Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!

Sabtu, 5 September 2026 06:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK

Sabtu, 5 September 2026 05:00 WIB

4 Laga Menegangkan Persib di September 2026, Ada El Clasico dan Duel di Korea Selatan

Sabtu, 5 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 1,4 Juta Penerima Bansos dan 1.900 Pegawai Kemensos Terlacak Main Judi Online!
  • Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK
  • 4 Laga Menegangkan Persib di September 2026, Ada El Clasico dan Duel di Korea Selatan
  • Bansos September 2026 Cair! Ini 5 Bantuan yang Masuk Tahap 3, Ada BPNT hingga PKH
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 5 September 2026: Dapatkan Kuota DANA Kaget Hingga Ratusan Ribu
  • Klaim Item Langka! Kode Redeem Free Fire Terbaru 5 September 2026, Segera Tukarkan
  • Sinyal Hengkang Saddil Ramdani Makin Panas, Bos Persib Buka Suara
  • Hengkang dari Persib? Saddil Ramdani Diisukan Merapat ke Persebaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketika Karawang Bergejolak: Iwan Pitung Menantang Dedi Mulyadi di Tengah Debu Pembongkaran

By Aga GustianaKamis, 27 November 2025 19:09 WIB5 Mins Read
Sosok Iwan Pitung, berani marah-marah ke Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah proses pembongkaran 171 bangunan liar (bangli) di sepanjang akses Tol Karawang Barat pada Rabu (26/11/2025), suasana yang awalnya terkontrol mendadak berubah tegang. Bukan karena alat berat, bukan pula karena petugas Satpol PP. Ketegangan muncul karena satu sosok yang keberaniannya mencuri perhatian publik: Iwan Pitung.

Nama itu mendadak viral setelah ia berdiri memaki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh di lokasi penertiban. Sosok yang belakangan diketahui bernama asli Ridwan itu seolah menjadi simbol suara rakyat kecil yang sedang terdesak.

Iwan Pitung: Dari Warga Biasa Menjadi Sorotan

Ridwan, atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Pitung Karawang, bukan figur baru di masyarakat. Ia adalah mantan panglima Mabes LSM Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Karawang, Jawa Barat. Karakternya dikenal vokal, terutama ketika menyangkut nasib warga kecil.

Pagi itu, ledakan emosinya dipicu sebuah insiden yang terjadi hanya beberapa saat sebelum ia maju menghampiri gubernur: seorang pemilik bangli jatuh saat proses pembongkaran. Kejadian itu membuatnya tak tinggal diam.

Saat melihat korban tergeletak, Iwan langsung melabrak barisan petugas. Tanpa ragu ia berdiri tepat di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi dan membentaknya.

“Anda siapa?” tanya Dedi yang tak menyangka akan dihadapkan pada kemarahan sebesar itu.

“Saya orang Karawang emang kenapa? Saya ini membela orang yang mau mati, itu aja udah saya pak,” balas Iwan Pitung, masih dengan suara tinggi.

Baca Juga:  LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

Suasana pun seketika berubah tegang. Sejumlah petugas mulai bersiap berjaga, sementara warga yang menyaksikan insiden itu hanya mampu menahan napas.

Konfrontasi Meninggi, Gubernur Tetap Tenang

Mendapat bentakan tersebut, Dedi Mulyadi sempat naik pitam. Namun ia kemudian memilih menurunkan tensi suasana dengan memberikan pernyataan menenangkan.

“Yaudah nanti dibereskan, saya tanggung jawab, kita urusin, Rp500 juta aja dibayar,” ujar Dedi.

Meski begitu, Iwan Pitung masih digiring mundur oleh beberapa warga yang mencoba menjauhkan ketegangan. Situasi memanas kembali ketika ada oknum rombongan gubernur yang mengatakan Iwan “preman”.

Ucapan itu membuat Iwan Pitung kembali berang.

“Gue nolong orang-orang yang mati, siapa bilang gue preman, tanya orang-orang biar tahu siapa gue, jangan diacak-acak Karawang, maju sini, gak takut gue,” teriaknya.

Protes serupa datang dari anaknya yang berada di tempat kejadian.

“Bahasanya jangan preman, bahasanya gak enak banget,” ujar sang anak dengan nada kecewa.

Momen itu seakan memperlihatkan bahwa persoalan penertiban bangli tak sekadar soal bangunan, tetapi juga soal harga diri, rasa aman, dan keadilan yang dirasakan oleh warga setempat.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Sang Anak

Beberapa jam setelah insiden berlangsung, suasana akhirnya mereda. Anak Ridwan mendatangi Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyampaikan permintaan maaf atas sikap ayahnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Kabupaten/Kota Hapus Tunggakan PBB Warga

“Maaf banget mahasiswa ini masuk pak Gub, orang tua saya kan bukan preman kuping saya kedengeran banget ngomong preman abang ini tadi ngomong,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan diri sebagai mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Dedi menerima permintaan maaf tersebut dengan tenang, menunjukkan bahwa konflik itu bisa diselesaikan tanpa memperpanjang ketegangan.

Penjelasan Pemerintah: Penertiban Sesuai Prosedur

Di tengah sorotan terhadap insiden yang melibatkan Iwan Pitung, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memberikan penjelasan detail mengenai proses penertiban bangli. Ia menegaskan bahwa semua telah dilakukan sesuai SOP.

“Hari ini Alhamdulillah, bersama Pak Gubernur, kami mulai menata wilayah Karawang Barat. Secara SOP semua sudah kami laksanakan. Namun, hingga SP 3 masih ada bangunan yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” ujar Aep.

Ia menjelaskan, bangunan-bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga. Pemkab Karawang telah mengantongi MoU sebagai dasar hukum pelaksanaan pembongkaran.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa penataan kawasan Karawang Barat merupakan bagian dari upaya memperindah wajah daerah yang menjadi wilayah strategis serta pintu masuk kawasan industri.

“Pak Gubernur mengingatkan bahwa kawasan gerbang tol harus rapi dan bagus. Bukan hanya Karawang, tapi juga Bekasi, Purwakarta, sampai Subang. Maka saya berkewajiban merapikan akses gerbang tol Karawang Barat, termasuk penertiban bangli,” ujar Aep.

Anggaran Penataan dan Rencana Ke Depan

Setelah penertiban, Pemkab Karawang merencanakan pembangunan estetik di kawasan tersebut. Sebanyak Rp25 miliar telah disiapkan untuk menata ulang area Karawang Barat dan Karawang Timur. Di luar itu, anggaran tambahan Rp5 miliar juga dialokasikan untuk memperbaiki jalan bergelombang dan melakukan pelebaran ruas jalan hingga ke pabrik es.

Baca Juga:  Warung Ikonik Ciater Dibongkar, Kebijakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

Penataan itu diharapkan tidak hanya mempercantik akses tol, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi arus mobilitas dan ekonomi daerah.

Ketika Suara Warga Kecil Menembus Keramaian Proyek Besar

Di tengah rencana besar pemerintah dan deretan alat berat yang meratakan bangli di sepanjang jalur tol, suara lantang Iwan Pitung hari itu memberikan perspektif berbeda. Ia menghadirkan gambaran nyata tentang keresahan warga kecil yang kehidupannya bersinggungan langsung dengan kebijakan pembangunan.

Bagi sebagian orang, tindakannya dianggap berlebihan. Namun bagi sebagian lainnya, ia adalah sosok yang berani mengambil risiko demi memperjuangkan warga yang menurutnya teraniaya.

Apa pun pandangan publik, satu hal jelas: insiden di Karawang Barat itu menunjukkan dinamika sosial yang rumit antara penertiban, legalitas, dan kemanusiaan. Suara seperti Iwan Pitung mungkin keras, tetapi di balik kerasnya suara itu, ada kekhawatiran, ada keterikatan emosional, dan ada ketegangan antara rasa keadilan warga dan kebijakan pemerintah.

Dan pada hari itu, di antara tumpukan bangunan yang diratakan, nama Iwan Pitung menjadi cermin dari suara rakyat yang tak ingin diabaikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Satpol PP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cek Bansos September 2026 dengan NIK

Bansos September 2026 Cair! Ini 5 Bantuan yang Masuk Tahap 3, Ada BPNT hingga PKH

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya

Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!

Bansos

Bansos September 2026 Cair? Cek PKH, BPNT, PIP hingga PBI-JK dan Nominalnya

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Dijual Aja Liganya! Deretan Blunder Bos I.League Ferry Paulus Yang Bikin Netizen Puncak Emosi
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.