Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Terapkan Sistem Baru Sampah, RDF Jadi Solusi Utama

By SusanaJumat, 15 Mei 2026 19:02 WIB2 Mins Read
Pemkot Bandung menerapkan sistem baru pengelolaan sampah dengan pembatasan pengangkutan hingga Kamis dan fokus pengolahan di akhir pekan untuk mengurangi penumpukan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan strategi baru dalam sistem pengelolaan sampah. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah yang kerap terjadi, terutama pada akhir pekan.

Melalui sistem baru ini, Pemkot Bandung berharap pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Pengangkutan Sampah Hanya Sampai Hari Kamis

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah kini dibatasi hanya sampai hari Kamis. Setelah itu, proses akan difokuskan pada pengolahan sampah di fasilitas yang telah disiapkan.

“Kita hanya bisa angkut sampai hari Kamis, Jumat Sabtu Minggu kita lakukan pengolahan total,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:  Geger Bandung! Konvoi Persib Memakan Korban, Razia Miras Besar-Besaran akan Digelar

Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya mengurangi beban penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di Kota Bandung.

Fokus Pengolahan Sampah di Akhir Pekan

Setelah tahap pengangkutan selesai, Pemkot Bandung akan memusatkan kegiatan pada pengolahan sampah selama akhir pekan. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di tingkat kota.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perubahan pola kerja pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pengembangan Teknologi RDF untuk Pengolahan Sampah

Baca Juga:  3 ASN Bandung Ketahuan Langgar WFH, Sanksi Berat Menunggu?

Pemkot Bandung juga tengah meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya pengembangan ini, sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga memiliki nilai guna baru dalam bentuk energi.

Dukungan TNI Perkuat Kapasitas Pengolahan

Wali Kota Bandung menyampaikan bahwa TNI turut memberikan dukungan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan secara signifikan.

“TNI menjanjikan kapasitas pengolahan RDF sampai 1.000 ton,” katanya.

Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat penanganan sampah di wilayah perkotaan.

Baca Juga:  Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban

Penambahan Fasilitas dan Alat Pengendali Polusi

Selain pengembangan RDF, Pemkot Bandung juga berencana menambah unit pengolahan sampah serta alat pengendali polusi. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap perhitungan anggaran.

Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan sistem yang kuat, terintegrasi, dan didukung inovasi teknologi.

Pemkot Bandung berharap strategi baru ini dapat mengurangi tekanan dalam sistem pengelolaan sampah. Dengan pola kerja yang lebih terarah, kota diharapkan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.