Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 20:35 WIB

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 20:33 WIB

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Selasa, 6 Oktober 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Geger! Rotasi Bumi Melambat, Benarkah Sehari Bakal Menjadi 25 Jam?

By Aga GustianaKamis, 1 Januari 2026 06:47 WIB3 Mins Read
Rotasi Bumi
Ilustrasi Rotasi Bumi. (Foto: Pixabay/Joshart3d)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perbincangan tentang rotasi Bumi kembali muncul setelah beredar klaim bahwa suatu saat panjang satu hari bisa melebihi 24 jam. Meski terdengar mengejutkan, isu ini sebenarnya berangkat dari riset ilmiah jangka panjang yang menelusuri bagaimana planet kita perlahan-lahan mengubah kecepatannya saat berputar.

Bukan perubahan yang akan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan proses bertahap yang terjadi dalam skala waktu geologis—rentang yang begitu panjang hingga melampaui umur peradaban modern.

Putaran Bumi: Tidak Sesederhana 24 Jam

Ketika Bumi menyelesaikan satu putaran penuh terhadap bintang-bintang, waktu yang dibutuhkan sekitar 23 jam 56 menit. Itu disebut hari sideris. Namun manusia memakai acuan Matahari untuk mengatur kalender dan jam, sehingga durasi harian disepakati menjadi kira-kira 24 jam.

Perbedaan kecil ini muncul karena Bumi tidak hanya berputar pada porosnya, tetapi juga bergerak mengelilingi Matahari. Akibatnya, dibutuhkan tambahan waktu agar posisi Matahari terlihat sama dari hari ke hari.

Mengapa Rotasi Bumi Bisa Melambat?

Selama milyaran tahun, putaran Bumi bertahap mengalami perlambatan. Penyebab utamanya bukan mesin raksasa atau fenomena misterius, melainkan tarikan gravitasi Bulan.

Pasang surut laut yang dipengaruhi Bulan menciptakan gesekan yang bekerja seperti rem halus. Dampaknya sangat kecil dari tahun ke tahun, tetapi jika dijumlahkan dalam rentang sangat panjang, rotasi Bumi terus menurun kecepatannya.

Perubahan Mikro yang Berdampak Makro

Data pengamatan geofisika menunjukkan bahwa panjang rata-rata hari bertambah sekitar 1,7–2 milidetik setiap abad. Angka ini terdengar sepele, namun inilah dasar ilmiah yang membuat para ahli memperkirakan bahwa pada masa depan yang sangat jauh, durasi sehari bisa mencapai sekitar 25 jam.

Tapi tenang: prediksi ini berada pada kisaran ratusan juta tahun—tidak terjadi dalam kehidupan manusia sekarang, ataupun generasi yang akan datang dalam waktu dekat.

Rotasi Bumi Bisa Berubah Mendadak, Tapi Tidak Terasa

Selain perlambatan jangka panjang, ada faktor yang membuat rotasi Bumi berfluktuasi dalam waktu lebih singkat. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gempa besar yang mengubah distribusi massa planet
  • Pelelehan atau penumpukan es di kutub yang memengaruhi bentuk Bumi
  • Gerakan logam cair di inti planet yang memengaruhi momentum rotasi

Fluktuasi ini hanya terjadi dalam hitungan milidetik. Kita tidak merasakan perubahan tersebut, tetapi ilmuwan dan sistem waktu internasional harus mengantisipasinya—misalnya dengan menambahkan leap second agar jam atomik tetap sinkron dengan rotasi Bumi.

Bumi Terus Berputar—Dan Waktu Ikut Mengikutinya

Kesimpulannya, isu tentang sehari yang menjadi 25 jam bukanlah kabar bohong, tetapi prediksi ilmiah yang baru akan relevan pada masa depan yang sangat jauh. Saat ini, jam di dinding rumah, jadwal kerja, hingga kalender internasional masih berjalan nyaman dengan ritme sekitar 24 jam.

Namun bagi para astronom dan ahli geofisika, rotasi Bumi tetap menjadi teka-teki menarik: gerakan yang tampak sederhana, tetapi menyimpan perubahan kecil yang terus mengubah cara kita menghitung detik demi detik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Bukan Cuma Seblak! 4 Kuliner Bandung Ini Lagi Jadi Buruan Wisatawan

ilustrasi bansos

Gaji PNS dan Dana Pensiun Bakal Disalurkan Lewat Koperasi, Pemerintah Godok Aturan Baru

Wajib Mampir! 5 Kuliner Legendaris dan Kekinian yang Jadi Buruan di Pasar Cihapit

Deretan Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT, Beras, hingga BSU Rp900 Ribu, Cek Daftarnya di Sini!

Harga Emas Antam Anjlok! Cek Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram Hari Ini

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.