bukamata.id – Sebuah video yang menampilkan aksi kekerasan terhadap seorang pelajar SMP di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, mengejutkan warganet.
Bocah berusia 13 tahun itu mengalami perundungan kejam setelah menolak ajakan untuk minum tuak.
Dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak korban berseragam sekolah dengan kondisi wajah berdarah. Parahnya, ia diseret dan diceburkan ke dalam sumur sedalam tiga meter oleh pelaku. Aksi tak manusiawi itu direkam dan ditertawakan oleh dua orang lainnya.
Kronologi Kejadian Perundungan Brutal di Ciparay
Kapolsek Ciparay, IPTU Ilmansyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa tiga pelaku telah diamankan pada Selasa (24/6/2026).
“Kejadiannya satu bulan yang lalu. Saat ini ketiga pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ilmansyah.
Peristiwa berawal saat korban tengah bermain dengan pelaku utama berinisial MF (20 tahun). Ia membawa minuman keras tradisional jenis tuak dan memaksa korban untuk meminumnya.
“Korban sempat menolak, tapi akhirnya dipaksa hingga meminum setengah gelas tuak. Lalu, ia juga dipaksa merokok,” lanjutnya.
Saat korban hendak pulang untuk membersihkan diri, MF melarang dan justru menyerang. Serpihan bata merah dilempar ke arah korban, mengenai kepala hingga berdarah. Tidak berhenti di situ, MF menyeret korban lalu melemparkannya ke dalam sumur.
Setelah korban ditarik kembali ke atas, luka-lukanya bahkan disiram alkohol oleh pelaku. Sementara dua pelaku lain hanya menyaksikan tanpa membantu, satu dari mereka merekam kejadian sadis itu sambil tertawa.
Kasus Terungkap Setelah Video Viral di Media Sosial
Meski mengalami luka dan trauma, keluarga korban semula tidak melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Namun, video perundungan itu diunggah ke media sosial dan langsung menjadi viral, memicu reaksi publik.
“Karena tidak ada laporan dari keluarga, kami bertindak setelah video tersebut viral. Kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” tegas Ilmansyah.
Saat ini, MF sebagai pelaku utama tengah ditahan di Mapolsek Ciparay, bersama dua pelaku lainnya yang masih di bawah umur. Proses penyelidikan mendalam masih berlangsung, termasuk untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya unsur kekerasan berencana.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










