Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 06:00 WIB

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 05:00 WIB

Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya

Jumat, 28 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
  • Kode Redeem FF Terbaru 28 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
  • Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Ariel Tatum Ganti Nama Legalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waduk Cirata hingga Jatiluhur Jadi Sorotan! Potensi Akuakultur Jabar Siap Go Internasional

By SusanaJumat, 12 September 2025 12:47 WIB2 Mins Read
(ki-ka) Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak, Deny Mulyono dan Perwakilan USSEC Indonesia, Pamudi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sektor akuakultur atau budidaya perikanan di Jawa Barat memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, terutama protein hewani secara berkelanjutan.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri berkumpul dalam Aquaculture Innovation Forum & Expo 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (11/9/2025).

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Deny Mulyono menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar mengejar target produksi, melainkan memastikan masyarakat mendapatkan sumber pangan aman dan berkelanjutan.

“Poinnya adalah bagaimana kita memastikan masyarakat bisa mendapatkan protein dari perikanan yang berkelanjutan,” ujar Deny di sela acara.

Deny menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan mendukung para pembudidaya, khususnya dari sisi pakan. Berbagai perbaikan dan teknologi terbaru akan diterapkan untuk meningkatkan efisiensi serta menciptakan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

“Perikanan butuh air bersih karena ikan rentan saat kualitas air bermasalah,” katanya.

Ia juga menambahkan, upaya dilakukan untuk memastikan ikan aman dikonsumsi dan meminimalkan dampak lingkungan dari limbah pakan.

Forum ini digagas oleh USSEC Indonesia bersama GPMT, ITB, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut Deny, potensi akuakultur di Jawa Barat sangat besar.

Waduk-waduk besar seperti Cirata, Saguling, dan Jatiluhur menjadi pusat budidaya di perairan umum, sedangkan tambak darat menghasilkan komoditas unggulan seperti nila, lele, gurame, dan ikan mas.

Meskipun kebutuhan perikanan saat ini dinilai cukup, Deny menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan efisiensi agar produk akuakultur Indonesia, khususnya Jawa Barat, mampu bersaing di pasar ekspor.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana budidaya di perairan umum lebih ramah lingkungan, serta mengembangkan ide-ide inovatif, termasuk dari mahasiswa,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan USSEC Indonesia Pamudi menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk menjembatani sinergi antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi atau yang dikenal sebagai konsep triple helix.

“Tujuan kita adalah bersinergi menjawab tantangan industri dalam memproduksi pangan masa depan,” kata Pamudi.

Forum ini membahas tiga aspek utama:

  1. Inovasi produksi pakan melalui pengenalan teknologi mesin pakan terbaru dari seluruh dunia.
  2. Kesehatan ikan dan udang dengan peningkatan imunitas melalui intervensi teknologi dan penggunaan bahan baku fungsional.
  3. Budidaya perairan umum berkelanjutan dengan pengembangan teknologi untuk meminimalkan dampak lingkungan serta membuktikan bahwa budidaya bukanlah satu-satunya sumber pencemaran.

Pamudi menambahkan, forum ini diharapkan menjadi awal pembentukan konsorsium inovasi akuakultur.

Konsorsium tersebut akan menjadi wadah untuk merumuskan prioritas riset terarah dan memastikan keberlanjutan produksi pangan bagi generasi mendatang.

“Mudah-mudahan dengan adanya konsorsium ini kita bisa mendiskusikan prioritas riset untuk menjawab tantangan produksi pangan di masa depan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Bansos Berubah? Cek Sekarang Lewat HP, Ini Cara Tahu Masih Dapat Bansos atau Tidak

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.