Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB

Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Rabu, 28 Oktober 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPBD Jabar: BMKG dan BRIN Beda Versi Soal Angin Kencang di Sumedang-Bandung

By Putra JuangKamis, 22 Februari 2024 12:46 WIB3 Mins Read
Angin puting beliung terjang kawasan Rancaekek. (@prfmnews)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat menanggapi terkait bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung sebagai tornado pertama di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hadi Rahmat mengatakan, sebutan terkait peristiwa angin puting beliung yang terjadi Sumedang-Bandung tersebut hanya berbeda versi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, dari data yang disampaikan BMKG bencana angin kencang pada Rabu (21/2/2024) sore itu masih masuk dalam kategori peristiwa angin puting beliung.

“Mungkin ini beda versi dengan BMKG, mungkin dari sisi kategori yang menurut informasi yang saya terima dari rekan-rekan kami di BMKG kategorinya tetap di angin puting beliung,” ucap Hadi saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:  Kopi dan Kakao asal Kabupaten Bandung Terbaik di Dunia, Dadang Supriatna Siap Ekspor ke Filipina

Hadi menilai, hal ini hanya masalah familiar atau tidak. Sebab menurutnya, di Indonesia tidak mengenal tornado.

“Kalau disebut tornado bukan tidak sepakat mungkin tidak biasa menyebutkan sebagai tornado,“ ujarnya.

Sebelumnya, Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin mengatakan, bencana alam yang terjadi di Sumedang-Bandung bukanlah angin puting beliung melainkan tornado. Menurutnya, bencana tornado itu merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

“Oh iya jelas, ini sudah first time. Dari analisis visual saja, kita bisa pastikan ini beda nih, ini bukan puting beliung yang biasanya terjadi di wilayah kita, yang sulit dideteksi. Karena mikro, ini bukan mikro lagi, ini meso. Tornado itu meso,” ucap Erma saat dihubungi, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah Kabupaten Bandung 15 Maret 2025

Erma menjelaskan, terdapat empat faktor yang membedakan antara puting beliung dengan tornado. Pertama, dilihat dari skala kecepatan anginnya. Menurutnya, tornado mempunyai kecepatan angin mencapai angka 65 hingga 67 kilometer/jam.

“Selama ini kan kita hanya mengatakan angin puyuh atau puting beliung karena gak pernah bisa mencapai ambang batas kecepatan angin yang bisa kita katakan tornado level awal atau paling rendah, itu yang pertama dari skala kecepatan,” jelasnya.

Kedua terkait dengan skala radiusnya. Erma menyebut, bencana tornado mempunyai skala radius hingga mencapai 2 kilometer.

“Jika skala radiusnya masih berada di bawah angka 2 kilometer, maka hal itu masih dikategorikan mikro dan belum termasuk meso,” imbuhnya.

Ketiga dan keempat yakni dilihat dari dampak yang ditimbulkan serta durasinya. Selama ini, bencana angin kencang yang terjadi di Indonesia tak pernah mempunyai dampak terlalu merusak dan durasinya pun cenderung singkat.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 1 Maret 2025

“Kemudian, yang keempat itu durasi. Puting beliung di wilayah kita selalu kurang dari 10 menit. Gak ada yang melampaui durasinya 10 menit,” terangnya.

Erma mengatakan, bahwa angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang sudah memenuhi keempat faktor tersebut. Selain itu, fenomena angin kencang itu terlihat jelas di satelit awan sehingga memperkuat kepastian bahwa fenomena itu merupakan tornado.

“Mata badainya terlihat dari satelit awan, ya berarti tornado dong. Karena kalau puting beliung gak bisa terdeteksi dari satelit awan, awannya itu gak kelihatan,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Angin Puting Beliung BMKG BPBD Jabar BRIN Kabupaten Bandung Kabupaten Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.