Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!

Jumat, 29 Mei 2026 21:20 WIB

Guncang Super League! Garudayaksa FC Siap Bajak Bintang Timnas Jadi ‘Miniatur Garuda’

Jumat, 29 Mei 2026 21:06 WIB

Strategi ‘Minimalis’ Persib Bandung: Pertahankan Fondasi Juara, Tidak Ada Revolusi Besar?

Jumat, 29 Mei 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!
  • Guncang Super League! Garudayaksa FC Siap Bajak Bintang Timnas Jadi ‘Miniatur Garuda’
  • Strategi ‘Minimalis’ Persib Bandung: Pertahankan Fondasi Juara, Tidak Ada Revolusi Besar?
  • Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci
  • Masa Depan di Persib Terancam, Andrew Jung Jadi Incaran Klub Top Thailand?
  • Ganti Nahkoda, Bojan Hodak Beri Pesan Tegas untuk Pelatih Baru Persib Bandung
  • Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?
  • PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 29 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPBD Jabar: BMKG dan BRIN Beda Versi Soal Angin Kencang di Sumedang-Bandung

By Putra JuangKamis, 22 Februari 2024 12:46 WIB3 Mins Read
Angin puting beliung terjang kawasan Rancaekek. (@prfmnews)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat menanggapi terkait bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung sebagai tornado pertama di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hadi Rahmat mengatakan, sebutan terkait peristiwa angin puting beliung yang terjadi Sumedang-Bandung tersebut hanya berbeda versi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, dari data yang disampaikan BMKG bencana angin kencang pada Rabu (21/2/2024) sore itu masih masuk dalam kategori peristiwa angin puting beliung.

“Mungkin ini beda versi dengan BMKG, mungkin dari sisi kategori yang menurut informasi yang saya terima dari rekan-rekan kami di BMKG kategorinya tetap di angin puting beliung,” ucap Hadi saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:  Tahun Depan, Dadang Supriatna Jamin Tarif Air Minum Tidak Naik

Hadi menilai, hal ini hanya masalah familiar atau tidak. Sebab menurutnya, di Indonesia tidak mengenal tornado.

“Kalau disebut tornado bukan tidak sepakat mungkin tidak biasa menyebutkan sebagai tornado,“ ujarnya.

Sebelumnya, Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin mengatakan, bencana alam yang terjadi di Sumedang-Bandung bukanlah angin puting beliung melainkan tornado. Menurutnya, bencana tornado itu merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

“Oh iya jelas, ini sudah first time. Dari analisis visual saja, kita bisa pastikan ini beda nih, ini bukan puting beliung yang biasanya terjadi di wilayah kita, yang sulit dideteksi. Karena mikro, ini bukan mikro lagi, ini meso. Tornado itu meso,” ucap Erma saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Terjang Selatan Jabar hingga DIY, BMKG Imbau Warga Waspada

Erma menjelaskan, terdapat empat faktor yang membedakan antara puting beliung dengan tornado. Pertama, dilihat dari skala kecepatan anginnya. Menurutnya, tornado mempunyai kecepatan angin mencapai angka 65 hingga 67 kilometer/jam.

“Selama ini kan kita hanya mengatakan angin puyuh atau puting beliung karena gak pernah bisa mencapai ambang batas kecepatan angin yang bisa kita katakan tornado level awal atau paling rendah, itu yang pertama dari skala kecepatan,” jelasnya.

Kedua terkait dengan skala radiusnya. Erma menyebut, bencana tornado mempunyai skala radius hingga mencapai 2 kilometer.

“Jika skala radiusnya masih berada di bawah angka 2 kilometer, maka hal itu masih dikategorikan mikro dan belum termasuk meso,” imbuhnya.

Ketiga dan keempat yakni dilihat dari dampak yang ditimbulkan serta durasinya. Selama ini, bencana angin kencang yang terjadi di Indonesia tak pernah mempunyai dampak terlalu merusak dan durasinya pun cenderung singkat.

Baca Juga:  BPBD Kabupaten Bandung Distribusikan Logistik Kebencanaan, Antisipasi Bencana saat Pencoblosan

“Kemudian, yang keempat itu durasi. Puting beliung di wilayah kita selalu kurang dari 10 menit. Gak ada yang melampaui durasinya 10 menit,” terangnya.

Erma mengatakan, bahwa angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang sudah memenuhi keempat faktor tersebut. Selain itu, fenomena angin kencang itu terlihat jelas di satelit awan sehingga memperkuat kepastian bahwa fenomena itu merupakan tornado.

“Mata badainya terlihat dari satelit awan, ya berarti tornado dong. Karena kalau puting beliung gak bisa terdeteksi dari satelit awan, awannya itu gak kelihatan,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Angin Puting Beliung BMKG BPBD Jabar BRIN Kabupaten Bandung Kabupaten Sumedang Tornado
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini

Bus dari Cicaheum Mulai Beroperasi di Leuwipanjang, Penumpang Mengaku Lebih Nyaman

Terminal Cicaheum Bandung Belum Sepenuhnya Kosong, Ini Penyebabnya

Momen Wisuda Berubah Chaos: Viral Aksi Debt Collector Cegat Mobil Sewaan di Tengah Jalan!

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.