Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Sabtu, 19 September 2026 06:00 WIB

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB

Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini

Sabtu, 19 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

5 Agustus 2025 Jadi Salah Satu Hari Terpendek di Bumi, Ini Penjelasannya

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 07:47 WIB2 Mins Read
Rotasi Bumi
Ilustrasi Rotasi Bumi. (Foto: Pixabay/Joshart3d)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena percepatan rotasi bumi kembali mencuri perhatian para ilmuwan. Tahun ini, sejumlah hari tercatat lebih singkat dari biasanya, termasuk tanggal 5 Agustus 2025, yang disebut-sebut sebagai salah satu hari terpendek sepanjang tahun.

Berdasarkan pemantauan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), durasi rotasi bumi pada 5 Agustus berlangsung sekitar 1,25 milidetik lebih cepat dibandingkan panjang hari standar yang umumnya mencapai 86.400 detik atau 24 jam penuh.

Deretan Hari Terpendek 2025

Fenomena ini bukan yang pertama terjadi. Menurut laporan Time and Date, percepatan rotasi bumi telah terjadi beberapa kali sepanjang Juli hingga Agustus 2025. Beberapa tanggal yang menonjol karena memiliki panjang hari lebih pendek antara lain:

  • 9 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,23 milidetik
  • 10 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,36 milidetik
  • 22 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,34 milidetik
  • 5 Agustus 2025: lebih cepat sekitar 1,25 milidetik

Fenomena ini merupakan bagian dari pola alami rotasi bumi yang telah dipantau selama puluhan tahun oleh komunitas ilmiah global.

Mengapa Bumi Berputar Lebih Cepat?

Perubahan kecepatan rotasi bumi dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik dari dalam maupun luar planet. Di antaranya:

  • Distribusi massa di dalam bumi, termasuk pergerakan cairan di inti dan mantel
  • Pergerakan atmosfer dan arus laut, yang dapat mengubah momentum rotasi
  • Tarikan gravitasi bulan dan matahari, khususnya saat bulan menjauh dari garis ekuator
  • Perubahan di permukaan bumi, seperti mencairnya es di kutub atau naiknya permukaan laut

Gabungan dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan variasi dalam panjang hari meski hanya dalam skala mikrodetik.

Dampak bagi Sistem Waktu Global

Meskipun perbedaan dalam skala milidetik tidak terasa dalam rutinitas harian, fenomena ini bisa berdampak besar bagi sistem yang mengandalkan presisi waktu ekstrem, seperti:

  • Jam atom internasional
  • Sistem navigasi GPS
  • Jaringan komunikasi digital
  • Transaksi keuangan global

Jika percepatan ini terus terjadi secara signifikan, lembaga seperti IERS dapat mempertimbangkan penerapan leap second negatif, yakni pengurangan satu detik dari waktu global (UTC) – langkah yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Fenomena Alami yang Terus Berulang

Perubahan panjang hari atau length of day (LOD) adalah hal yang wajar dalam sistem bumi. Umumnya, bumi memang mengalami perlambatan rotasi secara bertahap akibat gaya pasang surut bulan. Namun, percepatan seperti yang terjadi pada 2025 bisa muncul sewaktu-waktu, tergantung pada dinamika geofisika dan interaksi gravitasi yang berlangsung.

Meskipun belum memengaruhi kehidupan sehari-hari secara langsung, fenomena ini menjadi pengingat betapa dinamisnya bumi yang kita tempati — dan betapa pentingnya menjaga sinkronisasi waktu di era teknologi tinggi saat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.