Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ini 4 Tempat Wisata di Jabar yang Disegel Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 12 Maret 2025 01:00 WIB2 Mins Read
Hibisc Fantasy
Hibisc Fantasy Puncak. (Foto: Isc)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah resmi menyegel empat tempat wisata di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, karena dianggap melanggar aturan lingkungan. Penyegelan ini dilakukan pada Kamis (6/3/2025) dan dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Dalam proses penyegelan, Dedi Mulyadi bersama Hanif Faisol memasang plang peringatan dan garis kuning sebagai tanda larangan aktivitas di area tersebut. Keempat lokasi wisata ini dinilai berpotensi merusak ekosistem dan sumber daya alam di kawasan Puncak.

Daftar Tempat Wisata yang Disegel

  1. Perusahaan Perkebunan Sumber Sari Bumi Pakuan (PPSSBP)

Perkebunan teh ini terletak di kawasan resapan air Telaga Saat, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pemerintah menilai aktivitas perkebunan ini dapat mengancam ketersediaan air dan merusak lingkungan, sehingga harus dihentikan.

  1. PTPN I Regional 2 Gunung Mas
Baca Juga:  Pemprov Jabar Sebut Upah Minimun Pekerja Berpotensi Naik Hingga 4 Persen

Penyegelan kawasan ini dikaitkan dengan banjir parah yang terjadi di Bekasi dan Bogor beberapa waktu lalu. Meski pada Januari 2025 pihak pengelola telah menanam 2.500 pohon untuk meningkatkan daya serap air, hal tersebut dianggap belum cukup untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.

  1. PT Jaswita Jabar (Hibisc Fantasy)

Taman hiburan yang diresmikan pada 11 Desember 2023 ini awalnya mendapatkan izin pembangunan untuk lahan seluas 4.800 meter persegi. Namun, dalam praktiknya, pengelola memperluas area hingga 15.000 meter persegi, melebihi batas izin yang diberikan. Karena pelanggaran ini, pemerintah kembali menyegelnya setelah sebelumnya juga pernah memberi teguran serupa.

  1. Jembatan Gantung Eiger Adventure Land, Megamendung
Baca Juga:  Sampai Kapan Hujan Abu Anak Krakatau Melanda Jabar? Ini Penjelasan Ilmiah Ahli Kebencanaan

Tempat wisata ini berlokasi di*Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan terkenal dengan jembatan gantung sepanjang 530 meter, yang digadang-gadang sebagai jembatan gantung terpanjang di dunia. Meski pengelola mengklaim telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), proyek ini tetap disegel karena dianggap melanggar regulasi lingkungan dan berpotensi merusak ekosistem.

Baca Juga:  Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyegelan ini dilakukan **demi menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Puncak. Ia menilai pengelolaan tempat-tempat wisata tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan berisiko menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

“Kami tidak ingin pembangunan wisata mengorbankan lingkungan. Setiap tempat wisata harus mematuhi regulasi agar tidak merusak keseimbangan ekosistem,” ujar Dedi.

Dengan adanya tindakan tegas ini, pemerintah berharap agar pelaku usaha wisata lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.