Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Senin, 13 April 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum

Senin, 13 April 2026 15:47 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1

Senin, 13 April 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum
  • Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1
  • 137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
  • Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas
  • Fakta di Balik Hebohnya Kabar Thomas Ramdhan Pamit dari GIGI, Benarkah Ada Konflik Internal?
  • Warganet ‘Roast’ Menu MBG, Bandingkan Kualitasnya dengan Paket Nasi Murah di Supermarket
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! HIV di Jabar Menyebar ke Populasi Umum, Ini Penyebabnya

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi HIV
Kasus HIV. (Foto: Gerd Altmann dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus infeksi HIV baru di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 10.405 kasus baru, naik dua kali lipat dibanding rata-rata tahunan sebelum 2022.

Dari 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, kelompok yang paling banyak ditemukan positif HIV adalah mereka yang tertular melalui hubungan seksual.

Data menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seksual kini mendominasi, melampaui penyebaran melalui penggunaan jarum suntik yang sebelumnya menjadi penyebab utama.

“Penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, baik sesama jenis maupun lain jenis,” kata Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/6/2025).

Ancaman ke Populasi Umum

Yang menjadi perhatian serius adalah meluasnya risiko penularan HIV ke populasi umum, terutama karena sebagian individu dalam kelompok berisiko juga memiliki pasangan dari kelompok yang tidak menyadari potensi penularan tersebut.

“Banyak orang yang terlihat sehat dan hidup normal, namun tanpa sadar membawa risiko menularkan HIV ke pasangan mereka,” jelas Landry.

“Ini tantangan besar karena sulit mendefinisikan secara tegas kelompok berisiko, mengingat banyak dari mereka memiliki lebih dari satu jenis relasi seksual,” tambahnya.

Dengan begitu, penyebaran HIV tidak lagi terbatas dalam lingkup komunitas tertentu, tapi bisa menjalar ke masyarakat luas, termasuk pasangan heteroseksual yang tidak tergolong dalam kelompok risiko tinggi.

Tren Meningkat Sejak Pandemi

Landry mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus HIV mulai terlihat sejak pandemi COVID-19 mereda. Mobilitas kembali meningkat, terutama dari kalangan pekerja migran dan pekerja seks yang kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan.

“Banyak pekerja seks perempuan yang pulang ke daerah asal karena pandemi. Mereka mungkin tidak sadar menjadi mata rantai penularan di lingkungan baru mereka, baik keluarga maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Data tahunan memperkuat tren tersebut:

  • 2022: 8.620 kasus baru
  • 2023: 9.710 kasus baru
  • 2024: 10.405 kasus baru

Padahal, sebelumnya penambahan kasus tahunan relatif stabil di kisaran 5.000 kasus, dengan angka tertinggi 6.066 kasus pada tahun 2019.

Pentingnya Tes dan Edukasi Kesehatan Seksual

Melihat tingginya kasus baru yang berasal dari transmisi seksual, Landry menegaskan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual secara inklusif. Pemeriksaan dini, penggunaan alat pelindung saat berhubungan seksual, dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Tes HIV harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sesuatu yang ditakuti. Edukasi dan keterbukaan informasi akan jadi benteng utama,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

HIV Indonesia 2025 Kasus HIV Jawa Barat Lonjakan HIV pasca pandemi Penularan HIV lintas populasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

Warung-Warung di Cileunyi Digerebek, Jeriken Tuak hingga Arak Bali Disita Polisi

DPRD Jabar dan Forum Bank Sampah Bahas Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nyawa Sopir Jadi Taruhan! Rombongan Diduga Pejabat Blokir Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Cuma Buat Foto!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.