Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?

Sabtu, 4 April 2026 05:00 WIB
Bobotoh

Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis

Sabtu, 4 April 2026 04:00 WIB

Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet

Sabtu, 4 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
  • Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis
  • Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet
  • Waspada Jebakan Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Medsos: Modus Phishing di Balik Konten Viral
  • Fakta di Balik Viral Video ‘Ojol vs Bule’ di Bali: Dari Isu Part 2 Hingga Pelanggaran Visa
  • Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan
  • Maung Bandung Tertekan! Semen Padang Siap Gagalkan Ambisi Juara Persib
  • Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

12 Daerah di Jabar yang Dilanda Bencana Alam pada 2024, Ada Gempa hingga Puting Beliung

By Putra JuangJumat, 23 Februari 2024 08:15 WIB5 Mins Read
Foto/Ilustrasi angin puting beliung. (istockphoto).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tahun 2024 menjadi momen yang berat bagi Jawa Barat. Pasalnya, sejumlah bencana alam seperti gempa, longsor, banjir hingga angin puting beliung terjadi sejak awal Januari hingga pertengahan Februari ini.

Salah satu penyebab dari bencana alam tersebut karena dipicu oleh hujan ekstrem. Tidak hanya perubahan iklim, bencana alam ini ikut dipicu aktivitas alih fungsi lahan yang mengakibatkan minimnya jumlah kawasan hutan dan daerah resapan air.

Sedikitnya, ada 12 daerah di Jabar yang dilanda bencana alam di tahun 2024 ini. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Gempa Sumedang

Bermula dari gempa bumi merusak yang mengguncang Kabupaten Sumedang. Gempa ini terjadi beberapa jam sebelum pergantian tahun 2024. Pada Minggu (31/12/2023), gempa berturut-turut mengguncang Sumedang.

Diawali gempa M 4,1 dengan kedalaman 7 km pukul 14.35 WIB, gempa M 3,4 dengan kedalaman 6 km pukul 15.38 WIB, dan puncaknya gempa M 4,8 kedalaman 5 km pukul 20.34 WIB.

Gempa ini mengakibatkan setidaknya 13 warga mengalami luka, 1.462 unit bangunan rusak dengan rincian rusak ringan 1184 unit, rusak sedang 197 unit dan rusak berat 81 unit.

2. Banjir di Kabupaten Cirebon

Ratusan rumah dalam tiga desa di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, terendam banjir, pada Kamis (1/2/2024) malam. Air merendam permukiman warga dengan ketinggian variatif.

Banjir merendam jalan penghubung Desa Gamel dengan Desa Wotgali. Jalan itu juga menghubungkan Kecamatan Plered dengan Kecamatan Gunung Jati. Ketinggian permukaan air di Desa Gamel mencapai sekitar 50 sampai 100 sentimeter.

Diketahui, banjir kali ini didahului oleh hujan deras disertai angin kencang. Hujan berlangsung cukup lama dimulai Kamis (1/2/2024) sekitar pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Baca Juga:  Ini 4 Tempat Wisata di Jabar yang Disegel Dedi Mulyadi

3. Longsor di Mata Air Cipondok

Bencana longsor terjadi di Kabupaten Subang. Longsor terjadi di kawasan wisata dan sumber mata air Cipondok pada Minggu (7/1/2024) sekira pukul 17.45 WIB.

Longsor sendiri terjadi usai curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Subang.

4. Longsor dan Angin Puting Beliung di Garut

Bencana longsor dan angin puting beliung terjang beberapa daerah di Kabupaten Garut, Senin (5/2/2024).

Kejadian longsor dilaporkan pertama kali terjadi di Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang sekitar Pukul 09.00 WIB. Akibatnya, jalan lingkungan penghubung antara Kecamatan Cikajang dan Banjarwangi tidak dapat dilalui.

Dugaan sementara, longsor terjadi diakibatkan oleh kemiringan lereng yang curam dan ketidakmampuan tanah untuk menampung tingginya resapan air, sehingga mengakibatkan longsoran dengan kering sekitar 30 meter dan panjang sekitar 15 meter.

Selain bencana longsor, dilaporkan juga telah terjadi bencana angin puting beliung yang menimpa daerah di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul pada pukul 14.30 WIB.

Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin puting beliung dan petir melanda wilayah Desa Kersamenak, hingga berdampak pada rusaknya beberapa rumah warga di bagian atap.

Sedikitnya, 7 rumah milik warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung ini. Tak hanya itu, akibat bencana tersebut sempat memutuskan jaringan listrik ke-7 rumah tadi, akibat tertimpa pohon bambu yang roboh.

5. Banjir di Kabupaten Bandung

Banjir akibat hujan deras membuat sebagian wilayah di Kabupaten Bandung dilanda banjir. Setidaknya 116 rumah terdampak kejadian ini.

Baca Juga:  Kopi Asli Jabar Senilai Rp3,5 Miliar Dilepas di West Java Expo 2024

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat menyebutkan, banjir terjadi di Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Rancaekek, dan Kecamatan Pangalengan, Selasa (8/1/2024). Ketinggian air antara 10-60 sentimeter. Rata-rata setiap keluarga terdiri dari empat orang.

6. Banjir di Kota Bandung

Banjir akibat luapan Sungai Cikapundung merendam ratusan rumah di pusat Kota Bandung, di Kelurahan Braga, Kamis (11/1/2024). Warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga.

Banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras di Kota Bandung sejak Kamis siang membuat aliran Sungai Cikapundung meluap dan menjebol salah satu titik tanggul.

7. Banjir di Kabupaten Majalengka

Banjir melanda wilayah Kabupaten Majalengka sejak Minggu (11/2/2024), dan mulai berangsur surut pada Senin (12/2/2024) malam. Peristiwa itu terjadi pasca hujan dengan itensitas tinggi yang sebabkan meluapnya debit air Sungai Cipelang ke permukiman warga dan beberapa akses jalan tergenang.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, banjir sempat sebabkan 1.923 KK/5.641 jiwa terdampak, lokasinya berada di enam desa yang ada pada Kecamatan Kertajati, meliputi Desa Palasah, Pakubeureum, Kertawaringin, Kertajati, Bantarjati dan Babakan.

Sebanyak 1.631 unit rumah, 7 unit fasilitas pendidikan, 7 unit fasilitas peribadatan dengan ketinggian maksimal saat itu 80 centimeter. Banjir juga melanda 715 ha lahan pertanian terdampak.

8. Longsor di Kabupaten Sukabumi

Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (24/1/2024). Longsor mengakibatkan 12 rumah rusak berat serta posyandu dan mushala terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan, tanah longsor terjadi di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa itu.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras Semalaman, Dayeuhkolot Kembali Terendam Banjir

9. Banjir di Kabupaten Cianjur

Sungai Cibodas meluap dan menyebabkan banjir di Kabupaten Cianjur. Bencana banjir ini melanda tiga kecamatan hingga membuat ratusan rumah terendam air. Sebanyak delapan keluarga yang terisolir telah dievakuasi.

10. Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Longsor terjadi di empat titik tebing hingga menimbun badan Jalan Rajamandala-Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Jumat (16/2/2024).

Jalan yang tertimbun itu merupakan ruas jalan PLTA Saguling yang menghubungkan Kecamatan Cipatat dengan Kecamatan Cipongkor. Titik longsor itu berada di Kampung Cipanas, RT 01 RW 01 Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat.

11. Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Longsor menutup ruas Jalan Kolonel Masturi, tepatnya di dekat objek wisata Curug Pelangi Cimahi dan Universitas Advent Indonesia, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Longsor dari tebing kurang lebih setinggi 15 meter di tepi jalan alternatif menuju kawasan wisata Lembang itu terjadi pada Selasa (6/2/2024) sekitar pukul 17.45 WIB.

12. Puting beliung di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang

Sebanyak 735 keluarga dan 116 bangunan terdampak puting beliung di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, pada Rabu (21/2/2024). Sedikitnya 32 warga terluka akibat kejadian ini.

Bencana ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Putaran angin kencang berukuran besar muncul di area persawahan. Pusarannya semakin besar dan merusak bangunan, rumah, pohon, hingga membalikkan truk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

2024 banjir Bencana Alam gempa Jabar jawa barat longsor Puting Beliung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.