Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Selasa, 11 Agustus 2026 20:35 WIB

Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

Selasa, 11 Agustus 2026 20:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
  • Persib Langsung Dapat Lawan Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
  • Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada! Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Bisa Curi Data dan Bobol Rekening

By SusanaRabu, 15 April 2026 11:22 WIB3 Mins Read
Viral video aksi ibu tiri di kebun sawit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena pencarian link video bertajuk “Ibu Tiri vs Anak Tiri” kembali memicu kekhawatiran di ruang digital. Konten yang disebut-sebut berdurasi 7 menit dengan berbagai latar seperti kebun sawit hingga dapur itu kini ramai beredar di berbagai platform media sosial.

Namun di balik rasa penasaran publik, pakar keamanan siber mengingatkan adanya potensi jebakan digital berbahaya yang dapat mengancam data pribadi hingga keamanan rekening pengguna.

Viral di TikTok hingga Telegram, Link Menyebar Lewat Akun Anonim

Konten ini awalnya muncul dalam bentuk potongan video pendek yang diklaim sebagai kejadian nyata. Narasi tersebut kemudian berkembang dengan berbagai judul provokatif seperti “Part 2”, “Full Video”, hingga “No Sensor”.

Link serupa banyak disebarkan melalui TikTok, X, Telegram, hingga grup percakapan WhatsApp menggunakan akun anonim untuk menarik klik pengguna.

Pola penyebaran ini membuat konten cepat viral karena memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap isu sensitif dan kontroversial.

Diduga Konten Kompilasi, Bukan Kejadian Asli

Sejumlah analisis literasi digital menunjukkan bahwa video tersebut tidak memiliki satu rangkaian kejadian yang utuh. Konten yang beredar diduga merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber asing yang tidak saling berkaitan.

Bahkan ditemukan indikasi penggunaan elemen visual seperti produk luar negeri dalam beberapa potongan video, yang semakin memperkuat dugaan bahwa konten tersebut bukan kejadian lokal sebagaimana narasi yang dibangun.

Hal ini mengindikasikan adanya manipulasi narasi untuk meningkatkan engagement dan trafik ke situs tertentu.

Modus Lama Kejahatan Siber: Pancing Rasa Penasaran Publik

Pakar keamanan digital menilai pola ini bukan hal baru. Pelaku biasanya menggunakan kata kunci seperti “viral”, “full video”, hingga “part lanjutan” untuk memancing korban mengklik tautan.

Setelah ditelusuri, banyak link tersebut mengarah ke situs tidak resmi yang digunakan untuk aktivitas berbahaya seperti pencurian data hingga penyebaran malware.

Ancaman Serius: Phishing hingga Saldo Rekening Terkuras

Peringatan paling serius dari fenomena ini adalah risiko keamanan data pengguna. Link mencurigakan tersebut dapat menjadi pintu masuk berbagai serangan siber, seperti:

  • Phishing: pencurian data login, password, dan mobile banking
  • Malware/Spyware: program berbahaya yang dapat membaca OTP dan mengambil alih perangkat
  • Ransomware: penguncian data perangkat untuk meminta tebusan

Pakar keamanan menegaskan bahwa dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

“Pengguna bisa kehilangan akses akun hingga saldo rekening terkuras habis setelah mengklik atau mengunduh file dari link mencurigakan,” demikian peringatan yang disampaikan dalam analisis keamanan digital.

Modus Monetisasi Terselubung di Balik Konten Viral

Fenomena ini juga diduga menjadi bagian dari strategi monetisasi ilegal. Pelaku kerap membungkus konten asing dengan narasi lokal yang sensasional untuk menarik trafik ke situs tertentu, termasuk iklan tidak resmi hingga potensi pencurian data.

Saat rasa penasaran publik meningkat, trafik ke situs jebakan ikut melonjak dan dimanfaatkan untuk keuntungan pelaku.

Bisa Terjerat Hukum: Penyebar Link Juga Terancam UU ITE

Tidak hanya pengguna, penyebar link juga berisiko terkena sanksi hukum. Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang ITE, distribusi konten bermuatan asusila atau ilegal dapat dipidana.

Pelaku dapat dikenakan hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal mencapai Rp1 miliar.

Mengapa Konten Ini Mudah Viral?

Ada beberapa faktor yang membuat konten seperti ini cepat menyebar:

  • Narasi sensasional dan provokatif
  • Penggunaan judul “full video” dan “part lanjutan”
  • Distribusi melalui akun anonim
  • Rasa penasaran tinggi dari pengguna internet

Kombinasi ini membuat banyak pengguna tanpa sadar terjebak untuk mengklik link berbahaya.

Imbauan: Jangan Asal Klik Link Viral

Untuk menghindari risiko, masyarakat diimbau melakukan langkah pencegahan berikut:

  1. Jangan klik link mencurigakan meski judulnya menarik
  2. Hindari mengunduh file APK dari sumber tidak resmi
  3. Jangan isi data pribadi pada halaman tidak jelas
  4. Jangan menyebarkan ulang tautan yang belum terverifikasi

Kewaspadaan digital menjadi kunci utama untuk melindungi data pribadi di era banjir informasi seperti saat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ibu Tiri vs Anak Tiri keamanan siber 2026 link video viral berbahaya malware WhatsApp phishing link video scam internet indonesia UU ITE penyebaran link video 7 menit kebun sawit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

18 Agustus 2026 Libur atau Masuk Kerja? Ini Jawaban Resminya

Ilustrasi berdoa

Panduan Amalan Rebo Wekasan: Niat, Tata Cara Sholat Hajat, dan Doa Pelancar Hajat

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cair Serentak 17 Agustus! Ini Jadwal Resmi PKH, BPNT, dan Beras 30 Kg Bulan Ini

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Taurus Stop Janji Manis, Aquarius Butuh Ruang Sendiri!

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.