Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba

Jumat, 18 September 2026 11:32 WIB

Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 11:02 WIB
gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jumat, 18 September 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Intip Prediksi Tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

By Aga GustianaSabtu, 16 Mei 2026 12:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha 2026. (Foto: Getty Images/chuteye)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aroma perayaan Hari Raya Kurban sudah mulai terasa. Berdasarkan berbagai perhitungan astronomi serta kalender Islam, Hari Raya Idul Adha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah diprediksi kuat akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kabar baiknya, perayaan Lebaran Haji tahun ini diperkirakan tidak akan diwarnai oleh perbedaan tanggal. Prediksi ini mengacu pada keselarasan hasil hisab PP Muhammadiyah, sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), serta data astronomi yang menjadi acuan awal bagi pemerintah.

Posisi Hilal Sudah Tinggi, Minim Potensi Perbedaan

Sejumlah pakar luar angkasa menilai kondisi langit pada pertengahan Mei 2026 sangat mendukung untuk melihat bulan baru. Ketinggian hilal dilaporkan sudah berada di atas batas minimal visibilitas yang disepakati, sehingga peluang terjadinya perbedaan keputusan sangat tipis.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan menggelar Sidang Isbat pada Minggu, 17 Mei 2026. Agenda krusial ini menjadi penentu ketetapan hukum kapan 1 Zulhijah dimulai, sekaligus mengunci tanggal resmi pelaksanaan Idul Adha di tingkat nasional.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa otoritas negara akan tetap setia pada jalur konvensional, yakni menyandingkan hitungan matematika (hisab) dengan konfirmasi pandangan mata di lapangan (rukyat).

Muhammadiyah dan Pemerintah Berpeluang Rayakan Bersama

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebenarnya telah jauh-jauh hari mengetok palu waktu pelaksanaan Idul Adha. Berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, organisasi ini menetapkan:

  • 1 Zulhijah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
  • Idul Adha (10 Zulhijah): Rabu, 27 Mei 2026

Muhammadiyah bersandar pada metode hisab hakiki wujudul hilal serta implementasi global KHGT. Di sisi lain, pemerintah masih harus menunggu laporan resmi para perukyat dari ratusan titik di seluruh penjuru Indonesia.

Senada dengan hal itu, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengamini bahwa hilal kemungkinan besar sudah melewati kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Potensi serentak cukup besar karena posisi hilal sudah tinggi,” ujar Thomas dalam keterangannya terkait prediksi awal Zulhijah 1447 H.

Menanti Ketetapan Resmi Sidang Isbat

Kendati di atas kertas seluruh indikator astronomi menunjukkan hasil yang sama, keputusan final dan mengikat tetap berada di tangan pemerintah lewat Sidang Isbat. Sidang ini akan menjadi wadah berkumpulnya para ahli falak, perwakilan ormas Islam, astronom, hingga delegasi negara sahabat.

Mekanisme sidang akan dimulai dengan ekspose posisi hilal secara ilmiah, disusul oleh konfirmasi dari para petugas rukyat di daerah.

Meskipun wacana penyatuan kalender Islam melalui Kalender Hijriah Global Tunggal kian santer dibicarakan demi keseragaman global, Indonesia sejauh ini masih nyaman mempertahankan tradisi sidang isbat demi menjaga keharmonisan umat melalui verifikasi faktual di lapangan. Jika pemantauan hilal lusa berjalan mulus, seluruh umat Muslim di tanah air dipastikan bakal merayakan Idul Adha bersama-sama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.