Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Persib Hattrick Juara, Mariano Peralta Jadi Pemain Terbaik: Inilah Daftar Lengkap Pemenang Musim 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 20:42 WIB

Viral Dugaan Penipuan WO Marwah: Ternyata Sudah Lama Makan Korban, Karyawan Pun Tak Digaji!

Sabtu, 23 Mei 2026 20:02 WIB

Drama Tanpa Gol di GBLA: Persib Bandung Resmi Juara, Hattrick Gelar Tercipta!

Sabtu, 23 Mei 2026 18:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hattrick Juara, Mariano Peralta Jadi Pemain Terbaik: Inilah Daftar Lengkap Pemenang Musim 2026
  • Viral Dugaan Penipuan WO Marwah: Ternyata Sudah Lama Makan Korban, Karyawan Pun Tak Digaji!
  • Drama Tanpa Gol di GBLA: Persib Bandung Resmi Juara, Hattrick Gelar Tercipta!
  • Ramai Dicari! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Durasi Panjang, Isinya Mencengangkan!
  • Peringatan Keras di GBLA! Bawa Flare atau Mabuk, Hak Nonton Persib Hari Ini Langsung Dicabut
  • Selangkah Menuju Juara: Link Streaming Persib Bandung vs Persijap Jepara Sore Ini
  • Dulu Penyidik Korban, Kini Jadi Teror: Kejatuhan Mental Eks Polwan Yuni Utami Kembali Viral
  • Siap-siap Jemput Keluarga! Ini Jadwal Lengkap Kepulangan Haji 2026 Jabar di Bandara Kertajati
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 23 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketika Karawang Bergejolak: Iwan Pitung Menantang Dedi Mulyadi di Tengah Debu Pembongkaran

By Aga GustianaKamis, 27 November 2025 19:09 WIB5 Mins Read
Sosok Iwan Pitung, berani marah-marah ke Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah proses pembongkaran 171 bangunan liar (bangli) di sepanjang akses Tol Karawang Barat pada Rabu (26/11/2025), suasana yang awalnya terkontrol mendadak berubah tegang. Bukan karena alat berat, bukan pula karena petugas Satpol PP. Ketegangan muncul karena satu sosok yang keberaniannya mencuri perhatian publik: Iwan Pitung.

Nama itu mendadak viral setelah ia berdiri memaki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh di lokasi penertiban. Sosok yang belakangan diketahui bernama asli Ridwan itu seolah menjadi simbol suara rakyat kecil yang sedang terdesak.

Iwan Pitung: Dari Warga Biasa Menjadi Sorotan

Ridwan, atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Pitung Karawang, bukan figur baru di masyarakat. Ia adalah mantan panglima Mabes LSM Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Karawang, Jawa Barat. Karakternya dikenal vokal, terutama ketika menyangkut nasib warga kecil.

Pagi itu, ledakan emosinya dipicu sebuah insiden yang terjadi hanya beberapa saat sebelum ia maju menghampiri gubernur: seorang pemilik bangli jatuh saat proses pembongkaran. Kejadian itu membuatnya tak tinggal diam.

Saat melihat korban tergeletak, Iwan langsung melabrak barisan petugas. Tanpa ragu ia berdiri tepat di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi dan membentaknya.

“Anda siapa?” tanya Dedi yang tak menyangka akan dihadapkan pada kemarahan sebesar itu.

“Saya orang Karawang emang kenapa? Saya ini membela orang yang mau mati, itu aja udah saya pak,” balas Iwan Pitung, masih dengan suara tinggi.

Baca Juga:  PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Suasana pun seketika berubah tegang. Sejumlah petugas mulai bersiap berjaga, sementara warga yang menyaksikan insiden itu hanya mampu menahan napas.

Konfrontasi Meninggi, Gubernur Tetap Tenang

Mendapat bentakan tersebut, Dedi Mulyadi sempat naik pitam. Namun ia kemudian memilih menurunkan tensi suasana dengan memberikan pernyataan menenangkan.

“Yaudah nanti dibereskan, saya tanggung jawab, kita urusin, Rp500 juta aja dibayar,” ujar Dedi.

Meski begitu, Iwan Pitung masih digiring mundur oleh beberapa warga yang mencoba menjauhkan ketegangan. Situasi memanas kembali ketika ada oknum rombongan gubernur yang mengatakan Iwan “preman”.

Ucapan itu membuat Iwan Pitung kembali berang.

“Gue nolong orang-orang yang mati, siapa bilang gue preman, tanya orang-orang biar tahu siapa gue, jangan diacak-acak Karawang, maju sini, gak takut gue,” teriaknya.

Protes serupa datang dari anaknya yang berada di tempat kejadian.

“Bahasanya jangan preman, bahasanya gak enak banget,” ujar sang anak dengan nada kecewa.

Momen itu seakan memperlihatkan bahwa persoalan penertiban bangli tak sekadar soal bangunan, tetapi juga soal harga diri, rasa aman, dan keadilan yang dirasakan oleh warga setempat.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Sang Anak

Beberapa jam setelah insiden berlangsung, suasana akhirnya mereda. Anak Ridwan mendatangi Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyampaikan permintaan maaf atas sikap ayahnya.

Baca Juga:  Viral! Dedi Mulyadi Skakmat Aqua: Airnya Disedot, Pohonnya Ditebang!

“Maaf banget mahasiswa ini masuk pak Gub, orang tua saya kan bukan preman kuping saya kedengeran banget ngomong preman abang ini tadi ngomong,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan diri sebagai mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Dedi menerima permintaan maaf tersebut dengan tenang, menunjukkan bahwa konflik itu bisa diselesaikan tanpa memperpanjang ketegangan.

Penjelasan Pemerintah: Penertiban Sesuai Prosedur

Di tengah sorotan terhadap insiden yang melibatkan Iwan Pitung, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memberikan penjelasan detail mengenai proses penertiban bangli. Ia menegaskan bahwa semua telah dilakukan sesuai SOP.

“Hari ini Alhamdulillah, bersama Pak Gubernur, kami mulai menata wilayah Karawang Barat. Secara SOP semua sudah kami laksanakan. Namun, hingga SP 3 masih ada bangunan yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” ujar Aep.

Ia menjelaskan, bangunan-bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga. Pemkab Karawang telah mengantongi MoU sebagai dasar hukum pelaksanaan pembongkaran.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa penataan kawasan Karawang Barat merupakan bagian dari upaya memperindah wajah daerah yang menjadi wilayah strategis serta pintu masuk kawasan industri.

“Pak Gubernur mengingatkan bahwa kawasan gerbang tol harus rapi dan bagus. Bukan hanya Karawang, tapi juga Bekasi, Purwakarta, sampai Subang. Maka saya berkewajiban merapikan akses gerbang tol Karawang Barat, termasuk penertiban bangli,” ujar Aep.

Anggaran Penataan dan Rencana Ke Depan

Setelah penertiban, Pemkab Karawang merencanakan pembangunan estetik di kawasan tersebut. Sebanyak Rp25 miliar telah disiapkan untuk menata ulang area Karawang Barat dan Karawang Timur. Di luar itu, anggaran tambahan Rp5 miliar juga dialokasikan untuk memperbaiki jalan bergelombang dan melakukan pelebaran ruas jalan hingga ke pabrik es.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Fenomena Overproduksi Lulusan Pendidikan Guru

Penataan itu diharapkan tidak hanya mempercantik akses tol, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi arus mobilitas dan ekonomi daerah.

Ketika Suara Warga Kecil Menembus Keramaian Proyek Besar

Di tengah rencana besar pemerintah dan deretan alat berat yang meratakan bangli di sepanjang jalur tol, suara lantang Iwan Pitung hari itu memberikan perspektif berbeda. Ia menghadirkan gambaran nyata tentang keresahan warga kecil yang kehidupannya bersinggungan langsung dengan kebijakan pembangunan.

Bagi sebagian orang, tindakannya dianggap berlebihan. Namun bagi sebagian lainnya, ia adalah sosok yang berani mengambil risiko demi memperjuangkan warga yang menurutnya teraniaya.

Apa pun pandangan publik, satu hal jelas: insiden di Karawang Barat itu menunjukkan dinamika sosial yang rumit antara penertiban, legalitas, dan kemanusiaan. Suara seperti Iwan Pitung mungkin keras, tetapi di balik kerasnya suara itu, ada kekhawatiran, ada keterikatan emosional, dan ada ketegangan antara rasa keadilan warga dan kebijakan pemerintah.

Dan pada hari itu, di antara tumpukan bangunan yang diratakan, nama Iwan Pitung menjadi cermin dari suara rakyat yang tak ingin diabaikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aep Syaepuloh Dedi Mulyadi Iwan Pitung Karawang Barat Konflik Warga pembongkaran bangli Penertiban Satpol PP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandara Kertajati

Siap-siap Jemput Keluarga! Ini Jadwal Lengkap Kepulangan Haji 2026 Jabar di Bandara Kertajati

Persib Selangkah Lagi Hattrick Juara, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Bobotoh Jaga Sikap

Kabupaten Bekasi

El Nino Mengintai Majalengka: Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih dan Karhutla

Hadiah Fantastis Rp750 Juta Bagi Siapapun yang Temukan Buronan Kasus Paoman

Suarakan Kemanusiaan di Gaza, Kisah Keberanian Jurnalis Thoudy Badai Inspirasi Pihak Keluarga

Menelusuri Sosok Aman Yani, Mantan Bankir yang Dicari Dedi Mulyadi dengan Sayembara Rp750 Juta

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.