Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 13:08 WIB

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Rabu, 28 Oktober 2026 13:02 WIB

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Rabu, 28 Oktober 2026 12:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pj Bupati Sumedang Sebut Program Makan Siang Bergizi Bentuk Generasi Sehat dan Pintar

By Putra JuangRabu, 11 September 2024 11:00 WIB2 Mins Read
Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 420 orang siswa dari dua SD, yaitu SDN 2 Pamoyanan dan SD Jatinangor di Kabupaten Sumedang mendapatkan program makan siang bergizi, pada Selasa (10/9/2024).

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli mengatakan, latar belakang uji coba program makan siang bergizi untuk siswa SD ini untuk menyiapkan generasi emas yang sehat dan pintar.

“Melalui asupan gizi akan membentuk peserta didik yang memiliki prestasi belajar dan memiliki karakter,” ucap Yudia.

Sebelum kegiatan makan siang bergizi ini, kata Yudia, siswa SD ini juga diajarkan budaya positif.

“Anak-anak diajarkan budaya mengantre, budaya cuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya dan berdoa sebelum makan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bangga, Sofia Sahla Wakili Jabar Kibarkan Bendera Merah Putih di IKN

Menurutnya, uji coba digelar untuk mengidentifikasi kebutuhan tantangan yang muncul dalam pelaksanaan program.

“Untuk selanjutnya menjadi role mode implementasi makan siang bergizi di tahun 2025. Tujuannya untuk menguji efektifitas dan efisiensi tata kelola pelaksanaan program dan menguji kesiapan personal yang terlibat pada pelaksanaan program” katanya.

Menurutnya, uji coba makan siang bergizi ini untuk mengukur bagaimana persiapan saat program ini diimplementasikan pada tahun 2025.

“Maka dengan uji coba ini apabila berhasil semua sudah bersiap. Menguji kualitas makan terkait higenitas, menu kandungan nutrisi, kemasan dan daya tarik penampilan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sumedang Pecahkan Rekor ORI Minum Susu dan Makan Ikan dengan Peserta Terbanyak

Yudia menyebut, uji coba makan siang bergizi dilaksanakan selama tiap hari selama belajar selama dua bulan.

“Bulan September pelaksanaan biayanya dari partisipasi dunia usaha dan masyarakat. Bulan Oktober menggunakan dana dari APBD,” sebutnya.

Yudia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam uji coba makan siang bergizi ini.

“Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam program makan siang bergizi ini. Kepada Provinsi Jawa Barat. Forkopimda Sumedang, OPD dan BUMN dan BUMD dan pihak swasta,” ucapnya.

“Alhamdulilah BUMN dan BUMD pihak swasta telah memberikan partisipasinya sehingga terkumpul anggaran sekitar Rp152 juta untuk bulan ini. Untuk bulan depan Rp152 juta dari APBD,” tambahnya.

Baca Juga:  PPDB Bandung 2024 SD dan SMP: Cek Jadwal Pendaftaran, Daftar Ulang hingga Pengumuman

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro mengatakan, program makan siang bergizi merupakan terobosan besar dari pemeritahan Prabowo-Gibran yang telah menjanjikan untuk program ini.

“Alhamdulilah Pak Presiden Jokowi telah membentuk Badan Gizi Nasional dan telah melantik Kepala Badannya. Pemerintah pun telah menyiapkan anggaran untuk tahun 2025 nanti Rp71 triliun,” ungkapnya.

“Saya di minta hadir di Sumedang untuk memberikan dorongan kepada pemerintah daerah untuk berpartisifasi dalam segala hal.Termasuk membantu dana menyukseskan program ini dari APBD,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Sumedang SD siswa Yudia Ramli
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.