bukamata.id – Belakangan, nama Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata dan putri politisi Zulkifli Hasan (Zulhas), kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada kisah ketidakhadirannya dalam sebuah seminar di Universitas Padjadjaran (UNPAD), yang diikuti dengan kontroversi lain yang sempat mengundang kritik warganet.
Kekecewaan Panitia UNPAD
Evi Noviantika, Ketua Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan di Sekolah Pascasarjana UNPAD, mengungkapkan rasa kecewanya atas insiden yang melibatkan Zita. Cerita ini dibagikan melalui akun Instagram @surakartakita.
Menurut Evi, Zita awalnya dijadwalkan sebagai pembicara luring pada seminar yang digelar UNPAD. Panitia telah melakukan koordinasi sejak Februari 2025 dan menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk teleprompter dan daftar peserta. Namun, mendekati acara, kehadiran Zita dialihkan ke daring via Zoom dengan sejumlah syarat yang telah dipenuhi panitia.
Sayangnya, pada hari H, Zita tidak hadir. Upaya panitia untuk menghubungi ajudannya tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Zita membatalkan kehadirannya secara mendadak. Yang menjadi sorotan warganet adalah unggahan story Instagram Zita yang memperlihatkan dirinya sedang berolahraga di gym pada waktu hampir bersamaan dengan acara seminar. Unggahan ini memicu gelombang komentar netizen yang beragam.
Klarifikasi dari Zita Anjani
Menanggapi berbagai sorotan, Zita Anjani akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @zitaanjani.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus karena tidak dapat hadir dalam acara Seminar Magister Pariwisata UNPAD pada tanggal 26 Juni 2025. Keputusan membatalkan secara mendadak adalah kekeliruan saya dan tim.”
“Saat itu saya sudah berada dalam agenda lain yang dimulai sebelum cara kampus berlangsung, namun ternyata tidak selesai sesuai rencana. Di situlah kami gagal mengantisipasi dan mengkomunikasikannya dengan tepat kepada panitia. Saya bertanggung jawab atas kekecewaan yang timbul, dan saya belajar banyak dari ini.”
“Adapun unggahan saya setelahnya yang menimbulkan salah paham, yakni saat saya berada di gym, adalah late post yang telah dijadwalkan sebelumnya. Saya memahami bagaimana itu bisa memicu persepsi yang keliru, dan untuk itu saya mohon maaf.”
Zita menegaskan keinginannya untuk membuka ruang dialog dan memperbaiki citra melalui programnya Unlock Indonesia, yang menekankan pentingnya kerja sama dan perbaikan berkelanjutan.
Kontroversi Lain yang Pernah Menyita Perhatian
Kasus di UNPAD menjadi salah satu dari rangkaian kontroversi yang melibatkan Zita Anjani. Beberapa peristiwa sebelumnya juga sempat memancing pro dan kontra publik:
- Foto Kopi Starbucks dengan Latar Kabah
Saat menunaikan ibadah umrah, Zita sempat membagikan foto secangkir kopi Starbucks dengan latar Kabah. Unggahan ini menuai kritik karena muncul di tengah ajakan memboikot gerai kopi tersebut. Untuk menepis kontroversi, ia kemudian membagikan kopi merek lokal sambil mengaitkannya dengan penggalangan dana untuk Palestina. - Perubahan Penampilan dan Lepas Hijab
Zita yang sebelumnya sering tampil berhijab terlihat mengubah gaya busananya menjadi lebih terbuka dalam beberapa kesempatan publik. Pergeseran ini memicu perbincangan di media sosial mengenai konsistensi citra sebagai figur publik. - Absen Rapat DPRD DKI Jakarta
Sorotan besar muncul saat Zita tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, dan pada saat yang sama ia membagikan aktivitas pilates serta momen santai di kafe. Aksi ini memicu kritik luas terkait tanggung jawabnya sebagai pejabat daerah.
Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa setiap langkah pejabat publik selalu menjadi sorotan, baik untuk transparansi maupun profesionalisme dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










