Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

5 Agustus 2025 Jadi Salah Satu Hari Terpendek di Bumi, Ini Penjelasannya

By Aga GustianaSelasa, 5 Agustus 2025 07:47 WIB2 Mins Read
Rotasi Bumi
Ilustrasi Rotasi Bumi. (Foto: Pixabay/Joshart3d)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena percepatan rotasi bumi kembali mencuri perhatian para ilmuwan. Tahun ini, sejumlah hari tercatat lebih singkat dari biasanya, termasuk tanggal 5 Agustus 2025, yang disebut-sebut sebagai salah satu hari terpendek sepanjang tahun.

Berdasarkan pemantauan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), durasi rotasi bumi pada 5 Agustus berlangsung sekitar 1,25 milidetik lebih cepat dibandingkan panjang hari standar yang umumnya mencapai 86.400 detik atau 24 jam penuh.

Deretan Hari Terpendek 2025

Fenomena ini bukan yang pertama terjadi. Menurut laporan Time and Date, percepatan rotasi bumi telah terjadi beberapa kali sepanjang Juli hingga Agustus 2025. Beberapa tanggal yang menonjol karena memiliki panjang hari lebih pendek antara lain:

  • 9 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,23 milidetik
  • 10 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,36 milidetik
  • 22 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,34 milidetik
  • 5 Agustus 2025: lebih cepat sekitar 1,25 milidetik

Fenomena ini merupakan bagian dari pola alami rotasi bumi yang telah dipantau selama puluhan tahun oleh komunitas ilmiah global.

Baca Juga:  Fenomena Pelangi di Area Longsor Pasirlangu Bandung Barat Jadi Perbincangan

Mengapa Bumi Berputar Lebih Cepat?

Perubahan kecepatan rotasi bumi dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik dari dalam maupun luar planet. Di antaranya:

  • Distribusi massa di dalam bumi, termasuk pergerakan cairan di inti dan mantel
  • Pergerakan atmosfer dan arus laut, yang dapat mengubah momentum rotasi
  • Tarikan gravitasi bulan dan matahari, khususnya saat bulan menjauh dari garis ekuator
  • Perubahan di permukaan bumi, seperti mencairnya es di kutub atau naiknya permukaan laut
Baca Juga:  Geger! Rotasi Bumi Melambat, Benarkah Sehari Bakal Menjadi 25 Jam?

Gabungan dari faktor-faktor ini dapat menyebabkan variasi dalam panjang hari meski hanya dalam skala mikrodetik.

Dampak bagi Sistem Waktu Global

Meskipun perbedaan dalam skala milidetik tidak terasa dalam rutinitas harian, fenomena ini bisa berdampak besar bagi sistem yang mengandalkan presisi waktu ekstrem, seperti:

  • Jam atom internasional
  • Sistem navigasi GPS
  • Jaringan komunikasi digital
  • Transaksi keuangan global

Jika percepatan ini terus terjadi secara signifikan, lembaga seperti IERS dapat mempertimbangkan penerapan leap second negatif, yakni pengurangan satu detik dari waktu global (UTC) – langkah yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Baca Juga:  Fenomena Langit Ramadan: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Akan Ubah Langit Jadi Merah Gelap

Fenomena Alami yang Terus Berulang

Perubahan panjang hari atau length of day (LOD) adalah hal yang wajar dalam sistem bumi. Umumnya, bumi memang mengalami perlambatan rotasi secara bertahap akibat gaya pasang surut bulan. Namun, percepatan seperti yang terjadi pada 2025 bisa muncul sewaktu-waktu, tergantung pada dinamika geofisika dan interaksi gravitasi yang berlangsung.

Meskipun belum memengaruhi kehidupan sehari-hari secara langsung, fenomena ini menjadi pengingat betapa dinamisnya bumi yang kita tempati — dan betapa pentingnya menjaga sinkronisasi waktu di era teknologi tinggi saat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

5 Agustus 2025 Fenomena Alam GPS Hari Terpendek IERS Ilmu Geofisika Jam Atom Leap Second Rotasi Bumi Waktu Global
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?

Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile 14 Juni 2026 Terbaru, Ambil Paket Pemain OVR Tinggi dan Koin Gratis

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.