bukamata.di – Nama Tirta Siregar, seorang produser film sekaligus pemilik Tu7uh Rumah Produksi, kembali menjadi buah bibir dan pusat perhatian publik di jagat maya. Setelah sempat menggemparkan media sosial lewat serangkaian pengakuan mistis dan firasat personalnya, Tirta kini mengunggah sebuah video terbaru yang bernada sangat serius dan penuh misteri melalui akun Instagram pribadinya, @tirtasiregar pada Sabtu (16/5/2026).
Jika sebelumnya ia kerap mengaitkan penglihatan batinnya dengan fenomena alam, kali ini fokusnya terbelah menjadi dua narasi besar yang sama-sama mencekam: pesan kewaspadaan spiritual untuk mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Pesan Khusus untuk Mantan Presiden: “Jangan Lengah, Pak”
Dalam potongan video terbarunya, Tirta Siregar tampil secara personal di depan kamera dengan raut wajah yang tampak tegang, lelah, namun penuh penekanan. Sambil menatap tajam ke arah kamera, ia membuka videonya dengan detail waktu yang sangat spesifik, menandakan urgensi dari apa yang ingin ia sampaikan.
“Hari ini tanggal 16 Mei 2026. Tadi pas saya mau salat duha, pas mau Allahu Akbar, itu kelihatan banget. Ini pesan untuk Bapak Jokowi,” ujar Tirta membuka kesaksiannya dengan suara yang bergetar namun sarat akan keseriusan.
Tirta mengaku bahwa penglihatan kasat mata tersebut datang secara tiba-tiba tepat sebelum ia memulai ibadah sunah tersebut. Baginya, momen spiritual itu membawa pesan yang tidak bisa ia simpan sendiri. Fokus utamanya dalam video kali ini adalah meminta mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk benar-benar menjaga kondisi tubuh dan benteng spiritualnya.
“Tolong jaga kesehatan Bapak. Jangan lengah… Jangan lengah,” tegas Tirta, mengulang kalimat tersebut beberapa kali seolah ingin memberikan penekanan emosional yang mendalam.
Lebih lanjut, ia mengisyaratkan adanya ancaman non-fisik atau kondisi misterius yang sedang berupaya membuat kesehatan fisik Jokowi menurun secara drastis. Tirta menyebut bahwa ada “penyakit” yang sengaja diupayakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyerang beliau.
“Karena… walaupun maaf ya Pak, ini cuma penglihatan kasat mata, boleh diterima boleh enggak untuk Bapak Jokowi dan timnya semuanya, dan orang-orang sekitarnya… (ada yang) berusaha untuk beliau sakit lebih parah. Jadi jangan lengah, itu pesan dari saya. Selalu berdoa ya Pak, dan tolong bener-bener jangan lenggah. Itu pesan saya,” pungkasnya di akhir segmen video tersebut.
Kilas Balik: Firasat “Ular Besi” di Jawa Barat
Peringatan yang disampaikan Tirta kali ini bukanlah yang pertama kali memicu kegemparan. Belum lama ini, Tirta Siregar sempat menghebohkan media sosial usai mengunggah video yang ditujukan secara spesifik kepada tokoh publik Dedi Mulyadi dan seluruh masyarakat Jawa Barat.
Dalam unggahan yang sempat viral dan ditonton oleh jutaan pasang mata tersebut, Tirta mengaku mendapatkan penglihatan atau indra keenam mengenai potensi bencana besar di tanah Pasundan. Ia menggambarkan visualisasi berupa pergerakan tanah yang masif, longsor ekstrem yang mampu menimbun wilayah pemukiman, hingga analogi misterius mengenai “ular besi” yang bergerak di bawah tanah.
Saat itu, respons publik di Jawa Barat terbelah menjadi dua kubu. Kubu pertama memandangnya sebagai pengingat spiritual agar manusia lebih mawas diri dan menjaga alam. Sementara kubu kedua menilai unggahan semacam itu berpotensi memicu kepanikan massal yang tidak perlu, mengingat tidak didasarkan pada kajian ilmiah atau data seismik dari lembaga resmi seperti BMKG.
Pergeseran Penglihatan: Ancaman di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Seolah tidak berhenti di Jawa Barat, Tirta Siregar kini memperluas radar “firasat batinnya” ke wilayah tengah dan timur Pulau Jawa. Dalam narasi tambahannya, ia menyampaikan peringatan baru yang tidak kalah mengerikan bagi masyarakat yang berdomisili di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tirta menggambarkan sebuah suasana mencekam yang melintasi batas logika manusia. Ia mengaku melihat adanya fenomena destruktif yang digambarkannya secara visual lewat kata-kata yang spesifik.
“Ini boleh dipercaya atau tidak, buat teman-teman di Jawa Tengah dan Jawa Timur supaya semuanya berdoa,” ujar Tirta menghimbau pengikutnya.
Dalam penglihatan spiritualnya tersebut, Tirta menyebut ada tiga elemen utama yang akan muncul ke permukaan:
- Dentuman Besar: Suara menggelegar misterius yang sumbernya tidak diketahui namun mampu menggetarkan tanah.
- Bola Pijar: Objek menyala menyerupai api atau material panas yang jatuh atau melesat di langit.
- Angin Dahsyat: Badai angin berskala besar yang memiliki kekuatan untuk merusak infrastruktur secara masif.
“Seperti ada dentuman yang sangat besar, bola pijar, angin yang sangat besar, memporak-porandakan orang,” ungkap Tirta dengan ekspresi penuh kekhawatiran. Meskipun ia tidak merinci kapan atau di titik koordinat mana peristiwa tersebut akan terjadi, penyebutan dua provinsi besar ini langsung memancing gelombang kecemasan baru di tengah masyarakat.
Gelombang Reaksi Warganet: Antara Khawatir, Doa, dan Mistis
Unggahan video di akun @tirtasiregar ini dalam sekejap langsung diguyur oleh ribuan komentar dari netizen. Ruang digital pun berubah menjadi forum diskusi yang campur aduk; mulai dari ungkapan ketakutan, dukungan moral, hingga konfirmasi mistis dari sesama warganet yang mempercayai hal-hal metafisika.
Menariknya, banyak netizen yang langsung mengaitkan pesan Tirta untuk Jokowi dengan praktik-praktik hitam atau mistis (guna-guna), mengingat Tirta menyebut ada pihak yang “berusaha membuat beliau sakit lebih parah”.
“Iya bener kak, aku juga lihat kalau pak Jokowi ada yg guna2,” tulis salah satu netizen yang mengklaim memiliki intuisi serupa di kolom komentar.
Di sisi lain, mayoritas warganet memilih untuk bersikap bijak dengan tidak larut dalam kepanikan mistis, melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk mengirimkan doa keselamatan bagi mantan presiden mereka.
“Semoga pak Jokowidie selalu dalam lindungan ALLAH, dan di berikan kesehatan serta keselamatan, Aamiin,” kata netizen lainnya dengan penuh harap.
Sentimen positif dan doa tulus juga mengalir deras dari kelompok masyarakat yang menghormati dedikasi Jokowi selama memimpin bangsa.
“Semoga Pak jokowi selalu dalam perlindungan Tuhan,” timpal netizen lain, menunjukkan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya penglihatan Tirta, rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan Jokowi tetaplah besar.
Kesimpulan: Menatap Firasat dengan Bijaksana
Fenomena khazanah mistis dan firasat spiritual memang tidak pernah bisa dilepaskan dari kultur kebudayaan masyarakat Indonesia. Apa yang disampaikan oleh Tirta Siregar melalui akun Instagram-nya merupakan cerminan bagaimana ruang digital hari ini kerap berkelindan dengan dunia metafisika.
Bagi sebagian orang, pesan Tirta untuk Joko Widodo agar “jangan lenggah” dan himbauan doa untuk warga Jawa Tengah serta Jawa Timur adalah sebuah alarm spiritual agar manusia tidak sombong dan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, bagi sebagian lainnya, pesan ini harus disikapi dengan kepala dingin, rasionalitas, dan kebijaksanaan agar tidak melahirkan kepanikan yang tidak berdasar. Pada akhirnya, doa dan kewaspadaan—baik secara medis, saintifik, maupun spiritual—adalah benteng terbaik bagi setiap manusia dalam menghadapi masa depan yang misterius.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










