Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 01:00 WIB

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Selasa, 11 Agustus 2026 20:35 WIB

Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
  • Persib Langsung Dapat Lawan Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada Sindrom Metabolik, Pemicu Demensia di Usia Muda

By Aga GustianaMinggu, 27 April 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi demensia. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko demensia dini, bahkan pada usia yang masih tergolong muda. Gangguan pada sistem metabolisme tubuh ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu fungsi otak.

Sindrom metabolik ditandai oleh kombinasi beberapa kondisi medis, seperti:

  • Lingkar pinggang melebihi batas normal
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar gula darah tinggi
  • Trigliserida tinggi
  • Kolesterol HDL (“kolesterol baik”) rendah

Penelitian tersebut menemukan bahwa individu dengan sindrom metabolik memiliki risiko 24 persen lebih tinggi untuk mengembangkan demensia di usia muda dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.

“Hal terpenting dari studi ini adalah bahwa sindrom metabolik secara signifikan meningkatkan risiko terkena demensia dini,” ujar Dr. Minwoo Lee, peneliti utama dari Hallym University Sacred Heart Hospital, Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan metabolik sejak dini sebagai upaya pencegahan.

Studi ini melibatkan hampir dua juta peserta yang tergabung dalam Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Para peneliti mengikuti kondisi kesehatan mereka sejak tahun 2009 hingga 2020, mencatat faktor-faktor sindrom metabolik dan kasus demensia dini yang muncul. Hasil lengkap penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Neurology.

Dr. Lee juga menjelaskan bahwa masing-masing komponen sindrom metabolik — seperti tekanan darah tinggi, obesitas, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol abnormal — secara individu dapat meningkatkan risiko demensia.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Korea. Data dari National Heart, Lung, and Blood Institute mencatat bahwa satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat juga mengalami sindrom metabolik, menandakan potensi risiko serupa secara global.

Menanggapi temuan ini, Dr. Richard Isaacson, ahli neurologi preventif dari Institute for Neurodegenerative Diseases, Florida, menegaskan pentingnya edukasi dan perubahan gaya hidup sejak usia muda.

“Demensia adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Mengalaminya di usia muda tentu lebih mengkhawatirkan,” kata Isaacson. “Orang-orang di usia 20-an hingga 50-an harus diberdayakan untuk membuat pilihan hidup yang menyehatkan otak sejak dini,” tambahnya.

Beberapa tanda awal demensia dini yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sering lupa
  • Kesulitan mengenali waktu dan tempat
  • Kurang responsif terhadap lingkungan sekitar
  • Pengambilan keputusan yang keliru
  • Sulit beradaptasi dengan perubahan
  • Kehilangan semangat atau inisiatif

Temuan ini mempertegas pentingnya menjaga kesehatan metabolik sebagai investasi jangka panjang untuk melindungi fungsi otak dan kualitas hidup di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demensia pikun sindrom metabolik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

18 Agustus 2026 Libur atau Masuk Kerja? Ini Jawaban Resminya

Ilustrasi berdoa

Panduan Amalan Rebo Wekasan: Niat, Tata Cara Sholat Hajat, dan Doa Pelancar Hajat

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cair Serentak 17 Agustus! Ini Jadwal Resmi PKH, BPNT, dan Beras 30 Kg Bulan Ini

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.