bukamata.id – Jagat maya dihebohkan oleh video amatir yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap dua petugas keamanan (satpam) SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Insiden pemukulan yang terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali ini mendadak viral setelah terekam kamera warga dan memicu kegeraman publik.
Kronologi Awal: Tak Terima Disiplinkan Sekolah
Berdasarkan penyelidikan pihak berwajib, keributan ini disinyalir kuat akibat dendam para murid yang tidak terima ditegur oleh pihak keamanan sekolah karena melanggar aturan.
KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, mengungkapkan bahwa bentrokan bermula saat satpam menjalankan tugas kedisplinan di area sekolah.
“Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” kata Iwan Rusmana, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Pasca-teguran tersebut, para murid sempat digiring ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk diproses lebih lanjut. Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, menjelaskan bahwa di ruang BK tersebut para siswa diminta untuk mendata dan menuliskan nama rekan-rekan mereka yang sering kedapatan merokok serta nekat melompati pagar pembatas sekolah.
Korban Dicegat dan Dikeroyok Sepulang Sekolah
Polisi menduga proses pendisiplinan di ruang BK memicu rasa kesal di kalangan siswa. Alih-alih jera, mereka justru merencanakan aksi balasan dengan menunggu kedua satpam tersebut di luar gerbang saat jam pulang sekolah tiba. Begitu korban melintas di area jalan raya, keributan massal pun tidak terhindarkan.
“Setibanya di lokasi, korban didatangi beberapa siswa yang langsung melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong,” ujar Iwan.
Dalam potongan video yang beredar luas, tampak dua satpam tersebut dikepung dan diserang oleh sekelompok remaja di bahu jalan. Salah satu petugas keamanan bahkan terlihat sempat terjatuh ke tanah saat berupaya menghalau pukulan bertubi-tubi. Beruntung, seorang pria berpakaian dinas ASN bersama beberapa siswa lainnya segera melerai aksi brutal tersebut sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Pihak Sekolah Kantongi Identitas Pelaku, Sanksi Tunggu Mediasi
Dua petugas keamanan yang menjadi korban pemukulan diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Akibat luka-luka yang diderita, keduanya langsung melayangkan laporan resmi ke Polres Polman agar kasus ini diusut secara hukum.
Di sisi lain, manajemen sekolah bergerak cepat dengan menyisir para siswa yang terlibat. Hasilnya, pihak internal sekolah mengonfirmasi telah mengantongi identitas para provokator dan pelaku pengeroyokan.
“Saat ini sudah ada nama-nama siswa yang kami miliki. Jumlahnya ada delapan orang,” ujar Mustari.
Kendati nama delapan siswa terduga pelaku sudah berada di tangan kepala sekolah, pihak SMK 1 Polewali sejauh ini belum menjatuhkan sanksi akademis atau drop out (DO). Pihak sekolah memilih untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum dan masih menanti hasil dari upaya mediasi yang tengah berjalan di Polres Polman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









