Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB

STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung

Rabu, 10 Juni 2026 05:00 WIB

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Rabu, 10 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanggapi Demo Penutupan Tambang Ilegal, Dedi Mulyadi: yang Unjuk Rasa Siapa?

By SusanaMinggu, 26 Januari 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, memberikan pernyataan terkait protes dan unjuk rasa yang terjadi terkait tambang ilegal di Jabar.

Menurut Dedi, unjuk rasa yang berlangsung belakangan ini melibatkan sejumlah tokoh aktivis dan organisasi masyarakat (ormas) yang bukan berasal dari kalangan pengusaha tambang atau pekerja sektor tambang. Bahkan, banyak di antaranya yang berasal dari luar wilayah sekitar.

“Orang banyak yang nanya soal unjuk rasa tambang, yang unjuk rasa siapa? Yang pertama, plat nomornya itu banyak orang luar bukan wilayah sekitar, yang kedua tokoh yang unjuk rasanya juga banyak tokoh aktivis, politik, bukan pengusaha tambang atau pekerja di sektor tambang, sebagian adalah ormas yang mungkin selalu mendapat rezeki dari limpahan tambang ilegal yang terus terjadi,” papar Dedi Mulyadi, dikutip dar Instagram @dedimulyadi71, Minggu (26/1/2025).

Dedi juga menyoroti dampak negatif dari aktivitas tambang ilegal, yang menurutnya sangat merugikan masyarakat sekitar. Selain kerusakan jalan yang kotor dan licin, penambangan ilegal juga membawa ancaman bencana alam, kebisingan, dan kecelakaan.

Baca Juga:  Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut 'Offside'

“Di balik itu, masyarakat di sekitar menderita. Satu, jalan kotor dan licin, mengalami kerusakan. Kedua, ancaman bencana alam, kebisingan, ancaman kecelakaan,” tambahnya.

Sebagai Gubernur yang akan dilantik, Dedi mengungkapkan sudah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah tambang ilegal yang semakin meresahkan.

Ia menekankan bahwa penambangan ilegal menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem, serta merusak infrastruktur jalan yang seharusnya dibiayai oleh APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan bahkan dana desa.

“Penambangan ilegal itu ada beberapa dampak yang ditimbulkan. Yang pertama kerusakan lingkungan dan ekosistem, yang kedua kerusakan infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang lainnya yang dibiayai lewat APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, bahkan dana desa,” jelas Dedi.

Baca Juga:  Viral Pernyataan Hidup Sehat Tanpa Obat, Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Jalani DSA

Dedi juga menyoroti kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh tambang ilegal, di mana pendapatan yang seharusnya dinikmati oleh negara dan masyarakat justru dinikmati oleh pengusaha tambang ilegal dan para mafia yang terlibat.

“Yang ketiga, hilangnya pendapatan selama berpuluh-puluh tahun, sehingga pendapatan itu dinikmati oleh pengusaha tambang ilegal. Yang keempat, para mafia-mafia di dalamnya, termasuk preman-preman di wilayahnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa banyak PT pertambangan yang tidak memiliki ahli pertambangan, yang akhirnya menyebabkan banyak pelanggaran di lapangan karena kurangnya pengawasan.

Ia berencana untuk melakukan audit terhadap perusahaan-perusahaan tambang yang ada.

“Banyak PT pertambangan tapi tidak memiliki ahli pertambangan dan ini akan diaudit. Karena di lapangan tidak ada pengawas tambangnya, modalnya hanya alat berat,” jelasnya.

Baca Juga:  Dilema Penertiban Tambang Jawa Barat: Menakar Alam yang Pulih di Atas Perut yang Perih

Dedi menegaskan bahwa rangkaian pelanggaran yang terjadi bukan sekadar pelanggaran izin, melainkan merupakan tindakan pidana yang berpotensi merugikan negara.

Pelanggaran-pelanggaran ini, menurutnya, berimplikasi pada tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana korupsi.

“Seluruh rangkaian pelanggaran ini bukanlah sekadar pelanggaran izin, tapi seluruh rangkaian pidana yang memiliki implikasi terhadap kerugian negara. Implikasi terhadap kerugian negara kategorinya adalah tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Sebelumnya, ratusan sopir truk berunjuk rasa di Gedung DPRD Subang, Jabar pada Jumat (24/1/2025). Massa menuntut agar tambang illegal yang ditutup kembali dibuka karena dampaknya mereka kini tidak memiliki penghasilan. Tambang tersebut ditutup usai video Dedi Mulyadi terkait tambang illegal viral di media sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi demo Jabar tambang ilegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.