Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 05:00 WIB

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Kamis, 19 Februari 2026 04:00 WIB

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa
  • THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS
  • Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! HIV di Jabar Menyebar ke Populasi Umum, Ini Penyebabnya

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi HIV
Kasus HIV. (Foto: Gerd Altmann dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus infeksi HIV baru di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 10.405 kasus baru, naik dua kali lipat dibanding rata-rata tahunan sebelum 2022.

Dari 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, kelompok yang paling banyak ditemukan positif HIV adalah mereka yang tertular melalui hubungan seksual.

Data menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seksual kini mendominasi, melampaui penyebaran melalui penggunaan jarum suntik yang sebelumnya menjadi penyebab utama.

“Penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, baik sesama jenis maupun lain jenis,” kata Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/6/2025).

Ancaman ke Populasi Umum

Yang menjadi perhatian serius adalah meluasnya risiko penularan HIV ke populasi umum, terutama karena sebagian individu dalam kelompok berisiko juga memiliki pasangan dari kelompok yang tidak menyadari potensi penularan tersebut.

“Banyak orang yang terlihat sehat dan hidup normal, namun tanpa sadar membawa risiko menularkan HIV ke pasangan mereka,” jelas Landry.

“Ini tantangan besar karena sulit mendefinisikan secara tegas kelompok berisiko, mengingat banyak dari mereka memiliki lebih dari satu jenis relasi seksual,” tambahnya.

Dengan begitu, penyebaran HIV tidak lagi terbatas dalam lingkup komunitas tertentu, tapi bisa menjalar ke masyarakat luas, termasuk pasangan heteroseksual yang tidak tergolong dalam kelompok risiko tinggi.

Tren Meningkat Sejak Pandemi

Landry mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus HIV mulai terlihat sejak pandemi COVID-19 mereda. Mobilitas kembali meningkat, terutama dari kalangan pekerja migran dan pekerja seks yang kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan.

“Banyak pekerja seks perempuan yang pulang ke daerah asal karena pandemi. Mereka mungkin tidak sadar menjadi mata rantai penularan di lingkungan baru mereka, baik keluarga maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Data tahunan memperkuat tren tersebut:

  • 2022: 8.620 kasus baru
  • 2023: 9.710 kasus baru
  • 2024: 10.405 kasus baru

Padahal, sebelumnya penambahan kasus tahunan relatif stabil di kisaran 5.000 kasus, dengan angka tertinggi 6.066 kasus pada tahun 2019.

Pentingnya Tes dan Edukasi Kesehatan Seksual

Melihat tingginya kasus baru yang berasal dari transmisi seksual, Landry menegaskan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual secara inklusif. Pemeriksaan dini, penggunaan alat pelindung saat berhubungan seksual, dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Tes HIV harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sesuatu yang ditakuti. Edukasi dan keterbukaan informasi akan jadi benteng utama,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

HIV Indonesia 2025 Kasus HIV Jawa Barat Lonjakan HIV pasca pandemi Penularan HIV lintas populasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.