Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 05:00 WIB

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Kamis, 19 Februari 2026 04:00 WIB

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Kamis, 19 Februari 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa
  • THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS
  • Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa
  • Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit
  • Rekomendasi Tempat Sahur 24 Jam di Jakarta: Dari Legendaris Hingga Kekinian
  • Persib Menang Tapi Merana: 7 Keputusan ‘Aneh’ Wasit Majed Al-Shamrani yang Bikin Bobotoh Berang di GBLA!
  • Link Video Viral Chindo Adidas Ada yang Durasi Panjang, Apa Isinya?
  • Sudah Bebas Penjara, Anak Nia Daniaty Masih Terjerat Kewajiban Ganti Rugi Rp8,1 Miliar, Ini Alasannya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

47 Siswa di Ciamis Keracunan Usai Menyantap Daging Berlendir dari MBG

By Aga GustianaSenin, 29 September 2025 17:15 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 47 siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025). Para siswa mengeluhkan mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan.

Dari jumlah tersebut, 14 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Pamarican, sementara dua lainnya dirawat di RSUD Banjar. Sisanya hanya perlu observasi di sekolah karena kondisinya tergolong ringan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kejadian ini berlangsung sekitar setengah jam setelah MBG dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 WIB. Beberapa siswa menyebut gejala muncul setelah memakan daging bumbu kuning yang menurut mereka terasa berlendir.

Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Baca Juga:  Pj Bupati Sumedang Sebut Program Makan Siang Bergizi Bentuk Generasi Sehat dan Pintar

Menanggapi situasi ini, pihak sekolah langsung bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Pamarican dan Puskesmas Kertahayu untuk menangani siswa yang sakit.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, pun turun tangan setelah menerima laporan. Ia mengunjungi Puskesmas Pamarican untuk menjenguk siswa yang masih dirawat.

Herdiat mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Ia menyebut bahwa total ada 47 siswa yang terdampak, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  MBG Jadi Sorotan: Mulai dari Keracunan Massal Hingga Dugaan Dapur Fiktif

“Tercatat ada 47 siswa yang keracunan, tapi belum bisa dipastikan apakah dari MBG atau faktor lain. Penerima manfaat MBG di sekolah ini ada 608 orang, dan sudah didistribusikan kepada 422 siswa kelas 7 dan 8. Dari jumlah itu, 47 orang yang mengalami keracunan. Saat ini, 14 siswa masih dirawat di Puskesmas Pamarican dan 2 siswa di RSUD Banjar,” jelasnya.

Baca Juga: Korban MBG Berjatuhan Sampai Ribuan, Perlukah Disetop Sementara? Begini Kata Pakar

Baca Juga:  Layanan Darurat 112 di Ciamis Masih Sering Jadi Sasaran Prank

Bupati menegaskan bahwa bila kelalaian pihak dapur penyedia MBG terbukti, tindakan tegas akan diambil sesuai aturan.

“Kalau aturannya harus dihentikan sementara, maka akan dihentikan sementara. Kalau harus ditutup permanen, ya akan ditutup permanen,” tegas Herdiat.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar memperketat standar higienitas dan sterilisasi makanan sebelum didistribusikan.

“Jam masaknya harus sesuai aturan. Kalau didistribusikan jam 10 atau 11 siang, maka makanan harus dimasak maksimal 4 jam sebelumnya. Kalau masaknya sampai 12 jam sebelumnya atau lebih, itu sudah kelalaian,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ciamis keracunan MBG MBG siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Perang Sarung

Ramadhan Aman, Polisi Tegaskan Perang Sarung dan Balap Liar di Jabar

Anggaran Ekonomi Jabar Minim, DPRD Dorong Program Pemberdayaan Masyarakat Lebih Kuat

Tangis Pecah Usai 43 Tahun! Pertemuan Dua Sahabat SD Ini Bikin Netizen Ikut Mewek

Anggaran Pendidikan Jabar Dinilai Cukup, Rafael Situmorang Soroti Daya Tampung dan Beasiswa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.