Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diadang Sepulang Sekolah, Begini Kronologi Dugaan Pengeroyokan Dua Satpam oleh 8 Siswa SMK

By Aga GustianaSabtu, 16 Mei 2026 12:30 WIB3 Mins Read
Viral satpam sekolah dikeroyok murid SMK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat maya dihebohkan oleh video amatir yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap dua petugas keamanan (satpam) SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Insiden pemukulan yang terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali ini mendadak viral setelah terekam kamera warga dan memicu kegeraman publik.

Kronologi Awal: Tak Terima Disiplinkan Sekolah

Berdasarkan penyelidikan pihak berwajib, keributan ini disinyalir kuat akibat dendam para murid yang tidak terima ditegur oleh pihak keamanan sekolah karena melanggar aturan.

KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, mengungkapkan bahwa bentrokan bermula saat satpam menjalankan tugas kedisplinan di area sekolah.

“Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” kata Iwan Rusmana, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Pasca-teguran tersebut, para murid sempat digiring ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk diproses lebih lanjut. Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, menjelaskan bahwa di ruang BK tersebut para siswa diminta untuk mendata dan menuliskan nama rekan-rekan mereka yang sering kedapatan merokok serta nekat melompati pagar pembatas sekolah.

Korban Dicegat dan Dikeroyok Sepulang Sekolah

Polisi menduga proses pendisiplinan di ruang BK memicu rasa kesal di kalangan siswa. Alih-alih jera, mereka justru merencanakan aksi balasan dengan menunggu kedua satpam tersebut di luar gerbang saat jam pulang sekolah tiba. Begitu korban melintas di area jalan raya, keributan massal pun tidak terhindarkan.

“Setibanya di lokasi, korban didatangi beberapa siswa yang langsung melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong,” ujar Iwan.

Dalam potongan video yang beredar luas, tampak dua satpam tersebut dikepung dan diserang oleh sekelompok remaja di bahu jalan. Salah satu petugas keamanan bahkan terlihat sempat terjatuh ke tanah saat berupaya menghalau pukulan bertubi-tubi. Beruntung, seorang pria berpakaian dinas ASN bersama beberapa siswa lainnya segera melerai aksi brutal tersebut sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Pihak Sekolah Kantongi Identitas Pelaku, Sanksi Tunggu Mediasi

Dua petugas keamanan yang menjadi korban pemukulan diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Akibat luka-luka yang diderita, keduanya langsung melayangkan laporan resmi ke Polres Polman agar kasus ini diusut secara hukum.

Di sisi lain, manajemen sekolah bergerak cepat dengan menyisir para siswa yang terlibat. Hasilnya, pihak internal sekolah mengonfirmasi telah mengantongi identitas para provokator dan pelaku pengeroyokan.

“Saat ini sudah ada nama-nama siswa yang kami miliki. Jumlahnya ada delapan orang,” ujar Mustari.

Kendati nama delapan siswa terduga pelaku sudah berada di tangan kepala sekolah, pihak SMK 1 Polewali sejauh ini belum menjatuhkan sanksi akademis atau drop out (DO). Pihak sekolah memilih untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum dan masih menanti hasil dari upaya mediasi yang tengah berjalan di Polres Polman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.