bukamata.id – Kota Sukabumi tak hanya dikenal lewat panorama alamnya, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang melegenda lintas generasi.
Sejumlah tempat makan dan jajanan tradisional di kota ini masih bertahan puluhan tahun, bahkan sejak era kolonial, dengan cita rasa yang nyaris tak berubah.
Mulai dari kudapan manis hingga hidangan berat, kuliner legendaris Sukabumi menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan maupun warga lokal.
Berikut tujuh rekomendasi kuliner legendaris di Kota Sukabumi yang layak masuk agenda wisata kuliner Anda.
1. Bubur Ayam Bunut, Favorit Sejak Era 80-an
Bubur Ayam Bunut menjadi salah satu ikon kuliner Sukabumi yang ramai dikunjungi sejak 1982. Berlokasi di Jalan Siliwangi No. 93, Cikole, tempat ini dikenal dengan topping bubur yang melimpah dan beragam.
Mulai dari tulang ayam, pepes, emping, risol bihun, hingga jeroan dan telur tersedia dalam satu mangkuk. Warung ini buka dari pagi hingga tengah malam dengan harga menu berkisar Rp10.000 sampai Rp50.000.
2. Roti Priangan, Roti Klasik Bertahan Sejak 1943
Jika mencari roti jadul dengan cita rasa autentik, Roti Priangan wajib dicoba. Usaha roti ini telah beroperasi sejak 1943 dan tetap mempertahankan metode pembuatan tradisional tanpa bahan pengawet.
Teksturnya empuk dengan aroma khas, tersedia dalam berbagai varian seperti roti tanduk, keju, cokelat, kismis, nanas, hingga gula susu. Roti ini masih dipanggang menggunakan oven klasik yang menjadi ciri khasnya.
3. Laksa Pak Idrus, Sajian Hangat Penuh Sejarah
Laksa Pak Idrus menjadi bukti kuliner sederhana bisa bertahan lebih dari 70 tahun. Seporsinya terdiri dari soun, tauge, tahu, oncom merah, disiram kuah santan kuning dengan sentuhan kemangi yang harum.
Berlokasi di Jalan Pemuda No. 1, Citamiang, laksa ini dijual dengan harga terjangkau sekitar Rp10.000 per porsi. Buka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 10.00 WIB hingga habis.
4. Bandros Ata, Jajanan Tradisional Sejak 1950
Bandros Ata merupakan jajanan khas berbahan tepung beras, santan, dan kelapa parut yang telah eksis sejak 1950. Disajikan hangat, bandros ini memiliki tekstur lembut dengan aroma kelapa yang menggoda.
Penjualannya berlokasi di kawasan Jalan Gudang, Kebonjati, Cikole. Harga per porsi mulai Rp14.000, dan antrean panjang menjadi pemandangan lumrah setiap harinya.
5. Mochi Lampion Kaswari, Ikon Oleh-oleh Sukabumi
Tak lengkap membahas kuliner Sukabumi tanpa menyebut mochi. Mochi Lampion Kaswari yang berdiri sejak 1983 telah menjadi simbol oleh-oleh khas kota ini.
Dikenal dengan kemasan anyaman bambu, mochi ini memiliki tekstur kenyal dengan isian kacang tanah manis. Kini tersedia beragam rasa modern seperti matcha, stroberi, pandan, keju, hingga jahe. Lokasinya berada di Gang Kaswari No.1, Selabatu, Cikole, buka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB.
6. Soto Mie dan Mie Kocok Mang Ece Odeon
Bagi penggemar kuliner berkuah, Soto Mie dan Mie Kocok Mang Ece Odeon layak dikunjungi. Berdiri sejak 1973, tempat ini dikenal sebagai salah satu pelopor soto halal di Sukabumi.
Isian soto dan mie kocoknya terbilang lengkap, mulai dari daging sapi, paru, bihun, kentang, hingga daun bawang. Harga per porsi dibanderol mulai Rp20.000 dan buka setiap hari dari pukul 09.00–20.00 WIB.
7. Kue Jahe Sukabumi, Resep Lawas Zaman Kolonial
Kue Jahe khas Sukabumi dipercaya telah ada sejak masa penjajahan Belanda. Terbuat dari campuran tepung sagu, jahe parut, dan gula merah, jajanan ini memiliki rasa manis hangat yang khas.
Teksturnya renyah di luar namun lembut di bagian dalam. Kini kue jahe tersedia dalam berbagai bentuk dan variasi rasa, salah satunya dapat ditemukan di kawasan Jalan Siliwangi Gang Mansur, Kebonjati, Cikole.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











