Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 22:05 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Ukhti Mukena Pink Viral di Media Sosial, Jangan Asal Klik Link yang Beredar

Jumat, 13 Maret 2026 21:44 WIB

Jadwal Borneo FC vs Persib Mendadak Berubah, Kick-off Kini Lebih Malam!

Jumat, 13 Maret 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras
  • Ukhti Mukena Pink Viral di Media Sosial, Jangan Asal Klik Link yang Beredar
  • Jadwal Borneo FC vs Persib Mendadak Berubah, Kick-off Kini Lebih Malam!
  • Disebut Sering Tampil di TV, Siapa Ustaz SAM yang Diduga Lecehkan 5 Santri?
  • Netizen Heboh Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Pakar Sebut Link Mencurigakan Beredar
  • Marc Klok Bahagia Elkan Baggott Kembali Bela Timnas Indonesia
  • Masih Simpan Foto Mantan Istri, Desta Ungkap Alasan Tak Hapus Jejak Natasha Rizky di Hidupnya
  • Libur Lebaran 2026, Bandung Zoo Belum Bisa Dikunjungi?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 13 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 20 Februari 2026 21:05 WIB2 Mins Read
Viral mural di Cianju. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video yang diunggah akun Instagram @cipanas_melawan pada Kamis (19/2/2026) viral di media sosial. Rekaman tersebut disebut dikirimkan oleh sekelompok pemuda yang mulai bergerak dan bersuara terkait isu lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur.

Dalam unggahan itu, kelompok tersebut menyampaikan pesan peringatan melalui caption panjang yang berisi kritik terhadap kondisi demokrasi dan lingkungan. Mereka menilai suara masyarakat harus didengar, terutama ketika rakyat mulai enggan berbicara atau mengeluh.

“Jika rakyat pergi ketika penguasa berpidato, kita mesti berhati-hati. Barangkali rakyat sudah putus asa,” tulis mereka. Pesan tersebut juga menyinggung pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan usulan masyarakat agar kebenaran tidak terancam.

Video tersebut memperlihatkan mural bertuliskan “Jabar Istimewa?” yang disertai pesan tentang kelestarian lingkungan. Mereka menilai keistimewaan tidak cukup hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap rakyat dan alam.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

Menurut kelompok tersebut, gunung bukan sekadar proyek pembangunan. Mereka menyoroti ancaman terhadap aliran air, ruang hidup petani, serta kerusakan lingkungan yang dinilai berpotensi terjadi akibat proyek energi panas bumi.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kegelisahan atas konflik ekologis di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kawasan tersebut dinilai memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan sumber air bagi ribuan warga.

Baca Juga:  Miris! Pendaki Gunung Gede Pangrango Buang Celana Dalam di Edelweiss hingga Cemari Mata Air

Mereka menegaskan, Gunung Gede Pangrango bukan sekadar lanskap pegunungan, melainkan wilayah konservasi strategis yang harus dijaga dari risiko kerusakan lingkungan maupun konflik sosial.

Tulisan “Di Cari Penjaga Hutan Jawa Barat” dalam mural disebut sebagai sindiran sekaligus seruan moral. Kelompok pemuda itu mempertanyakan siapa pihak yang benar-benar menjaga hutan dan berdiri di garis depan ketika kawasan ekologis dipertaruhkan.

Mereka menegaskan aksi mural tersebut bukan vandalisme tanpa makna, melainkan bentuk ekspresi generasi muda yang melihat adanya ketidaksesuaian antara narasi perlindungan lingkungan dan praktik pembangunan.

Baca Juga:  Hapus PPDB Jika Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Pemimpin Mengistimewakan Rakyatnya

Kelompok itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya agar hutan tidak diperlakukan sebagai ruang kosong untuk investasi tanpa batas. Mereka menekankan gunung bukan sekadar titik koordinat proyek, dan air tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas.

Tagar “Save Gede Pangrango” dalam kampanye tersebut disebut bukan sekadar simbol, melainkan peringatan. Mereka menegaskan generasi muda akan terus mengawal isu lingkungan dan mencatat setiap kebijakan yang berpotensi mengancam kelestarian alam di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cipanas Melawan gunung gede pangrango Jabar Istimewa Lingkungan Cianjur Save Gede Pangrango
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras

Disebut Sering Tampil di TV, Siapa Ustaz SAM yang Diduga Lecehkan 5 Santri?

Libur Lebaran 2026, Bandung Zoo Belum Bisa Dikunjungi?

Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026

Dituding Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Ustaz Solmed Buka Suara

Teror Air Keras Sasar Petinggi KontraS: Andrie Yunus Diserang Usai Rekaman Podcast di YLBHI

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.