Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 12:54 WIB

Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis

Sabtu, 12 September 2026 12:27 WIB

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 20 Februari 2026 21:05 WIB2 Mins Read
Viral mural di Cianju. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video yang diunggah akun Instagram @cipanas_melawan pada Kamis (19/2/2026) viral di media sosial. Rekaman tersebut disebut dikirimkan oleh sekelompok pemuda yang mulai bergerak dan bersuara terkait isu lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur.

Dalam unggahan itu, kelompok tersebut menyampaikan pesan peringatan melalui caption panjang yang berisi kritik terhadap kondisi demokrasi dan lingkungan. Mereka menilai suara masyarakat harus didengar, terutama ketika rakyat mulai enggan berbicara atau mengeluh.

“Jika rakyat pergi ketika penguasa berpidato, kita mesti berhati-hati. Barangkali rakyat sudah putus asa,” tulis mereka. Pesan tersebut juga menyinggung pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan usulan masyarakat agar kebenaran tidak terancam.

Video tersebut memperlihatkan mural bertuliskan “Jabar Istimewa?” yang disertai pesan tentang kelestarian lingkungan. Mereka menilai keistimewaan tidak cukup hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap rakyat dan alam.

Menurut kelompok tersebut, gunung bukan sekadar proyek pembangunan. Mereka menyoroti ancaman terhadap aliran air, ruang hidup petani, serta kerusakan lingkungan yang dinilai berpotensi terjadi akibat proyek energi panas bumi.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kegelisahan atas konflik ekologis di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kawasan tersebut dinilai memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan sumber air bagi ribuan warga.

Mereka menegaskan, Gunung Gede Pangrango bukan sekadar lanskap pegunungan, melainkan wilayah konservasi strategis yang harus dijaga dari risiko kerusakan lingkungan maupun konflik sosial.

Tulisan “Di Cari Penjaga Hutan Jawa Barat” dalam mural disebut sebagai sindiran sekaligus seruan moral. Kelompok pemuda itu mempertanyakan siapa pihak yang benar-benar menjaga hutan dan berdiri di garis depan ketika kawasan ekologis dipertaruhkan.

Mereka menegaskan aksi mural tersebut bukan vandalisme tanpa makna, melainkan bentuk ekspresi generasi muda yang melihat adanya ketidaksesuaian antara narasi perlindungan lingkungan dan praktik pembangunan.

Kelompok itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya agar hutan tidak diperlakukan sebagai ruang kosong untuk investasi tanpa batas. Mereka menekankan gunung bukan sekadar titik koordinat proyek, dan air tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas.

Tagar “Save Gede Pangrango” dalam kampanye tersebut disebut bukan sekadar simbol, melainkan peringatan. Mereka menegaskan generasi muda akan terus mengawal isu lingkungan dan mencatat setiap kebijakan yang berpotensi mengancam kelestarian alam di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.