Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2

Jumat, 18 September 2026 16:50 WIB

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Jumat, 18 September 2026 16:38 WIB

Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC

Jumat, 18 September 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
  • Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

6.957 Kasus Scam di Jawa Barat, DPRD Jabar Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

By SusanaKamis, 13 November 2025 23:25 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi III DPRD Jabar Tetep Abdulatip. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti meningkatnya kasus penipuan keuangan digital (scam) yang semakin marak di masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan tingkat aduan scam tertinggi di Indonesia, mencapai 6.957 laporan selama September 2025.

Anggota Komisi III DPRD Jabar Tetep Abdulatip menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut dan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat.

“Saya prihatin Jawa Barat menjadi provinsi dengan pengaduan scam tertinggi secara nasional. Ini harus direspons cepat oleh pemerintah,” ujar Tetep Abdulatip di Bandung, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga:  Rafael Situmorang Tegaskan PIP Gratis, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Pungutan

Perlu Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Menurut Tetep, langkah awal yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam penipuan online.

“Pemerintah harus aktif melakukan edukasi dan kampanye berkelanjutan agar masyarakat lebih berhati-hati menggunakan layanan keuangan digital,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan literasi digital dan keuangan menjadi kunci penting dalam menekan angka penipuan. Dengan kemudahan akses internet saat ini, masyarakat harus dibekali pengetahuan dan kesadaran untuk mengenali modus-modus kejahatan keuangan digital.

Dorong Penguatan Regulasi dan Penegakan Hukum

Baca Juga:  ‎Rafael Situmorang Berkomitmen Tampung Aspirasi terkait Pendidikan, Kesehatan dan Masalah Sosial Masyarakat Kota Bandung dan Cimahi‎

Selain edukasi, Tetep Abdulatip juga menekankan pentingnya penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan digital. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menyusun aturan adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi keuangan.

“DPRD Jawa Barat mendorong pemerintah membuat regulasi sesuai kewenangan untuk melindungi masyarakat. Kami akan mengkaji aturan daerah agar bisa memberikan perlindungan yang nyata,” tegasnya.

Akses Kredit Formal dan Program Inklusif

Lebih lanjut, DPRD Jabar juga mendorong pemerintah untuk memperluas akses kredit formal yang mudah dan terjangkau, guna menekan tingginya angka pinjaman ilegal dan penipuan keuangan.

Baca Juga:  Sentil Generasi Alfa, Rafael Situmorang: Membumikan Pancasila Jangan Cuma Omong Doang!

Salah satu upayanya adalah memperluas program seperti Kredit Mesra dari Bank BJB disertai pelatihan keterampilan bagi penerima manfaat.

“Bantuan tanpa pendampingan tidak akan efektif. Warga perlu dibekali keterampilan agar bisa memanfaatkan program dengan baik,” ujarnya.

Aktifkan Kembali Satgas Keuangan Ilegal

Di akhir pernyataannya, Tetep menekankan pentingnya pengaktifan kembali Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan aktivitas keuangan ilegal agar bekerja lebih efektif di lapangan.

“Satgas jangan hanya dibentuk di atas kertas. Harus aktif, turun ke masyarakat, dan benar-benar melindungi warga dari jebakan keuangan ilegal,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat literasi keuangan Penipuan Online
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.