Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah

Selasa, 22 September 2026 11:48 WIB

Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit

Selasa, 22 September 2026 11:31 WIB

Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah

Selasa, 22 September 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah
  • Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit
  • Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah
  • Jelang Penutupan Bursa Transfer Super League, Persib Bandung Siapkan Kejutan Susulan?
  • Dua Bintang Persib Merapat ke Timnas Indonesia, Igor Tolic Beri Pesan Khusus
  • Fakta Kasus Video Asusila ‘A Day in My Life’ di Bogor: Dijual Rp150 Ribu hingga Positif HIV
  • Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: SUGBK Jadi Saksi Perjuangan Garuda di Grup A
  • Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jalur Kilat ke Surga? Kisah Mantan Sales yang Kini Jadi Pahlawan Jembatan Pelosok

By SusanaMinggu, 17 Mei 2026 10:03 WIB7 Mins Read
Wafiq, pemuda asal Temanggung yang sempat ditolak 50 perusahaan namun kini berhasil membangun 11 jembatan untuk warga pedalaman Indonesia viral di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di saat banyak anak muda berlomba mengejar karier mapan di perusahaan besar, seorang pemuda asal Temanggung justru memilih jalan yang tak biasa. Namanya Wafiq Zuhair Muhammad. Usianya bahkan belum genap 30 tahun, tetapi langkahnya sudah meninggalkan jejak besar bagi masyarakat pedalaman Indonesia.

Bukan gedung pencakar langit atau bisnis bernilai miliaran yang ia bangun. Wafiq bersama yayasan @sahabatpedalaman, yang dirintisnya justru membangun sesuatu yang jauh lebih mendasar bagi kehidupan warga pelosok: jembatan penghubung harapan.

Hingga kini, sudah ada 11 jembatan yang berhasil dibangun melalui yayasan sosial yang ia dirikan bersama rekannya. Jembatan-jembatan itu menjadi akses vital bagi warga pedalaman untuk sekolah, bekerja, hingga mendapatkan layanan kesehatan.

Sempat Ditolak Puluhan Perusahaan

Lewat akun Instagram pribadinya @wafiq.zu, ia membagikan cerita perjuangannya setelah lulus kuliah pada 2019.

Sebagai lulusan psikologi dari kampus kecil di luar Jawa, Wafiq mengaku sempat merasa minder. Ia sadar tidak memiliki privilege besar, baik dari sisi ekonomi maupun relasi.

“Bagi anak yang gak punya privilege seperti saya, mencari pekerjaan menjadi satu hal yang sulit sekali waktu itu,” tulisnya.

Ia mencoba berbagai lowongan pekerjaan. Mulai dari posisi HRD, guru privat, hingga sales startup. Hampir setiap hari ia mengirim email lamaran kerja ke banyak perusahaan.

Namun hasilnya nihil.

Sekitar 50 perusahaan pernah ia coba lamar, tetapi semuanya berakhir dengan penolakan. Bahkan, ada momen ketika ia gagal sejak tahap tes pertama.

Pengalaman itu membuatnya berada di titik rendah kehidupan. Namun di tengah kebingungan tersebut, ia justru menemukan jalan yang mengubah hidupnya.

Nekat Dirikan Yayasan Sosial

Alih-alih menyerah pada keadaan, Wafiq bersama seorang temannya memutuskan mendirikan yayasan sosial bernama Sahabat Pedalaman.

Modal mereka saat itu nyaris tidak ada. Tidak ada investor, tidak ada jaringan besar, bahkan belum ada kepercayaan publik.

Yang mereka punya hanya semangat membantu masyarakat pelosok.

Keputusan tersebut lahir dari pengalaman Wafiq yang sejak kuliah aktif dalam kegiatan sosial dan relawan kebencanaan. Ia merasa ada banyak daerah di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan akses dasar, termasuk jembatan penghubung antarwilayah.

Baca Juga:  Geger! Cara Tak Terduga Sekolah di China Bikin Siswa Laki-laki Rajin Masuk Kelas

Mereka kemudian menjalankan program pembangunan jembatan untuk daerah pedalaman.

Namun perjuangan itu ternyata jauh dari mudah.

Program pembangunan jembatan pertama mereka sempat mandek selama hampir satu setengah tahun karena keterbatasan dana. Pendanaan yang terkumpul sangat jauh dari cukup.

“Awalnya sudah diprediksi, yayasan yang saya bangun masih belum dipercaya orang-orang,” ungkapnya.

Meski begitu, mereka memilih bertahan.

Titik Balik Setelah Muncul di Televisi

Perubahan besar terjadi ketika Wafiq mendapat kesempatan wawancara di sebuah program televisi. Momen itu menjadi titik balik perjalanan hidupnya.

Tak lama setelah tayangan tersebut muncul, ia mendapat telepon dari seorang donatur yang bersedia memberikan bantuan dalam jumlah besar.

Donasi itu akhirnya mampu menutup kekurangan biaya pembangunan jembatan pertama mereka.

Jembatan pertama tersebut dibangun penuh perjuangan. Namun sejak saat itu, perlahan kepercayaan publik mulai tumbuh.

Banyak perusahaan, komunitas, hingga figur publik ikut membantu program Sahabat Pedalaman. Dukungan terus mengalir dan pembangunan jembatan demi jembatan mulai terealisasi.

Kini, total sudah 11 jembatan berhasil dibangun untuk membantu masyarakat di wilayah terpencil Indonesia.

Bagi warga pedalaman, jembatan bukan sekadar infrastruktur biasa. Di banyak daerah, jembatan menjadi penentu apakah anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman atau tidak. Jembatan juga menentukan akses warga menuju pasar, rumah sakit, hingga sumber penghidupan.

Dari Rasa Minder Menjadi Inspirasi Anak Muda

Kisah Wafiq menjadi bukti bahwa jalan sukses tidak selalu datang dari jalur yang umum.

Ia mengaku dulu sering merasa tertinggal dibanding anak muda lain yang memiliki pengalaman kerja, koneksi, atau kesempatan mengikuti berbagai pelatihan modern.

Namun pengalaman hidup justru mengajarkannya bahwa usaha tidak pernah sia-sia.

“Saya percaya kewajiban kita adalah berusaha sampai titik terakhir,” tulisnya.

Menurutnya, jika saat itu ia berhenti mencoba setelah gagal berkali-kali melamar pekerjaan, mungkin ia tidak akan pernah menemukan jalan hidup yang sekarang dijalaninya.

Pesan itulah yang kini banyak menyentuh hati anak muda di media sosial. Banyak yang merasa relate dengan perjuangan Wafiq menghadapi penolakan dan rasa minder setelah lulus kuliah.

Baca Juga:  Gak Pake Takut! Mega Salsabillah Berani Sikat Oknum Polisi, Langsung Ditantang Kombes!

Warganet Tersentuh: “Mempermudah Jalan Orang Lain”

Kisah hidup Wafiq viral di media sosial dan dibagikan akun Instagram @shifmedia pada Minggu (17/5/2026). Banyak warganet tersentuh dengan perjalanan hidup pemuda yang pernah berkali-kali ditolak perusahaan, namun kini justru menjadi jalan kemudahan bagi ribuan orang.

“Masya Allah, nanti di akhirat masuk surganya bener-bener kilat kali ya. Soalnya beliau mempermudah jalan orang lain,” tulis akun @rul***.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Barakallah kak,” komentar akun @mut***.

Ada pula warganet yang menyebut Wafiq sebagai gambaran “orang kaya sesungguhnya”.

“Real rich people with angelic heart,” tulis akun @noo***.

Komentar lain juga mengungkapkan harapan agar bisa memiliki kehidupan yang bermanfaat seperti dirinya.

“Ya Allah pengen seperti ini, umur dan hartanya bermanfaat berkah,” tulis akun @jay***.

Profil Lengkap Wafiq: SEO Expert yang Bangun Yayasan Sosial untuk Pelosok Indonesia

Di balik kiprah pembangunan 11 jembatan di wilayah pedalaman Indonesia, sosok Wafiq Zuhair Muhammad juga dikenal sebagai Co-Founder sekaligus CEO Yayasan Sahabat Pedalaman.

Sejak berdiri pada tahun 2021, yayasan ini telah berkembang menjadi salah satu gerakan sosial yang aktif menghimpun dukungan publik dengan total dana yang berhasil dikelola lebih dari Rp9 miliar untuk berbagai program kemanusiaan.

Dalam perjalanannya, Wafiq tidak hanya berperan sebagai penggerak lapangan, tetapi juga mengembangkan pendekatan strategis dalam pengelolaan organisasi sosial modern. Ia memiliki keahlian di bidang fundraising strategy, manajemen relawan, pembuatan konten viral, hingga pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak luas bagi masyarakat.

Menariknya, Wafiq juga memiliki latar belakang sebagai SEO Marketing Specialist dan Digital Marketing Expert. Keahlian ini membuatnya mampu mengoptimalkan strategi digital, melakukan riset pasar, serta menjalankan kampanye pemasaran baik secara organik maupun berbayar.

Dengan bekal pendidikan Psikologi dari Universitas Teknologi Sumbawa, ia menggabungkan pemahaman perilaku manusia dalam strategi komunikasi, penggalangan dana, hingga pengelolaan komunitas.

Baca Juga:  Julia Prastini Tampil Tanpa Hijab, Isu Kedekatan dengan Jefri Nichol Mencuat

Pendekatan berbasis data dan psikologi ini menjadi salah satu faktor yang membuat gerakan Sahabat Pedalaman mampu menjangkau dukungan publik secara luas dan berkelanjutan.

Yayasan Sahabat Pedalaman: Menghubungkan Kebaikan ke Pelosok Negeri

Yayasan Sahabat Pedalaman hadir dengan visi besar, yaitu menjadi jembatan kebaikan antara masyarakat urban dan warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Keterbatasan akses di daerah pedalaman bukan dianggap sebagai penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi. Dengan semangat #AksesUntukSemua, yayasan ini berkomitmen membantu masyarakat mendapatkan akses yang lebih layak terhadap:

  • Infrastruktur dasar
  • Layanan kesehatan
  • Pendidikan
  • Pangan
  • Pemberdayaan ekonomi

Wilayah 3T di Indonesia seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Kalimantan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan air bersih, minimnya fasilitas kesehatan, rendahnya akses pendidikan, hingga tingkat kemiskinan yang relatif tinggi.

Program Utama: Jembatan Pelosok Negeri

Salah satu program unggulan Sahabat Pedalaman adalah Jembatan Pelosok Negeri, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah terpencil.

Program ini menghadirkan pembangunan jembatan gantung dengan teknik tambatan lunak. Metode ini dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya, namun tetap kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, Sahabat Pedalaman juga menjalin sinergi dengan berbagai mitra kebaikan, baik individu, komunitas, maupun lembaga yang memiliki visi serupa dalam mendorong pemerataan akses di Indonesia.

Jembatan yang Menghubungkan Harapan

Di tengah era media sosial yang sering dipenuhi flexing dan pencitraan, kisah Wafiq hadir sebagai pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari jabatan atau kemewahan.

Kadang, keberhasilan justru hadir ketika seseorang mampu menjadi jalan kemudahan bagi orang lain.

Wafiq mungkin pernah gagal diterima puluhan perusahaan. Namun hari ini, ia berhasil diterima di hati banyak masyarakat yang hidupnya berubah karena jembatan-jembatan yang dibangunnya.

Dan dari pelosok Indonesia, 11 jembatan itu kini bukan hanya penghubung antarwilayah, melainkan juga penghubung antara harapan dan masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Viral Instagram
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit

Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah

Ilustrasi video 18+

Fakta Kasus Video Asusila ‘A Day in My Life’ di Bogor: Dijual Rp150 Ribu hingga Positif HIV

Langkah Strategis bank bjb syariah: Terima Aset Senilai Rp25,9 Miliar dari Kejagung untuk Penguatan Neraca

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.