat terhadap kondisi rumah milik warga tersebut.

Sampaikan Permintaan Maaf kepada Warga

Kades juga menanggapi momen dalam video yang menunjukkan dirinya berbicara dengan nada tinggi kepada warga. Ia mengakui terjadi ketegangan ketika tiba di lokasi.

“Kami pun dari pihak desa memohon maaf dengan segala kekurangan. Kami juga manusia biasa yang ada salahnya. Memang tadi seolah-olah ada nada tinggi,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa suasana memanas karena warga yang memviralkan kondisi rumah tersebut disebut lebih dulu menunjukkan kemarahan saat pihak desa tiba di lokasi.

“Pas saya datang ke rumah tersebut, yang memviralkan itu langsung marah-marah. Sehingga Pak RW beserta kami juga terpancing. Atas pembicaraan kami itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud dan tujuan seperti itu,” jelasnya.

Penutup: Publik Menunggu Langkah Lanjutan

Permintaan maaf Kades Jatiwangi ini muncul setelah gelombang kritik publik terhadap dugaan intimidasi kepada warga. Kasus ini memantik perhatian luas, terutama terkait penanganan kemiskinan ekstrem dan transparansi program Rutilahu di desa tersebut.

Masyarakat kini menanti tindak lanjut konkret dari pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk memastikan perbaikan Rutilahu berjalan serta memastikan warga mendapatkan perlindungan dari tindakan intimidatif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi intimidasi aparat desa kades marahi warga viral rumah janda 5 anak roboh rutilahu garut viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bunuh Diri di Pohon Kampus Unpad, Polisi Pastikan Korban Bukan Mahasiswa

Geger! Jasad Pria Ditemukan di Arboretum Unpad Jatinangor, Kondisinya Sudah Membusuk

THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.