Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Senin, 3 Agustus 2026 06:00 WIB

Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali

Senin, 3 Agustus 2026 03:00 WIB

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

6.957 Kasus Scam di Jawa Barat, DPRD Jabar Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

By SusanaKamis, 13 November 2025 23:25 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi III DPRD Jabar Tetep Abdulatip. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti meningkatnya kasus penipuan keuangan digital (scam) yang semakin marak di masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan tingkat aduan scam tertinggi di Indonesia, mencapai 6.957 laporan selama September 2025.

Anggota Komisi III DPRD Jabar Tetep Abdulatip menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat.

“Saya prihatin Jawa Barat menjadi provinsi dengan pengaduan scam tertinggi secara nasional. Ini harus direspons cepat oleh pemerintah,” ujar Tetep Abdulatip di Bandung, Kamis (13/11/2025).

Perlu Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Menurut Tetep, langkah awal yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam penipuan online.

“Pemerintah harus aktif melakukan edukasi dan kampanye berkelanjutan agar masyarakat lebih berhati-hati menggunakan layanan keuangan digital,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan literasi digital dan keuangan menjadi kunci penting dalam menekan angka penipuan. Dengan kemudahan akses internet saat ini, masyarakat harus dibekali pengetahuan dan kesadaran untuk mengenali modus-modus kejahatan keuangan digital.

Dorong Penguatan Regulasi dan Penegakan Hukum

Selain edukasi, Tetep Abdulatip juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan digital. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menyusun aturan adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi keuangan.

“DPRD Jawa Barat mendorong pemerintah membuat regulasi sesuai kewenangan untuk melindungi masyarakat. Kami akan mengkaji aturan daerah agar bisa memberikan perlindungan yang nyata,” tegasnya.

Akses Kredit Formal dan Program Inklusif

Lebih lanjut, DPRD Jabar juga mendorong pemerintah untuk memperluas akses kredit formal yang mudah dan terjangkau, guna menekan tingginya angka pinjaman ilegal dan penipuan keuangan.

Salah satu upayanya adalah memperluas program seperti Kredit Mesra dari Bank BJB disertai pelatihan keterampilan bagi penerima manfaat.

“Bantuan tanpa pendampingan tidak akan efektif. Warga perlu dibekali keterampilan agar bisa memanfaatkan program dengan baik,” ujarnya.

Aktifkan Kembali Satgas Keuangan Ilegal

Di akhir pernyataannya, Tetep menekankan pentingnya pengaktifan kembali Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan aktivitas keuangan ilegal agar bekerja lebih efektif di lapangan.

“Satgas jangan hanya dibentuk di atas kertas. Harus aktif, turun ke masyarakat, dan benar-benar melindungi warga dari jebakan keuangan ilegal,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat kasus scam Jabar keuangan digital ilegal literasi keuangan Penipuan Online scam digital Tetep Abdulatip
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.