Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Sabtu, 19 September 2026 10:12 WIB

Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia

Sabtu, 19 September 2026 09:23 WIB

Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi

Sabtu, 19 September 2026 09:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?
  • Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Densus 88 Geledah Kontrakan Pedagang Es Teh Usai Ledakan Dadaha

By SusanaMinggu, 12 Juli 2026 21:25 WIB3 Mins Read
Ilustrasi ledakan. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan di Kampung Gunung Koneng RT 02 RW 13, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyelidikan lanjutan terkait insiden ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha pada Sabtu (11/7/2026) malam.

Operasi tersebut melibatkan personel Densus 88, Satbrimob Polda Jawa Barat, serta Polres Tasikmalaya Kota dengan pengamanan ketat di sekitar lokasi.

Sejak pukul 13.30 WIB, aparat langsung memasang garis polisi (police line) dan melakukan sterilisasi menggunakan Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat. Kehadiran puluhan personel bersenjata lengkap pun mengundang perhatian warga yang memadati area sekitar lokasi.

Rumah Kontrakan Diduga Milik Terduga Terkait Ledakan Dadaha

Rumah yang digeledah diketahui merupakan tempat tinggal seorang pria berinisial AAS, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es teh.

Nama AAS disebut muncul dalam rangkaian penyelidikan kasus ledakan di kawasan Dadaha.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik: Arah Tasik Menuju Bandung Terpantau Padat Merayap

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan bermula dari perselisihan antara seorang pedagang jagung berinisial S dengan pedagang tahu gejrot berinisial E.

Situasi memanas setelah AAS, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan pedagang jagung tersebut, datang ke lokasi.

Tak lama kemudian terdengar suara ledakan keras dari bagian belakang kawasan Dadaha yang membuat pedagang dan warga panik serta berlarian menyelamatkan diri.

Polisi Temukan Barang Diduga Bahan Bom Rakitan

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom rakitan.

Barang-barang yang diamankan di antaranya pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, kabel, baterai, alat kontrol alarm, hingga aluminium yang diduga digunakan sebagai antena.

Seluruh barang bukti tersebut kini masih didalami oleh penyidik untuk memastikan keterkaitannya dengan ledakan di Dadaha.

Warga Mengaku Terkejut

Penggeledahan yang dilakukan aparat membuat warga sekitar terkejut.

Baca Juga:  Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Salah seorang tetangga, Syarif (71), mengaku tidak menyangka rumah kontrakan di lingkungannya didatangi aparat antiteror.

“Terkejut, soalnya orangnya kurang bermasyarakat, tidak ada komunikasi, jarang sama masyarakat, tertutup. Kalau istrinya sering sesekali berinteraksi sama masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan penggeledahan tersebut.

“Saya belum tahu, masih belum jelas ini maksudnya apa, tapi terkejut sekali dengan adanya polisi datang ke sini,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Ade Mumu, mengatakan AAS baru sekitar dua bulan mengontrak rumah tersebut.

Menurutnya, AAS merupakan warga Kota Tasikmalaya yang berasal dari Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Polisi Amankan Tiga Orang

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto membenarkan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif atas insiden ledakan tersebut.

Ia menjelaskan, laporan mengenai ledakan diterima dari UPTD Dadaha sekitar pukul 23.00 WIB pada Sabtu malam.

“Saat ini kami masih melaksanakan penyelidikan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” kata Andi.

Baca Juga:  Kisah Sheikalova, Brand Hijab Tasikmalaya yang Sukses Bangun Bisnis dengan Komunitas Parenting

Polisi juga telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan.

“Tadi pagi kita mengamankan tiga orang, untuk kita mintai keterangan yang bersangkutan terkait peristiwa yang terjadi,” ungkapnya.

Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun status hukum ketiga orang tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Polisi Pastikan Situasi Kondusif

Kapolres menegaskan seluruh temuan dan keterangan saksi masih dianalisis secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Ia memastikan hingga saat ini situasi di Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan tidak ada korban jiwa akibat insiden ledakan tersebut.

“Hasil penyelidikan akan kami sampaikan setelah seluruh keterangan dan temuan yang kami peroleh dianalisis secara menyeluruh. Hingga saat ini situasi masih kondusif dan tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia

Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.