Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemprov Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan Gabungkan BUMD Jabar di Bawah Sangga Buana

Kamis, 20 Agustus 2026 11:41 WIB
Game Free Fire

Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026 Resmi Dicoba! Hadiah Gratis Menanti Survivor

Kamis, 20 Agustus 2026 11:34 WIB

Resmi! Tijjani Reijnders Tinggalkan Man City Setelah Semusim, Al Qadsiah Tebus Rp1,4 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 11:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemprov Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan Gabungkan BUMD Jabar di Bawah Sangga Buana
  • Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026 Resmi Dicoba! Hadiah Gratis Menanti Survivor
  • Resmi! Tijjani Reijnders Tinggalkan Man City Setelah Semusim, Al Qadsiah Tebus Rp1,4 Triliun
  • MQ Iswara Dorong BUMD Jabar Jadi Profit Center lewat PT Sangga Buana
  • Juara Dewata Challenge Series 2026, Persib Malah Dapat Warning Jelang ACL 2
  • Thom Haye ‘Raib’ Saat Persib Pesta Juara, Akun Media Sosial Ikut Lenyap!
  • HUT ke-81 Jabar, MQ Iswara Tekankan Pentingnya Sinergi DPRD dan Pemkab/Pemkot
  • Fiersa Besari Ungkap Perjuangan Taklukkan Kilimanjaro: Hampir Menyerah hingga Kibarkan Merah Putih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aceh Tengah Terkubur Longsor dan Banjir: Potret Rumah Tertimbun Tanah Viral di Medsos

By SusanaMinggu, 30 November 2025 20:51 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aceh Tengah kembali berduka. Setelah tiga hari digempur cuaca ekstrem, banjir bandang, hujan lebat, dan rangkaian longsor meninggalkan luka mendalam yang masih terasa hingga hari ini.
‎
‎Di tengah keterpurukan itu, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan rumah warga yang tertimbun tanah sampai menyentuh atap menjadi simbol pahit betapa dahsyatnya bencana yang melanda.
‎
‎Video yang dibagikan seorang warganet dari Aceh tersebut memicu keprihatinan luas. Bukan hanya mengenai kerusakan fisik, tetapi juga tentang bagaimana warga kini bergulat dengan kondisi pascabencana tanpa akses, tanpa logistik, dan tanpa kepastian kapan kehidupan bisa kembali normal.
‎
‎Kondisi Terkini: Permukiman Terkubur dan Infrastruktur Lumpuh
‎
‎Bencana yang terjadi dalam rentang 25–27 November 2025 itu memporakporandakan delapan kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat 67 titik kejadian, sebagian besar dengan kategori kerusakan berat.
‎
‎Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyebut bahwa tim telah bekerja non-stop untuk membuka akses, mengevakuasi warga, dan menyalurkan bantuan. Namun skala kerusakan yang begitu besar membuat upaya tersebut tidak mudah.
‎
‎“Fokus utama kami adalah pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan dasar. Kami terus berkoordinasi untuk pemulihan,” ujar Andalika.
‎
‎Kerusakan terjadi hampir merata:
‎
‎Kecamatan Bebesen: banjir merendam Kampung Bebesen dan Kampung Mersah Toa, satu rumah tertimbun longsor di Kampung Juru Mudi.
‎
‎Kecamatan Kebayakan: banjir bandang di Kampung Mendale merusak 100 rumah, 20 hektare sawah, fasilitas umum; longsor menghancurkan rumah dan merusak destinasi wisata Natural Park.
‎
‎Kecamatan Ketol: 15 rumah tertimbun longsor di Kampung Burlah; banjir bandang memutus jembatan beton 35 meter di Kampung Kute Gelime.
‎
‎Lut Tawar: 70 rumah tertimbun material longsor di ruas Isaq–Sp. Kekuyang.
‎
‎Kecamatan Bintang: longsor menimbun total 35 rumah di Kampung Kelitu dan Sintep.
‎
‎Dampak makin meluas ke sektor pertanian, dengan 195 hektare lahan rusak total. Beberapa jembatan strategis seperti jembatan rangka baja di Kampung Segene Balik dan Jerata terputus, membuat distribusi bantuan hampir mustahil dilakukan.
‎
‎Akses Terisolir: Warga Terjebak Tanpa Bantuan Berhari-hari
‎
‎Hingga kini, sejumlah kampung masih terisolir. Akses kendaraan tidak dapat menembus tumpukan material longsor. Tim gabungan harus menggunakan alat berat yang jumlahnya terbatas.
‎
‎Ketika logistik tidak kunjung tiba, warga mulai kehabisan bahan makanan. Situasi ini diperburuk oleh hujan yang masih turun dan listrik yang padam di beberapa titik.
‎
‎Kondisi darurat inilah yang memicu peristiwa yang menjadi sorotan publik.
‎
‎Pascabencana: Trauma, Ketidakpastian, dan Harapan
‎
‎Selain kerusakan fisik yang terlihat jelas, dampak psikis juga mulai muncul. Warga yang rumahnya tertimbun, kehilangan ladang, atau terjebak berhari-hari tanpa bantuan kini menghadapi trauma mendalam. Anak-anak tidur dalam kondisi darurat, sementara para orangtua berjaga-jaga mengantisipasi longsor susulan.
‎
‎BPBD Aceh Tengah kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lereng perbukitan dan bantaran sungai, agar tetap waspada. Potensi longsor susulan masih tinggi.
‎
‎Upaya pemulihan jangka panjang pun tengah dipersiapkan, termasuk relokasi sementara, perbaikan sekolah, hingga rekonstruksi jembatan yang rusak. Namun proses ini tidak akan cepat, karena sebagian besar kawasan terdampak masih sulit dijangkau.
‎
‎Penutup: Potret Aceh Tengah yang Bangkit Dalam Keterbatasan
‎
‎Apa yang terjadi di Aceh Tengah bukan sekadar bencana alam, tetapi potret nyata betapa rapuhnya kehidupan ketika alam bergolak. Rumah tertimbun sampai atap, jembatan terputus, dan warga yang berjuang bertahan hidup tanpa bantuan, semua menjadi luka bersama yang harus dipulihkan secara gotong royong.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Aceh Tengah 2025 Longsor Aceh Rumah tertimbun tanah Aceh Video viral pascabanjir Aceh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan Gabungkan BUMD Jabar di Bawah Sangga Buana

MQ Iswara Dorong BUMD Jabar Jadi Profit Center lewat PT Sangga Buana

HUT ke-81 Jabar, MQ Iswara Tekankan Pentingnya Sinergi DPRD dan Pemkab/Pemkot

Fiersa Besari Ungkap Perjuangan Taklukkan Kilimanjaro: Hampir Menyerah hingga Kibarkan Merah Putih

Momentum HUT ke-81 RI, AKKSI Jabar Dorong Kreator Digital Suarakan Pentingnya Pendidikan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.