Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,76 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!

Senin, 13 Juli 2026 11:28 WIB

Farhan Pastikan Seluruh Anak di Kota Bandung Kebagian Bangku Sekolah pada Tahun Ajaran Baru

Senin, 13 Juli 2026 11:05 WIB

Tolak Film Demi Hijab! Kisah Pilu Celine Evangelista: Dari Korban Fitnah hingga Temukan Ketenangan Mualaf

Senin, 13 Juli 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,76 Juta, Cek Daftar Lengkapnya!
  • Farhan Pastikan Seluruh Anak di Kota Bandung Kebagian Bangku Sekolah pada Tahun Ajaran Baru
  • Tolak Film Demi Hijab! Kisah Pilu Celine Evangelista: Dari Korban Fitnah hingga Temukan Ketenangan Mualaf
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Update Kode Redeem FF Hari Ini: Klaim Skin dan Item Eksklusif Gratis, Senin 13 Juli 2026!
  • Bukan Cuma Al-Jabbar! Gedebage Bandung Kini Punya 5 Destinasi Wisata Hits yang Wajib Dikunjungi
  • Resmi Cair! Bansos PKH-BPNT Juli 2026 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Lewat HP
  • Baru Kembali Berlatih, Luciano Guaycochea Langsung Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skala Institute dan Ragaplasma Rilis Temuan Survei Pilkada 2024 di Jabar, Siapa Unggul?

By Putra JuangSabtu, 12 Oktober 2024 20:10 WIB3 Mins Read
Ilustrasi calon kepala daerah. (Foto: IPC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Skala Institute bersama Ragaplasma Research mencatat persaingan menarik di enam wilayah di Jawa Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Beberapa pasangan calon (paslon) cenderung memiliki memiliki peluang menang meski dengan modal elektabilitas yang berbeda-beda.

Wilayah yang menjadi sasaran penelitian adalah Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon dan Kabupaten Cianjur.

Untuk hasil di Kota Bandung, elektabilitas pasangan Farhan-Erwin berada di angka 33,75 persen. Di urutan kedua ada Haru-Dhani Wirianata 29 persen.

Sisanya, Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya 14,25 persen dan Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Masoem 13,75 persen.

Di Kabupaten Garut, persaingan dua paslon sangat ketat. Elektabilitas Helmi Budiman-Yudi Nugraha Lasminingrat berada di angka 49,25 persen. Sedangkan A. Syakur Amin-Putri Karlina membuntuti di angka 46,75 persen.

Baca Juga:  Salad Orang Sunda, Ini 3 Lotek Terkenal di Bandung yang Wajib Dicoba!

Untuk wilayah Kabupaten Bekasi, elektabilitas Dani Ramdan-Romli berada di angka 41,75 persen. Paslon lainnya, Ade kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja berada di posisi kedua dengan angka elektabilitas 24,75 persen, dan Holik Q-Faizal Hafan Farid 19,50 persen.

Kabupaten Majalengka menyajikan persaingan antara petahana dan mantan Sekretaris Daerah. Hasilnya, Eman-Dena memiliki elektabilitas sebesar 50,10 persen. Sedangkan petahana, Karna Sobahi yang berpasangan dengan Koko Suyoko 39,80 persen.

Di Kota Cirebon, Eti Herawati-Suhendrik memiliki elektabilitas paling tinggi dengan angka 39,55 persen. Pesaingnya, Dani Mardani-Fitria Pamungkaswati 28,10 persen dan Effendi Edo-Siti Farida Rosmawati 20,67 persen.

Di Kabupaten Cianjur, petahana Herman Suherman yang berpasangan dengan Solih Ibing unggul jauh dari pesaingnya dengan elektabilitas mencapai 48,10 persen. Paslon lain, Wahyu Ferdian-Ramzi di angka 17,67 persen dan Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah 23,75 persen.

Baca Juga:  Tanpa Gebrakan, Gunungan Sampah Kota Bandung Baru Hilang Mei 2024

Direktur Skala Institute, Wahyu Ginanjar mengatakan, survei ini menunjukkan kondisi politik yang terjadi di enam daerah. Meski begitu, setiap paslon masih bisa memanfaatkan perubahan pemilih jelang masa pencoblosan.

“Ini lebih ke medical check up saja, bagi para pasangan calon terhadap situasi konstelasi pilkada. kami juga mencatat adanya potensi perubahan di masyarakat. Beberapa indikatornya adalah karena alasan figur, kandidat, kampanye kandidat, dan kunjungan tim,” ucap Wahyu dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2024).

Sementara itu, Direktur Ragaplasma Research, Romdin Azhar menyebut, persaingan di beberapa wilayah sangat sengit, ada pula yang angka elektabilitasnya terpaut jauh.

“Untuk meningkatkan elektabilitas sebesar 5 persen itu sangat berat. Tinggal strategi apa yang digunakan oleh paslon, basis apa yang disasar, segmentasi apa yang mau disasar. Wilayah mana yang difokuskan dengan tingkat perubahan yang masih tinggi,” terang dia.

Baca Juga:  Rayakan Perjalanan 15 Tahun Berkarya, Ardelya Craft Resmikan Butik Perdana di Bandung

Secara peluang, kata Romdin, semua masih punya kesempatan meskipun besar kecilnya sangat bergantung pada kinerja di sisa masa kampanye.

“Semua effortnya harus menyesuaikan. Misalkan gini, kan ini jaraknya masih jauh, pengen ngejar, ini jaraknya berapa kali lipat? Misalkan tiga kali lipat, berarti yang harus dilakukan adalah tiga kali lipat yang sedang dilakukan sangat ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 1-7 Oktober 2024 menggunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 5 persen.

Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka terhadap 400 orang responsden di masing-masing wilayah. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi dan usia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Kota Bandung pilkada Ragaplasma Research Skala Institute survei
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Farhan Pastikan Seluruh Anak di Kota Bandung Kebagian Bangku Sekolah pada Tahun Ajaran Baru

Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Resmi Cair! Bansos PKH-BPNT Juli 2026 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Lewat HP

Densus 88 Geledah Kontrakan Pedagang Es Teh Usai Ledakan Dadaha

pembunuhan

Ledakan Keras Hancurkan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Korban Meninggal Dunia

Lansia di Cimahi yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 14 Meter

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.