Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diadang Sepulang Sekolah, Begini Kronologi Dugaan Pengeroyokan Dua Satpam oleh 8 Siswa SMK

Sabtu, 16 Mei 2026 12:30 WIB

Intip Prediksi Tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Sabtu, 16 Mei 2026 12:00 WIB

Deretan Fakta Kasus Penyerangan Mahasiswi di Jatinangor: Polisi Tegaskan Bukan Begal Payudara

Sabtu, 16 Mei 2026 11:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diadang Sepulang Sekolah, Begini Kronologi Dugaan Pengeroyokan Dua Satpam oleh 8 Siswa SMK
  • Intip Prediksi Tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
  • Deretan Fakta Kasus Penyerangan Mahasiswi di Jatinangor: Polisi Tegaskan Bukan Begal Payudara
  • Rumor Transfer Persib: Bidik Predator Brasil Pemecah Rekor Legenda Persija
  • Kisah Nyata Bu Guru Cantik Pilih Hidup Susah Demi Anak-anak Kaki Langit!
  • Waktunya Borong? Intip Rincian Harga Emas Hari Ini Galeri 24, Antam, dan UBS yang Merosot Tajam
  • Borong Item Gratis! Kode Redeem FF Terbaru 16 Mei 2026: Klaim Skin Weapon Legendaris dan Diamond Sekarang
  • PKH Tahap 2 Mei 2026 Mulai Cair, Cek Nama Penerima Sekarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 16 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diadang Sepulang Sekolah, Begini Kronologi Dugaan Pengeroyokan Dua Satpam oleh 8 Siswa SMK

By Aga GustianaSabtu, 16 Mei 2026 12:30 WIB3 Mins Read
Viral satpam sekolah dikeroyok murid SMK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat maya dihebohkan oleh video amatir yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap dua petugas keamanan (satpam) SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Insiden pemukulan yang terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali ini mendadak viral setelah terekam kamera warga dan memicu kegeraman publik.

Kronologi Awal: Tak Terima Disiplinkan Sekolah

Berdasarkan penyelidikan pihak berwajib, keributan ini disinyalir kuat akibat dendam para murid yang tidak terima ditegur oleh pihak keamanan sekolah karena melanggar aturan.

KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, mengungkapkan bahwa bentrokan bermula saat satpam menjalankan tugas kedisplinan di area sekolah.

“Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” kata Iwan Rusmana, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Pasca-teguran tersebut, para murid sempat digiring ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk diproses lebih lanjut. Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, menjelaskan bahwa di ruang BK tersebut para siswa diminta untuk mendata dan menuliskan nama rekan-rekan mereka yang sering kedapatan merokok serta nekat melompati pagar pembatas sekolah.

Korban Dicegat dan Dikeroyok Sepulang Sekolah

Polisi menduga proses pendisiplinan di ruang BK memicu rasa kesal di kalangan siswa. Alih-alih jera, mereka justru merencanakan aksi balasan dengan menunggu kedua satpam tersebut di luar gerbang saat jam pulang sekolah tiba. Begitu korban melintas di area jalan raya, keributan massal pun tidak terhindarkan.

“Setibanya di lokasi, korban didatangi beberapa siswa yang langsung melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong,” ujar Iwan.

Dalam potongan video yang beredar luas, tampak dua satpam tersebut dikepung dan diserang oleh sekelompok remaja di bahu jalan. Salah satu petugas keamanan bahkan terlihat sempat terjatuh ke tanah saat berupaya menghalau pukulan bertubi-tubi. Beruntung, seorang pria berpakaian dinas ASN bersama beberapa siswa lainnya segera melerai aksi brutal tersebut sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Pihak Sekolah Kantongi Identitas Pelaku, Sanksi Tunggu Mediasi

Dua petugas keamanan yang menjadi korban pemukulan diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Akibat luka-luka yang diderita, keduanya langsung melayangkan laporan resmi ke Polres Polman agar kasus ini diusut secara hukum.

Di sisi lain, manajemen sekolah bergerak cepat dengan menyisir para siswa yang terlibat. Hasilnya, pihak internal sekolah mengonfirmasi telah mengantongi identitas para provokator dan pelaku pengeroyokan.

“Saat ini sudah ada nama-nama siswa yang kami miliki. Jumlahnya ada delapan orang,” ujar Mustari.

Kendati nama delapan siswa terduga pelaku sudah berada di tangan kepala sekolah, pihak SMK 1 Polewali sejauh ini belum menjatuhkan sanksi akademis atau drop out (DO). Pihak sekolah memilih untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum dan masih menanti hasil dari upaya mediasi yang tengah berjalan di Polres Polman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kriminal Polman Pengeroyokan Satpam Polman Viral Satpam Dikeroyok Siswa SMK 1 Polewali
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Intip Prediksi Tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Deretan Fakta Kasus Penyerangan Mahasiswi di Jatinangor: Polisi Tegaskan Bukan Begal Payudara

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH Tahap 2 Mei 2026 Mulai Cair, Cek Nama Penerima Sekarang

Penataan PKL Bandung Diperketat, Kawasan Strategis Masuk Daftar

Fokus Infrastruktur Dasar, Wali Kota Bandung Prioritaskan Jalan Warga

Bandung Terapkan Sistem Baru Sampah, RDF Jadi Solusi Utama

Terpopuler
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Video ‘Bu Guru Bahasa Inggris dan Murid Viral di TikTok, Waspada Penipuan!
  • Bocoran 11 Pemain Mewah Incaran Persib Bandung: Ada Patrick Robson hingga Bomber Timnas Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.