Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Minggu, 27 September 2026 15:21 WIB

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Minggu, 27 September 2026 14:32 WIB

Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 27 September 2026 14:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada Sindrom Metabolik, Pemicu Demensia di Usia Muda

By Aga GustianaMinggu, 27 April 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi demensia. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko demensia dini, bahkan pada usia yang masih tergolong muda. Gangguan pada sistem metabolisme tubuh ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu fungsi otak.

Sindrom metabolik ditandai oleh kombinasi beberapa kondisi medis, seperti:

  • Lingkar pinggang melebihi batas normal
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar gula darah tinggi
  • Trigliserida tinggi
  • Kolesterol HDL (“kolesterol baik”) rendah

Penelitian tersebut menemukan bahwa individu dengan sindrom metabolik memiliki risiko 24 persen lebih tinggi untuk mengembangkan demensia di usia muda dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.

“Hal terpenting dari studi ini adalah bahwa sindrom metabolik secara signifikan meningkatkan risiko terkena demensia dini,” ujar Dr. Minwoo Lee, peneliti utama dari Hallym University Sacred Heart Hospital, Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan metabolik sejak dini sebagai upaya pencegahan.

Studi ini melibatkan hampir dua juta peserta yang tergabung dalam Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Para peneliti mengikuti kondisi kesehatan mereka sejak tahun 2009 hingga 2020, mencatat faktor-faktor sindrom metabolik dan kasus demensia dini yang muncul. Hasil lengkap penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Neurology.

Dr. Lee juga menjelaskan bahwa masing-masing komponen sindrom metabolik — seperti tekanan darah tinggi, obesitas, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol abnormal — secara individu dapat meningkatkan risiko demensia.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Korea. Data dari National Heart, Lung, and Blood Institute mencatat bahwa satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat juga mengalami sindrom metabolik, menandakan potensi risiko serupa secara global.

Menanggapi temuan ini, Dr. Richard Isaacson, ahli neurologi preventif dari Institute for Neurodegenerative Diseases, Florida, menegaskan pentingnya edukasi dan perubahan gaya hidup sejak usia muda.

“Demensia adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Mengalaminya di usia muda tentu lebih mengkhawatirkan,” kata Isaacson. “Orang-orang di usia 20-an hingga 50-an harus diberdayakan untuk membuat pilihan hidup yang menyehatkan otak sejak dini,” tambahnya.

Beberapa tanda awal demensia dini yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sering lupa
  • Kesulitan mengenali waktu dan tempat
  • Kurang responsif terhadap lingkungan sekitar
  • Pengambilan keputusan yang keliru
  • Sulit beradaptasi dengan perubahan
  • Kehilangan semangat atau inisiatif

Temuan ini mempertegas pentingnya menjaga kesehatan metabolik sebagai investasi jangka panjang untuk melindungi fungsi otak dan kualitas hidup di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.