bukamata.id – Momen peringatan HUT RI pada 17 Agustus selalu menjadi peristiwa bersejarah yang disambut penuh sukacita oleh seluruh masyarakat. Selain memeriahkannya melalui upacara bendera dan bermacam lomba rakyat, umat Muslim dianjurkan melengkapi momentum ini dengan memperbanyak doa serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Prinsip bersyukur atas anugerah kedamaian ini memiliki landasan kuat dalam syariat Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, Allah SWT berfirman melalui Surah Ibrahim ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
Melalui untaian doa di Hari Kemerdekaan, kaum Muslimin memohon keberkahan agar Indonesia senantiasa dilindungi dari berbagai bencana, dijauhkan dari perpecahan, serta dilimpahi ketenteraman.
Kumpulan Doa Hari Kemerdekaan untuk Bangsa dan Negara
Doa Ungkapan Syukur dan Perlindungan Negeri
Lafaz ini dibaca untuk mengenang jasa pejuang sekaligus memohon keselamatan bagi NKRI:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana mengagungkan kemuliaan zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”
Doa Kesejahteraan dan Kebaikan Bangsa
Permohonan agar kehidupan bermasyarakat senantiasa berjalan harmonis dan penuh berkah:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَا نَا الَّذِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّذِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Artinya: “Ya Allah, perbaikilah agama kami yang merupakan benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami yang menjadi tempat penghidupan kami, dan perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai pemelihara kebaikan bagi kami, dan jadikanlah kematian sebagai kebebasan kami dari segala kejahatan.”
Meneladani Tradisi Mendoakan Para Pahlawan
Peringatan 17 Agustus juga menjadi ruang terbaik untuk menengadahkan tangan bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur mendahului kita.
Tradisi mendoakan para pahlawan ini sejalan dengan petunjuk Rasulullah SAW. Dalam kitab Riyadus Shalihin (HR. Bukhari dan Muslim), diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah secara khusus mendatangi kawasan makam para syuhada Perang Uhud untuk memanjatkan doa bagi mereka.
Rangkaian doa dapat dipungkasi dengan membaca permohonan kebaikan dunia dan akhirat berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Para ulama menegaskan bahwa sikap mencintai tanah air (hubbul wathan) yang diwujudkan melalui doa merupakan cerminan keimanan seseorang sekaligus bukti kepedulian sebagai warga negara. Mendoakan keselamatan Indonesia pada momen perayaan kemerdekaan menjadi langkah nyata untuk merawat ikatan persatuan di tengah beragam perbedaan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










