bukamata.id – Bandung kembali menjadi sorotan setelah potongan video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) dari Institut Teknologi Bandung viral di media sosial. Aksi panggung tersebut memicu perdebatan luas setelah lagu berjudul “Erika” dinilai mengandung lirik vulgar dan merendahkan martabat perempuan.
Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan menimbulkan gelombang kritik dari publik, akademisi, hingga pemerhati pendidikan.
Video Viral di X dan Picu 1,2 Juta Tayangan
Konten pertama kali mencuat melalui unggahan di platform X oleh akun @iPoopBased pada 13 April 2026. Dalam video tersebut, terlihat penampilan mahasiswa yang membawakan lagu “Erika” dalam suasana panggung orkes semi dangdut.
Yang menjadi sorotan publik adalah lirik lagu yang ditampilkan secara jelas di layar panggung dan dianggap mengandung unsur eksplisit serta tidak pantas dikonsumsi ruang publik akademik.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali dan memicu perdebatan sengit di kolom komentar.
Isi Lirik Dinilai Vulgar dan Objektifikasi Perempuan
Sejumlah potongan lirik yang beredar menyebutkan frasa bernuansa seksual dan dianggap merendahkan perempuan. Hal ini memicu kritik keras dari warganet yang menilai konten tersebut tidak mencerminkan etika akademik di lingkungan kampus.
Banyak pihak menilai bahwa pertunjukan tersebut telah melewati batas humor internal dan berubah menjadi bentuk normalisasi pelecehan verbal.
Dalih Tradisi Lama Himpunan Mahasiswa
Sejumlah informasi menyebutkan bahwa lagu “Erika” bukan karya baru, melainkan bagian dari “tradisi” internal yang sudah beredar sejak lama di lingkungan organisasi mahasiswa.
Namun, klaim tersebut justru menuai penolakan publik. Banyak warganet menilai bahwa dalih tradisi tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mempertahankan budaya yang dianggap merugikan kelompok tertentu.
Isu Sensitif Muncul Bersamaan Dugaan Kekerasan Seksual
Kritik publik semakin menguat karena kontroversi ini muncul di tengah mencuatnya isu dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa di lingkungan yang sama. Hal ini membuat publik mempertanyakan efektivitas pengawasan internal kampus, termasuk peran Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai keterkaitan kedua isu tersebut.
Pihak Kampus Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak HMT maupun rektorat Institut Teknologi Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya video tersebut.
Akun media sosial terkait juga masih dipenuhi komentar dan tagar protes dari warganet yang menuntut klarifikasi serta evaluasi terhadap budaya organisasi mahasiswa.
Sorotan Publik: Etika Kampus di Era Digital
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas mahasiswa di ruang publik digital kini berada di bawah pengawasan luas masyarakat. Setiap bentuk ekspresi, termasuk pertunjukan seni dan budaya organisasi, dapat dengan cepat menjadi sorotan nasional.
Publik menilai pentingnya pembinaan karakter dan etika di lingkungan kampus agar tidak terjadi normalisasi perilaku yang dianggap merugikan kelompok tertentu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










