Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sentuhan Spiritual di Balik Solusi Masalah Kota, Farhan Ingin Hidupkan Kajian Rutin di Alun-alun Bandung

By Aga GustianaSabtu, 16 Mei 2026 17:50 WIB2 Mins Read
Kajian Dhuha bertema “Dhuha, Dzikir, dan Ikhtiar Membangun Kota Wujudkan Bandung Utama” di Masjid Alun-alun Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menata kota metropolitan sekonseptual Bandung ternyata tidak melulu soal pembangunan fisik dan infrastruktur. Penjabat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya keseimbangan batin melalui aktivitas keagamaan sebagai fondasi spiritual dalam mengurai benang kusut problematika perkotaan.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Farhan kala menghadiri forum keagamaan bertajuk “Dhuha, Dzikir, dan Ikhtiar Membangun Kota Wujudkan Bandung Utama” yang berlangsung di Masjid Agung Alun-alun Bandung pada Sabtu (16/5/2026).

Di mata Farhan, formula penataan sebuah daerah tidak akan berjalan optimal jika hanya bertumpu pada kebijakan teknis di atas kertas atau pendekatan birokrasi semata. Unsur kedamaian jiwa warga serta penguatan nilai-nilai religius kolektif dinilai memegang peranan yang tak kalah krusial.

“Lewat kajian ini, saya ingin mengajak bapak ibu semuanya untuk zikir, tawadu dan ikhtiar bersama-sama lewat pendekatan batiniah paling dalam,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi soal Teras Cihampelas: Wewenang di Tangan Wali Kota, tapi…

Orang nomor satu di Kota Kembang ini tidak menampik bahwa wilayah yang dipimpinnya kini sedang dikepung berbagai persoalan pelik. Isu-isu klasik seperti kemacetan lalu lintas, dinamika urbanisasi yang memicu kepadatan, tata kelola limbah sampah, hingga disparitas kesejahteraan sosial-ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang menantang.

Secara geografis, wilayah Bandung yang membentang seluas 170 kilometer persegi kini harus menampung pergerakan sekitar 2,8 juta jiwa saban harinya. Angka tersebut bahkan terus melonjak ketika akhir pekan akibat serbuan para pekerja komuter serta pelancong dari luar daerah.

Baca Juga:  Masuk Taman Tegalega Masih Berbayar Rp2.000, Farhan Kaji Opsi Gratis untuk Warga

“Kota Bandung memiliki daya tarik yang sangat tinggi sehingga jutaan orang datang ke Kota Bandung,” katanya.

Berkaca dari beban kota yang kian berat, Farhan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyikapi keadaan dengan kepanikan. Ia mengimbau warga agar tetap mengedepankan logika yang jernih dan ketenangan hati dalam merespons dinamika yang ada.

Prinsip kolaborasi dan gotong royong antar-sektor juga disebutnya sebagai kunci utama dalam melahirkan jalan keluar bagi setiap kendala kota.

Baca Juga:  Wali Kota Ingatkan Camat dan Lurah Soal Integritas dan Kepemimpinan Adaptif

“Solusi adalah ketika hati dan akal kita bersatu. Masalah adalah ketika harapan dan kenyataan berbeda,” tuturnya.

Sebagai langkah konkret, ke depan program Kajian Dhuha ini bakal dijadikan agenda tetap bulanan di Masjid Agung Alun-alun Bandung. Wadah ini diproyeksikan sebagai tempat berlabuh bagi warga dan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bandung untuk berefleksi, bersilaturahmi, sekaligus mempertebal iman.

“Yang penting masjid ini harus selalu makmur dan menjadi tempat kita kembali ketika di hari-hari kerja kita berjuang dalam urusan duniawi,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.