Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur

Selasa, 17 Maret 2026 01:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh

Senin, 16 Maret 2026 20:34 WIB

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Senin, 16 Maret 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
  • Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
  • Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

63 Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap MBG

By Aga GustianaSenin, 22 September 2025 18:51 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Hingga Senin (22/9/2025) malam, tercatat 63 pelajar mengalami gejala keracunan setelah menyantap paket makanan yang dibagikan siang harinya.

Korban berasal dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, hingga SD Negeri Cipari. Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari mual, pusing, hingga kejang.

Pasien Terus Berdatangan ke Puskesmas

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengungkapkan bahwa pasien pertama mulai berdatangan sekitar pukul 12.06 WIB. Jumlah korban kemudian meningkat cepat dalam hitungan jam.

“Pasien terus berdatangan, hingga petang ini kami terima 63 orang pasien dengan jumlah 14 orang dirujuk. Pasien tak hanya siswa SMK dan MTS tapi juga siswa SD Cipari,” ujar Yuyun saat ditemui, Senin (22/9/2025).

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Awasi Ketat MPLS 2025: Dorong Kreativitas, Tolak Perpeloncoan

Sebanyak 14 siswa yang kondisinya lebih parah harus dilarikan ke RSUD Cililin karena mengalami sesak napas dan kejang, yang tidak bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Untuk pasien yang dirujuk rata-rata keluhannya sesak. Kita rujuk ke RSUD Cililin. Kemungkinan jumlah akan terus bertambah apalagi kalau informasi dari SPPG mereka menyediakan 3.600 porsi makan,” tambahnya.

Baca Juga:  Fasilitas Gagal Fungsi, Proyek COVID-19 Dinkes KBB Jadi Ajang Korupsi

Penanganan Darurat di Tiga Titik

Lantaran jumlah korban cukup banyak, penanganan darurat dilakukan di UGD Poned Puskesmas Cipongkor, GOR Kantor Kecamatan Cipongkor, serta Bidan Desa Sirnagalih.

Untuk memperkuat layanan, tenaga medis dari Puskesmas Saguling, Gununghalu, dan Sindangkerta juga diturunkan ke lapangan.

Dugaan Awal Mengarah ke Lauk Ayam

Meski penyebab pasti masih menunggu hasil laboratorium, dugaan sementara mengarah pada kualitas bahan makanan, khususnya lauk ayam yang disajikan. Beberapa siswa bahkan mengaku sudah mencium aroma tak sedap saat menyantapnya.

“Informasi awal dari siswa, makanan MBG itu dari ayam yang katanya sudah berbau asam. Tapi kita belum pastikan penyebabnya, harus menunggu hasil lab. Investigasi awal sih mengarah ke ayam dari paket MBG,” tutur Yuyun.

Baca Juga:  Bidik Peluang MBG, Kang DS Ajak Warga NU Jawa Barat Jadi Juragan Telur

Pihak puskesmas menegaskan bahwa kesimpulan final tetap menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber kontaminasi.

Potensi Korban Bertambah

Program MBG di Cipongkor hari itu menyebarkan sekitar 3.600 porsi makanan ke berbagai sekolah. Dengan jumlah distribusi yang besar, potensi tambahan korban masih terbuka.

Hingga Senin petang, tim medis masih siaga di sejumlah titik pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Pemerintah kecamatan juga mendirikan posko darurat sebagai langkah cepat menampung warga yang membutuhkan penanganan medis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Keracunan Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.