bukamata.id – Tiga tahun perjalanan Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) mencatat pencapaian gemilang. Program inisiatif dari Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia ini telah memberdayakan lebih dari 9.700 pelajar SMA/SMK di 14 kota/kabupaten di Indonesia, membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan berorientasi pada masa depan berkelanjutan.
Lewat pendekatan belajar langsung atau experiential learning, ZEP membimbing siswa memahami proses kewirausahaan dari nol – mulai dari menemukan masalah, merancang solusi, hingga mengeksekusi ide bisnis. Tahun ini, metode design thinking dan project management turut diperkenalkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kerja tim, serta kepemimpinan.
Program ini menekankan pengembangan ide usaha yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak sosial. Tiga isu utama menjadi fokus pengembangan: ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, dan perubahan iklim. Hasilnya, selama tiga tahun terakhir, telah lahir 120 usaha baru dengan total pendapatan lebih dari Rp950 juta.
“Membekali generasi muda dengan keterampilan kewirausahaan dan literasi keuangan adalah kunci menciptakan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia. “ZEP menjadi katalis penting yang menumbuhkan semangat berinovasi di kalangan siswa.”
ZEP juga mendapat dukungan penuh dari 228 karyawan Zurich Indonesia yang terlibat sebagai mentor dalam lebih dari 500 sesi pendampingan. Kehadiran mereka memberi siswa wawasan langsung mengenai dunia kerja serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan profesionalisme sejak dini.
Salah satu capaian membanggakan datang dari tim siswa Indonesia yang berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang JA Asia Pacific Company of the Year Competition di Jepang, Maret 2025 lalu. Prestasi ini menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan yang terarah mampu membawa generasi muda Indonesia bersaing di tingkat internasional.
Menurut Adriana Poglia, Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, program ini membuka akses pembelajaran yang inklusif dan transformatif. “Kami ingin memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan menciptakan masa depan yang lebih adil,” ujarnya.
Senada dengan itu, Robert Gardiner, Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam mempercepat inovasi pendidikan. “ZEP adalah contoh nyata bagaimana kemitraan dengan sektor swasta, pemerintah, dan komunitas dapat membawa perubahan nyata di ruang kelas.”
Melalui ZEP, Zurich Indonesia dan mitranya telah membangun ekosistem pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai keberlanjutan, memperkuat literasi keuangan, serta mengintegrasikan wirausaha ke dalam kurikulum sekolah. Ke depan, mereka berkomitmen terus memperluas jangkauan agar lebih banyak anak muda Indonesia mendapat kesempatan untuk tumbuh dan memberi kontribusi positif bagi ekonomi nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











