Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada Jebakan Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Medsos: Modus Phishing di Balik Konten Viral

By Aga GustianaSabtu, 4 April 2026 02:00 WIB2 Mins Read
Viral video ibu tiri di kebun sawit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tren pencarian konten kontroversial kembali memuncak di jagat maya. Kali ini, netizen dihebohkan dengan narasi video bertajuk “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang diklaim memiliki durasi panjang hingga versi lanjutan atau “Part 2”. Namun, di balik rasa penasaran publik, para ahli keamanan siber mencium adanya aroma kejahatan digital yang sangat terorganisir.

Munculnya tautan-tautan mencurigakan di platform seperti X, TikTok, dan Telegram kini bukan lagi sekadar berbagi konten, melainkan pintu masuk bagi aksi peretasan data pribadi.

Manipulasi Konten Demi Trafik

Hasil analisis literasi digital menunjukkan adanya kejanggalan besar pada video-video yang beredar. Para pengamat menyebutkan bahwa narasi “Ibu dan Anak Tiri” hanyalah strategi clickbait yang menyesatkan. Beberapa fakta yang ditemukan di lapangan antara lain:

  • Konten Rakitan: Video yang diklaim sebagai kelanjutan versi “dapur” dan “kebun sawit” ternyata memiliki perbedaan kualitas visual dan pakaian pemeran yang sangat mencolok.
  • Video Luar Negeri: Kuat dugaan bahwa klip tersebut berasal dari luar negeri yang sengaja disunting ulang dan diberi narasi lokal agar terasa lebih dekat dengan konteks sosial di Indonesia.
  • Hoaks Part 2: Klaim adanya versi tanpa sensor seringkali digunakan sebagai umpan agar pengguna internet bersedia mengklik tautan berbahaya.

Bahaya Mengintai di Balik Klik: Dari Malware Hingga Saldo Ludes

Pakar keamanan digital memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang terjebak fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Mengklik sembarang tautan di kolom komentar media sosial bisa berujung pada kerugian fatal. Beberapa ancaman yang sudah terdeteksi meliputi:

  1. Pencurian Data (Phishing): Situs palsu yang meminta Anda login ulang untuk melihat video, padahal itu adalah cara peretas mencuri akun media sosial dan email Anda.
  2. File APK Berbahaya: Modus pengunduhan file yang diam-diam menyisipkan spyware untuk membaca SMS OTP dan membobol aplikasi perbankan (m-banking).
  3. Ransomware: Program jahat yang bisa mengunci seluruh data di ponsel atau laptop Anda dan meminta uang tebusan untuk membukanya.

Konsekuensi Hukum dan Etika Digital

Selain risiko teknis yang mengancam finansial, publik diingatkan bahwa menyebarkan konten asusila atau tautan ilegal memiliki konsekuensi hukum yang serius. Di bawah payung Undang-Undang ITE, baik pengunggah maupun penyebar link dapat dijerat pidana.

Alih-alih memburu konten yang belum jelas kebenarannya, masyarakat diimbau untuk lebih mengedepankan akal sehat dan verifikasi. Jangan sampai ambisi untuk menonton video viral justru menjadikan Anda korban penipuan digital yang dapat menguras saldo rekening dalam sekejap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hoaks Medsos Keamanan Siber Link Bahaya literasi digital Penipuan Digital phishing UU ITE video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.