Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lionel Messi Jadi Penentu, Argentina Pulangkan Inggris Lewat Laga Dramatis 2-1

Kamis, 16 Juli 2026 07:52 WIB
Bansos

Bansos Rp Jutaan Siap Dicairkan! Ini Cara Cek Apakah NIK KTP Kamu Terdaftar sebagai Penerima PKH BPNT

Kamis, 16 Juli 2026 05:00 WIB

Gedung Pensil Bandung, Bangunan 108 Tahun yang Masih Berdiri Kokoh dan Jadi Ikon Kota Kembang

Kamis, 16 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lionel Messi Jadi Penentu, Argentina Pulangkan Inggris Lewat Laga Dramatis 2-1
  • Bansos Rp Jutaan Siap Dicairkan! Ini Cara Cek Apakah NIK KTP Kamu Terdaftar sebagai Penerima PKH BPNT
  • Gedung Pensil Bandung, Bangunan 108 Tahun yang Masih Berdiri Kokoh dan Jadi Ikon Kota Kembang
  • Bansos PKH dan BPNT Cair 20 Juli 2026, Siap-siap! Ada Penerima Baru dan KPM yang Dicoret
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 16 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Update Kode Redeem FF Terbaru 16 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Sekarang!
  • Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?
  • Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketika Karawang Bergejolak: Iwan Pitung Menantang Dedi Mulyadi di Tengah Debu Pembongkaran

By Aga GustianaKamis, 27 November 2025 19:09 WIB5 Mins Read
Sosok Iwan Pitung, berani marah-marah ke Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah proses pembongkaran 171 bangunan liar (bangli) di sepanjang akses Tol Karawang Barat pada Rabu (26/11/2025), suasana yang awalnya terkontrol mendadak berubah tegang. Bukan karena alat berat, bukan pula karena petugas Satpol PP. Ketegangan muncul karena satu sosok yang keberaniannya mencuri perhatian publik: Iwan Pitung.

Nama itu mendadak viral setelah ia berdiri memaki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh di lokasi penertiban. Sosok yang belakangan diketahui bernama asli Ridwan itu seolah menjadi simbol suara rakyat kecil yang sedang terdesak.

Iwan Pitung: Dari Warga Biasa Menjadi Sorotan

Ridwan, atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Pitung Karawang, bukan figur baru di masyarakat. Ia adalah mantan panglima Mabes LSM Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Karawang, Jawa Barat. Karakternya dikenal vokal, terutama ketika menyangkut nasib warga kecil.

Pagi itu, ledakan emosinya dipicu sebuah insiden yang terjadi hanya beberapa saat sebelum ia maju menghampiri gubernur: seorang pemilik bangli jatuh saat proses pembongkaran. Kejadian itu membuatnya tak tinggal diam.

Saat melihat korban tergeletak, Iwan langsung melabrak barisan petugas. Tanpa ragu ia berdiri tepat di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi dan membentaknya.

“Anda siapa?” tanya Dedi yang tak menyangka akan dihadapkan pada kemarahan sebesar itu.

“Saya orang Karawang emang kenapa? Saya ini membela orang yang mau mati, itu aja udah saya pak,” balas Iwan Pitung, masih dengan suara tinggi.

Baca Juga:  Heboh Pembangunan Wisata di Lereng Tangkuban Perahu, Netizen Soroti Potensi Kerusakan Lingkungan

Suasana pun seketika berubah tegang. Sejumlah petugas mulai bersiap berjaga, sementara warga yang menyaksikan insiden itu hanya mampu menahan napas.

Konfrontasi Meninggi, Gubernur Tetap Tenang

Mendapat bentakan tersebut, Dedi Mulyadi sempat naik pitam. Namun ia kemudian memilih menurunkan tensi suasana dengan memberikan pernyataan menenangkan.

“Yaudah nanti dibereskan, saya tanggung jawab, kita urusin, Rp500 juta aja dibayar,” ujar Dedi.

Meski begitu, Iwan Pitung masih digiring mundur oleh beberapa warga yang mencoba menjauhkan ketegangan. Situasi memanas kembali ketika ada oknum rombongan gubernur yang mengatakan Iwan “preman”.

Ucapan itu membuat Iwan Pitung kembali berang.

“Gue nolong orang-orang yang mati, siapa bilang gue preman, tanya orang-orang biar tahu siapa gue, jangan diacak-acak Karawang, maju sini, gak takut gue,” teriaknya.

Protes serupa datang dari anaknya yang berada di tempat kejadian.

“Bahasanya jangan preman, bahasanya gak enak banget,” ujar sang anak dengan nada kecewa.

Momen itu seakan memperlihatkan bahwa persoalan penertiban bangli tak sekadar soal bangunan, tetapi juga soal harga diri, rasa aman, dan keadilan yang dirasakan oleh warga setempat.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Sang Anak

Beberapa jam setelah insiden berlangsung, suasana akhirnya mereda. Anak Ridwan mendatangi Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyampaikan permintaan maaf atas sikap ayahnya.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran Capai 5 Triliun, Ini Rencana Dedi Mulyadi

“Maaf banget mahasiswa ini masuk pak Gub, orang tua saya kan bukan preman kuping saya kedengeran banget ngomong preman abang ini tadi ngomong,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan diri sebagai mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Dedi menerima permintaan maaf tersebut dengan tenang, menunjukkan bahwa konflik itu bisa diselesaikan tanpa memperpanjang ketegangan.

Penjelasan Pemerintah: Penertiban Sesuai Prosedur

Di tengah sorotan terhadap insiden yang melibatkan Iwan Pitung, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memberikan penjelasan detail mengenai proses penertiban bangli. Ia menegaskan bahwa semua telah dilakukan sesuai SOP.

“Hari ini Alhamdulillah, bersama Pak Gubernur, kami mulai menata wilayah Karawang Barat. Secara SOP semua sudah kami laksanakan. Namun, hingga SP 3 masih ada bangunan yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” ujar Aep.

Ia menjelaskan, bangunan-bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga. Pemkab Karawang telah mengantongi MoU sebagai dasar hukum pelaksanaan pembongkaran.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa penataan kawasan Karawang Barat merupakan bagian dari upaya memperindah wajah daerah yang menjadi wilayah strategis serta pintu masuk kawasan industri.

“Pak Gubernur mengingatkan bahwa kawasan gerbang tol harus rapi dan bagus. Bukan hanya Karawang, tapi juga Bekasi, Purwakarta, sampai Subang. Maka saya berkewajiban merapikan akses gerbang tol Karawang Barat, termasuk penertiban bangli,” ujar Aep.

Anggaran Penataan dan Rencana Ke Depan

Setelah penertiban, Pemkab Karawang merencanakan pembangunan estetik di kawasan tersebut. Sebanyak Rp25 miliar telah disiapkan untuk menata ulang area Karawang Barat dan Karawang Timur. Di luar itu, anggaran tambahan Rp5 miliar juga dialokasikan untuk memperbaiki jalan bergelombang dan melakukan pelebaran ruas jalan hingga ke pabrik es.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Takut Lawan Pelaku Penambang Ilegal

Penataan itu diharapkan tidak hanya mempercantik akses tol, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi arus mobilitas dan ekonomi daerah.

Ketika Suara Warga Kecil Menembus Keramaian Proyek Besar

Di tengah rencana besar pemerintah dan deretan alat berat yang meratakan bangli di sepanjang jalur tol, suara lantang Iwan Pitung hari itu memberikan perspektif berbeda. Ia menghadirkan gambaran nyata tentang keresahan warga kecil yang kehidupannya bersinggungan langsung dengan kebijakan pembangunan.

Bagi sebagian orang, tindakannya dianggap berlebihan. Namun bagi sebagian lainnya, ia adalah sosok yang berani mengambil risiko demi memperjuangkan warga yang menurutnya teraniaya.

Apa pun pandangan publik, satu hal jelas: insiden di Karawang Barat itu menunjukkan dinamika sosial yang rumit antara penertiban, legalitas, dan kemanusiaan. Suara seperti Iwan Pitung mungkin keras, tetapi di balik kerasnya suara itu, ada kekhawatiran, ada keterikatan emosional, dan ada ketegangan antara rasa keadilan warga dan kebijakan pemerintah.

Dan pada hari itu, di antara tumpukan bangunan yang diratakan, nama Iwan Pitung menjadi cermin dari suara rakyat yang tak ingin diabaikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aep Syaepuloh Dedi Mulyadi Iwan Pitung Karawang Barat Konflik Warga pembongkaran bangli Penertiban Satpol PP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Bansos Rp Jutaan Siap Dicairkan! Ini Cara Cek Apakah NIK KTP Kamu Terdaftar sebagai Penerima PKH BPNT

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Cair 20 Juli 2026, Siap-siap! Ada Penerima Baru dan KPM yang Dicoret

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD

Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh

Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.